Postingan sebar klaim salah bahwa 'rudal Rusia dan Indonesia hancurkan Darwin di Australia'

Hak cipta AFP 2017-2023. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Postingan di YouTube dan Facebook membagikan video dengan klaim salah bahwa rudal Rusia dan Indonesia menyerang dan menghancurkan kota Darwin di Australia. Video dengan narasi salah itu mendapat tontonan puluhan ribu kali. Tidak ada bukti bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Adegan-adegan video berisi pesawat tempur Rusia jatuh di Ukraina, kebakaran di Moskow, dan latihan militer di Lituania. Narator di dalam video membaca pelintiran laporan berita Kompas.com soal invasi Rusia di Ukraina.

"RIBUAN RUDAL BERSELIWERAN!! SERANGAN TNI-RUSIA BERHASIL HANCURKAN JANTUNG KOTA AUSTRALIA," bunyi judul video ini, yang diunggah di YouTube pada tanggal 24 Desember 2022.

Video berdurasi delapan menit dan 14 detik itu berisi tiga adegan utama. Pertama, benda serupa bola api besar di langit gelap. Kedua, sebuah kebakaran. Ketiga, sejumlah tentara dan alat perang dalam sebuah latihan tempur di ruang terbuka.

Di detik keenam video itu, narator membacakan teks berbunyi, "Perang makin panas. Pasukan TNI mulai diperintahkan maju ke Australia dari segala arah."

Di menit 1:20, narator kembali bersuara dengan menyebutkan, "Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mulai memerintahkan pasukan TNI untuk maju di Australia dari segala arah pada Jumat, 23 Desember 2022.

"Prabowo mengatakan, pihaknya telah menembakkan rudal jelajah ke sasaran militer di Australia dan akan mengembangkan serangan dari segala arah, setelah menuduh Australia menolak pembicaraan.

"Pada Jumat malam, waktu setempat, sebuah ledakan dilaporkan telah menerangi langit di kota maritim strategis wilayah Darwin di Australia Utara.

Lalu pada menit 2:03, sang narator berkata, "PM Australia Anthony Albanese bersumpah tidak akan pernah menyerah pada Indonesia dan sekutunya. Apalagi menyerahkan sengketa Pulau Pasir ke tangan Indonesia."

Video itu telah ditonton lebih dari 70.000 kali.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 16 Januari 2023

Di bulan Oktober 2022, media Indonesia mewartakan rencana seorang nelayan Indonesia untuk menggugat Australia soal "kepemilikan Pulau Pasir".

Dikenal sebagai Karang Ashmore di Negeri Kangguru, Pulau Pasir adalah bagian dari MoU Box di perbatasan Indonesia-Australia di Laut Timor.

Nelayan tradisional Indonesia dibolehkan melaut di situ dengan basis perjanjian tahun 1974 antara dua negara bertetangga itu.

Video serupa telah ditonton lebih dari 40.000 kali setelah muncul juga di YouTube di sini dan di sini; serta di Facebook di sini dan di sini.

Kenyataannya, tidak ada laporan sahih atas serangan rudal ke Australia sebagaimana diklaim video-video sesat itu.

Video yang tak ada hubungannya

Dengan bantuan alat verifikasi digital InVID-WeVerify, AFP menemukan tak satu pun adegan di dalam video yang menunjukkan serangan rudal di Darwin, ibu kota negara bagian Australia Utara.

Adegan pembuka video muncul di bulan Maret 2022, dalam laporan dari CNN Indonesia di sini, agensi lisensi video Inggris Newsflare di sini and tabloid Inggris The Daily Mail di sini.

Menurut semua laporan, video tersebut menampilkan sebuah pesawat tempur Rusia yang jatuh ditembak di Kharkiv, di bagian timur Ukraina.

Berikut perbandingan tangkapan layar gambar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli dari The Daily Mail (kanan):

Perbandingan tangkapan layar gambar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli dari The Daily Mail (kanan)

Selanjutnya, adegan gedung kebakaran sebenarnya menunjukkan peristiwa kebakaran sebuah pusat perbelanjaan di Moskwa pada bulan Desember 2022, seperti diberitakan Euronews di sini dan BBC di sini.

Berikut perbandingan tangkapan layar gambar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli dari Euronews (kanan):

Perbandingan tangkapan layar gambar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli dari Euronews (kanan)

Terakhir, adegan-adegan tentara dan kendaraan militer sebenarnya menunjukkan latihan militer Lituania besar-besaran bersama dengan delapan negara anggota NATO lainnya pada bulan Oktober 2022.

Video tersebut diunggah NATO di situs web mereka pada tanggal 27 Oktober 2022 di sini.

Berikut perbandingan tangkapan layar gambar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli NATO (kanan):

Perbandingan perbandingan tangkapan layar gambar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli NATO (kanan)

Narasi pelintiran

Lewat pencarian kata kunci di Google, AFP mendapati bahwa narasi yang dibacakan dalam video sesat dipelintir dari laporan berita soal invasi Rusia di Ukraina.

Laporan aslinya diterbitkan Kompas.com pada tanggal 27 Februari 2022, dengan judul: "Pasukan Rusia Mulai Diperintahkan Maju ke Ukraina dari Segala Arah".

Berita Kompas.com itu tidak menyebut Australia sama sekali. Narasi video sesat mengganti beberapa detail berita tersebut dan menambahkan sejumlah teks fiktif terkait Australia.

Misalnya, narator video sesat berkata, "Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mulai memerintahkan pasukan TNI untuk maju di Australia dari segala arah pada Jumat, 23 Desember 2022."

Dalam berita asli, bagian tersebut berbunyi, "Rusia mulai memerintahkan pasukannya untuk maju di Ukraina dari segala arah pada Sabtu (26/2/2022)."

Bagian lain yang diplintir adalah saat narator berujar: "Pada Jumat malam, waktu setempat, sebuah ledakan dilaporkan telah menerangi langit di kota maritim strategis wilayah Darwin di Australia Utara."

Liputan Kompas.com aslinya menulis, "Pada Sabtu malam waktu setempat, sebuah ledakan dilaporkan telah menerangi langit di kota maritim strategis Mykolaiv di Ukraina selatan saat penembakan hebat bergema di sekitar pinggirannya."

Dalam video sesat, narator juga berkata, "PM Australia Anthony Albanese bersumpah tidak akan pernah menyerah pada Indonesia dan sekutunya. Apalagi menyerahkan sengketa Pulau Pasir ke tangan Indonesia."

Adapun Kompas.com sejatinya memberitakan, "Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah pada Rusia."

Laporan Kompas.com adalah saduran liputan berita AFP berbahasa Inggris, dengan judul: "Pasukan Rusia diperintahkan maju dari 'segala penjuru' di Ukraina."

AFP sebelumnya membongkar klaim salah lainnya tentang terjadinya perang antara Indonesia dan Australia, seperti ini, ini dan ini.