
Klaim salah bahwa 'FIFA akan pajang kaki Pele di museum' beredar setelah wafatnya sang legenda sepak bola
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 18/01/2023 pukul 09:29
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Kate TAN, AFP Australia, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Kaki Pele akan dipajang di Museum, FIFA sudah meminta izin keluarga Pele. Keluarga Pele juga sudah mengizinkan," demikian bunyi cuitan ini, yang diunggah pada tanggal 2 Januari 2023.
"BREAKING: FIFA akan menyimpan kaki Pele di museum. Keluarga Pele telah memberikan izin. [TNT_Sports_Brazil]," tulis kalimat yang ditempel pada foto.

Narasi itu juga telah diunggah di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini, di mana postingan itu dibagikan lebih dari 170 kali.
Klaim yang sama juga telah menyebar dalam bahasa Inggris di negara lain, misalnya di Papua Nugini, Ghana dan Nigeria, setelah bintang sepakbola itu wafat dalam usia 82 tahun di akhir bulan Desember 2022.
Dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa, Pele merupakan satu-satunya pesepak bola dalam sejarah yang pernah memenangi tiga Piala Dunia: tahun 1958, 1962 dan 1970.
Unggahan-unggahan itu telah memicu kritik dari pengguna medsos yang terlihat percaya akan klaim tersebut.
"Smpe Segininya fifa nyari duit?" tulis seorang pengguna Twitter, sementara seorang pengguna Facebook berkomentar: "fifa pesikopet".

Informasi yang salah
Merespons unggahan-unggahan itu, seorang perwakilan FIFA mengatakan kepada AFP: "Kami sepenuhnya menyangkal klaim tersebut."
Pele dimakamkan pada tanggal 3 Januari 2023 di Memorial Ecunumical Cemetery di kota pelabuhan Santos, di mana "Sang Raja" menghabiskan sebagian besar waktunya bermain sepak bola.
Seorang jubir kompleks pemakaman itu mengatakan kepada AFP bahwa tubuh sang legenda sepakbola yang telah dibalsem akan disemayamkan di dalam peti yang disimpan dalam mausoleum berukuran 200 meter persegi yang didekorasi seperti stadion sepak bola.
Sementara itu, juru bicara TNT Sports Brasil mengatakan mereka tidak pernah menerbitkan berita seperti diklaim unggahan menyesatkan.
"Kami bukan sumber laporan/postingan itu," kata jubir media berbahasa Portugis itu kepada AFP.
Pencarian pada situs web TNT Sports Brasil tentang kematian Pele tidak menemukan jejak klaim palsu itu.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami