
Unggahan medsos bagikan klaim salah soal orang pingsan saat antre beli jam tangan Jepang di Grand Indonesia
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 28/02/2023 pukul 10:13
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Ya Tuhan, banyak sekali orang pingsan di mal di Jakarta," tulis sebuah unggahan Facebook yang dibagikan pada 1 Februari 2023 ini.
"Kemarin, brand jam tangan ternama asal Jepang, Osazuki, membuka cabang pertamanya di Jakarta," kata unggahan itu.
"Orang-orang sangat antusias dengan promosi ini dan datang ke sini dalam jumlah besar. Saya juga datang sangat awal dan masih harus mengantri selama lebih dari 4 jam untuk membeli. Situasi semakin parah karena banyak orang pingsan karena kelelahan dan kekurangan oksigen."
Unggahan itu berisi tiga foto, yakni apa yang terlihat seperti kerumunan orang di luar mal Grand Indonesia di Jakarta, seorang wanita terkapar pingsan, dan sepasang jam tangan.
Unggahan itu juga meminta orang untuk "membeli secara online untuk menghindari antrean" dan memberikan tautan ke situs web yang meminta detail pribadi.

Foto-foto yang sama dan klaimnya muncul dalam beberapa unggahan Facebook lain, seperti ini, ini dan ini, di mana postingan itu telah dibagikan lebih dari 200 kali.
Namun, AFP tidak menemukan satu pun berita kredibel tentang insiden yang diklaim.
Annisa Hazarini, juru bicara Grand Indonesia, mengonfirmasi klaim tersebut salah. "Tidak pernah ada antrean yang bikin kerumunan tidak terkendali. Peristiwa pingsan seperti itu juga tidak ada," katanya kepada AFP pada tanggal 21 Februari 2023.
Foto manipulasi
Selain itu, foto kerumunan di luar Grand Indonesia telah dimanipulasi.
Pencarian gambar terbalik Google menemukan foto asli kerumunan dalam sebuah artikel tentang mal di Malaysia yang ditutup sehari di bulan Maret 2018 setelah kerumunan orang berebut produk diskon Apple.
Seperti dilansir situs berita Coconuts KL, Mal MyTOWN di Kuala Lumpur ditutup pada tanggal 2 Maret 2018 atas alasan keamanan setelah "ribuan pelanggan" datang untuk mendapatkan diskon iPhone dan MacBook Pro.
Foto yang sama juga diterbitkan dalam laporan surat kabar Malay Mail tentang insiden yang sama.
Foto tampak luar bangunan Grand Indonesia telah ditambahkan menjadi latar belakang foto asli kerumunan di luar mal MyTOWN.
Foto mal di Jakarta itu sepadan dengan foto mal yang ditampilkan di Google Street View.
Berikut ini adalah tangkapan layar yang menunjukkan bagaimana gambar Grand Indonesia (atas) dan gambar kerumunan di luar mal MyTOWN (bawah) digabungkan di foto editan (tengah):

Lewat pencarian gambar terbalik, foto kedua sebelumnya diterbitkan dalam sebuah artikel tentang seorang wanita yang pingsan dalam acara penjualan produk Huawei di Singapura pada bulan Juli 2019.
"Seorang wanita lansia pingsan di luar toko Huawei Jurong Point konon karena promosi 54 dollar Singapura," demikian bunyi judul laporan Mothership.sg dengan tanggal terbit 26 Juli 2019.
Foto serupa juga muncul di laporan berita Stomp, media daring Singapura, di hari yang sama.
Menurut kedua artikel itu, pembeli berbondong-bondong datang ke toko Huawei di seluruh penjuru Singapura untuk mendapatkan ponsel Huawei Y6 Pro yang didiskon besar-besaran. Banyak lansia yang mengantre karena harga diskon 54 dollar Singapura (610.000 rupiah) hanya diberikan kepada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.
Foto wanita berjilbab yang mengipasi lansia pingsan itu sepertinya diambil dari video yang diposting di Facebook.
Seperti dilansir koran The Straits Times, polisi dipanggil selepas banyak orang marah karena mereka datang ke toko-toko di seluruh Singapura tapi kemudian diberitahu bahwa ponsel telah habis terjual.
Berikut perbandingan tangkapan layar foto kedua di unggahan sesat (kiri) dan foto di laporan Mothership.sg (kanan):

Merek jam tangan Jepang
Foto ketiga, yang menampilkan tangan seseorang memagang sepasang jam tangan, sama dengan gambar jam tangan pintar model D20 dari Zayraz, merek asal Pakistan.
Berikut perbandingan tangkapan layar foto ketiga di unggahan sesat (kiri) dan foto dari situs web Zayraz (kanan):

AFP tidak menemukan adanya merek jam tangan Jepang bernama "Osazuki". Seorang jurnalis AFP di Tokyo juga tak bisa menemukan merek jam tangan tersebut di Jepang.
Penipu daring sering menggunakan Facebook untuk memikat korban dengan iming-iming barang diskon sebagai ganti informasi pribadi.
AFP sebelumnya telah membongkar hoaks serupa yang mengklaim orang jatuh pingsan di tengah penawaran diskon di mal di Malaysia dan Surabaya.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami