Ini video pemain Liga Prancis terkena gas air mata, bukan 'protes tragedi Stadion Kanjuruhan'

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Satu video telah ditonton ratusan ribu kali selepas beredar dengan klaim salah bahwa video itu menunjukkan pemain sepak bola Prancis menutupi hidung mereka sebagai bentuk protes atas penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, di mana lebih dari 130 orang meninggal di bulan Oktober 2022. Kenyataannya, video tersebut menunjukkan pemain sepak bola Liga Prancis yang terkena gas air mata yang digunakan polisi terhadap pendukung tim tamu saat pertandingan di bulan Oktober 2022.

"Sudah Tau Belum? Para Pemain Ligue 1 Prancis Protes Saat Tragedi Gas Air Mata Yang Terjadi Di Indonesia," demikian tulisan yang ditempel di atas video ini, yang diposting di Instagram pada tanggal 4 Oktober 2022.

Video yang berdurasi 44-detik dan telah ditonton lebih dari 119.000 kali tersebut menunjukkan pemain sepak bola menutupi hidung dengan kaos mereka.

Keterangan unggahan tersebut berbunyi: "Para pemain liga Perancis ikut teatrikal tutup hidung dengan jersey sebagai bentuk penghormatan kepada Aremania atas Gas Air Mata diluar regulasi FIFA."

Tangkapan layar postingan salah, diambil pada tanggal 26 Oktober 2022

Setidaknya 135 orang tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan pada tanggal 1 Oktober 2022 -- yang kini menjadi salah satu bencana sepak bola yang paling mematikan di dunia.

Mayoritas korban adalah pendukung Arema FC, yang dikenal sebagai Aremania.

Aparat Polri dikecam masyarakat luas karena menembakkan gas air mata ke arah tribun yang dipenuhi penonton sebagai reaksi terhadap pendukung Arema FC yang memasuki lapangan.

Penggunaan gas air mata ini memicu penonton berbondong-bondong lari ke pintu keluar dan menyebabkan banyak orang tergencet, terinjak-injak dan kehabisan napas hingga mati.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengumumkan enam orang -- termasuk tiga anggota Polri -- telah menjadi tersangka tragedi Kanjuruhan.

Video itu telah ditonton lebih dari 131.000 setelah dibagikan dengan klaim serupa di Twitter di sini dan di sini, di Facebook di sini dan di sini, dan di YouTube di sini dan di sini.

Sejumlah komentar pengguna medsos menunjukkan mereka percaya klaim tersebut.

"Respect," tulis satu pengguna Instagram, sementara seorang pengguna Twitter berkomentar: "terima kasih".

Tangkapan layar komentar, diambil pada tanggal 28 Oktober 2022.

Namun, klaim tersebut salah.

Gas air mata di pertandingan Liga Prancis

Kombinasi pencarian gambar terbalik dan kata kunci menemukan bahwa video tersebut diunggah oleh salah satu akun Twitter resmi milik BT Sport, kanal televisi olahraga yang berkantor pusat di London, pada tanggal 2 Oktober 2022.

"Pemandangan yang mengejutkan di Prancis," demikian bunyi cuitan akun tersebut, "Pertandingan Ligue 1 antara Toulouse dan Montpellier dihentikan sejenak, kabarnya karena gas air mata di lapangan."

Berikut perbandingan tangkapan layar video di postingan salah (kiri) dan video asli dari BT Sport (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di postingan salah (kiri) dan video asli dari BT Sport (kanan)

Pertandingan Ligue 1 antara tuan rumah Toulouse dan Montpellier tersebut dihentikan sekitar 15 menit setelah polisi menggunakan gas air mata di tempat parkir, seperti dilansir AFP pada tanggal 2 Oktober 2022.

Penonton yang berada di tribun yang bersebelahan dengan tempat parkir telah dievakuasi setelah pendukung tim tamu melemparkan bom rakitan.

Menurut laporan Associated Press, para pemain diarahkan untuk kembali ke ruang ganti pemain karena gas air mata membuat mereka sulit bernapas.

Polisi Prancis menangkap 15 pendukung Montpellier karena diduga menyebabkan kericuhan selama pertandingan --- saat tim mereka kalah 4-1.

Pencarian kata kunci tidak menemukan satu pun laporan kredibel perihal aksi protes tragedi Kanjuruhan saat pertandingan French Ligue 1.

AFP sebelumnya membongkar klaim salah lainnya terkait tragedi Stadion Kanjuruhan di sini.