NASA bantah pernah konfirmasi kemungkinan matahari akan terbit dari barat

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sejumlah unggahan Facebook membagikan gambar potongan koran yang salah mengklaim bahwa Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengumumkan kemungkinan matahari akan terbit dari barat, serta menyebut fenomena ini disebabkan oleh berubahnya arah rotasi bumi dan penanda datangnya hari kiamat. Saat dikonfirmasi oleh AFP, NASA mengatakan klaim itu salah.

Unggahan yang memuat gambar potongan artikel koran itu salah satunya diunggah di Facebook di sini pada tanggal 15 Juli 2017.

"NASA konfirmasi kemungkinan matahari akan terbit dari barat," tulis judul berita di potongan koran berbahasa Inggris itu.

Status postingan Facebook itu berbunyi: "Ini adalah informasi dari NASA, bahwa pada tanggal 30 Juli, matahari akan terbit dari barat."

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 22 November 2022

Salah satu baris dalam artikel itu menyebut bahwa "Bumi akan bergerak ke arah yang berlawanan dan matahari akan terbit dari barat."

Gambar potongan artikel surat kabar itu juga telah beredar sejak setidaknya tahun 2012, seperti di sini, di sini, di sini dan di sini.

Gambar yang diunggah dalam postingan-postingan tahun 2012 dan 2013 itu menampilkan sub judul di bagian atas. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sub judul itu berbunyi: "Tanda-tanda Hari Kiamat."

Artikel dalam gambar potongan koran itu sebelumnya dimuat oleh Business Recorder, surat kabar Pakistan, pada tanggal 9 April 2010.

Sementara itu, klaim serupa juga muncul dalam bahasa Malaysia dan bahasa Thai, di mana salah satu unggahannya telah dibagikan lebih dari 15.000 kali.

Namun, klaim tersebut salah.

Saat dikonfirmasi oleh AFP, NASA mengatakan bahwa klaim yang menyebut matahari akan terbit dari barat adalah "salah".

"Baik NASA atau organisasi ilmiah lainnya tidak memprediksi matahari akan terbit dari barat, Bettina Inclán, seorang associate administrator komunikasi NASA, mengatakan melalui email pada tanggal 20 Februari 2019.

"Pembalikan kutub magnet adalah fenomena nyata yang telah terjadi berkali-kali di masa lalu, dan para ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, tetapi pembalikan yang menyebabkan bumi berputar ke arah yang berlawanan sehingga menyebabkan matahari terbit di barat adalah salah," tulisnya.

Dia mengatakan NASA dan organisasi ilmiah lainnya "terlalu sering menjadi target berita palsu dan klaim sains".

Tambahnya: "Hoax terbaru ini mirip dengan prediksi hari kiamat lainnya yang datang dan pergi."

NASA menerbitkan artikel penjelasan pada 1 Desember 2011 tentang fenomena pembalikan medan magnet bumi.

Artikel yang berjudul "2012: Pembalikan Kutub Magnetik Terjadi Sepanjang Waktu (Geologis)" menunjukkan bahwa fenomena ini telah terjadi beberapa kali selama ribuan tahun terakhir, dan hal itu adalah "suatu kaidah, bukan pengecualian".

"Tidak seperti magnet batangan klasik, atau magnet dekoratif di lemari es anda, hal yang mengatur medan magnet bumi terus bergerak," kata artikel itu, seraya menekankan bahwa "tidak ada dalam jutaan tahun jejak geologis yang menunjukkan bahwa salah satu dari skenario kiamat 2012 yang terkait dengan pembalikan kutub harus ditanggapi dengan serius."

NASA juga menerbitkan artikel berjudul: "Mengapa matahari terbit di timur dan terbenam di barat?"

"Bumi berotasi atau berputar ke arah timur, dan itulah sebabnya matahari, bulan, planet-planet, dan bintang-bintang semuanya terbit di timur dan bergerak ke arah barat melintasi langit," tulis artikel itu.