
Unggahan YouTube bagikan klaim salah tentang 'warga Australia demo minta damai dengan Indonesia'
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 03/03/2023 pukul 12:49
- Diperbarui pada hari 04/03/2023 pukul 02:30
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu salah satunya telah ditonton lebih dari 357.000 kali setelah diunggah di YouTube di sini pada tanggal 26 November 2022.
"Tepat Hari Ini.!! Warga Australia Demo Minta Damai Dengan Indonesia & Selasaikan Kepulauan Pasir," demikian bunyi judul video yang berdurasi lima menit dan 14 detik itu.
Gambar keluku (thumbnail) video memperlihatkan logo media CNBC dan teks yang berbunyi: "Gegerkan media barat! warga Australia demo minta damai dengan RI".
Dalam gambar keluku, seorang pembawa berita wanita berdiri di depan layar yang memperlihatkan kerumunan orang berdemo dengan membawa bendera Australia dan Indonesia, serta sebuah poster bertuliskan: "Stop War Indonesia".

Video lain juga telah beredar di YouTube dengan klaim serupa, seperti di sini, di sini, di sini dan di sini -- dengan total jumlah view melebihi 441.000 kali.
Pada bulan Oktober 2022, sejumlah media, termasuk kantor berita Antara, memberitakan bahwa seorang nelayan Indonesia bermaksud mengajukan gugatan terhadap Australia perihal "kepemilikannya atas Pulau Pasir".
Gugusan pulau karang tersebut masuk dalam zona kotak perjanjian, yakni sebuah kawasan di perairan Australia di Laut Timor yang dapat diakses oleh nelayan tradisional Indonesia berdasarkan perjanjian tahun 1974 antara kedua negara bertetangga tersebut.
Namun, klaim tersebut salah.
Gambar editan
Pencarian gambar terbalik menggunakan Google dan Yandex menemukan bahwa gambar keluku itu telah disunting menggunakan foto yang tidak ada kaitannya dengan klaim.
Foto pembawa acara wanita diambil dari gambar keluku video berita CNBC Indonesia ini, yang diunggah di kanal YouTube mereka pada tanggal 24 November 2022.
Dalam gambar keluku asli, pembawa berita Savira Wardoyo terlihat berdiri di depan layar TV yang menampilkan gambar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Dalam segmen berita asli CNBC Indonesia, tak ada ulasan tentang demonstrasi warga Australia.
Foto peserta aksi unjuk rasa di layar TV itu dicomot dari laporan bulan November 2015 ini, yang diterbitkan Australian Broadcasting Corp (ABC) tentang penduduk yang memprotes rencana pembangunan masjid baru di Buchanan, New South Wales, Australia.
Pada gambar aslinya, tulisan berbahasa Inggris pada spanduk besar itu berbunyi: "Demo Klaim Kembali Australia di Newcastle", sedangkan tulisan pada poster berbunyi: "Hentikan Masjid Buchanan".
Pada gambar keluku hasil suntingan, spanduk besar diganti dengan bendera Indonesia, sedangkan tulisan pada poster diganti dengan tulisan "Stop War Indonesia." Satu bendera merah putih juga ditambahkan dalam gambar editan itu.
Berikut perbandingan tangkapan layar antara gambar keluku hasil editan (tengah), gambar keluku video asli CNBC Indonesia (atas) dan foto asli ABC (bawah):

Klip tak berkaitan
AFP telah memeriksa video di unggahan menyesatkan dan tidak menemukan satu pun dari cuplikan video yang menunjukkan warga Australia berdemo menuntut rekonsiliasi pemerintah mereka dengan Indonesia.
Video empat detik pertama menunjukkan Presiden Joko "Widodo dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida saat KTT G20 di Bali pada bulan November 2022, sedangkan pada menit 1:10 terlihat pertemuan antara Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat perhelatan tersebut.
Pada detik keenam, video tersebut memperlihatkan kapal Angkatan Laut Rusia dalam kunjungan persahabatan ke kota Portsmouth di Inggris pada tahun 2012.
Tayangan pada detik ke-10 menunjukkan unjuk rasa "Hari Invasi" di kota Brisbane, Australia, pada tanggal 26 Januari 2021. Demo "Hari Invasi" adalah bagian dari unjuk rasa nasional yang menyerukan penghapusan Hari Australia dan perubahan kebijakan untuk membantu penduduk asli negara tersebut.
Klip lain dalam video menunjukkan peristiwa yang tidak berkaitan dengan klaim di video menyesatkan, di antaranya pertemuan antara Jokowi dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese saat KTT ASEAN-Australia di Kamboja pada bulan November 2022, serta persiapan TNI di bulan Oktober 2022 untuk mengamankan KTT G20 di Bali.
Tidak ada konflik wilayah
Klaim bahwa Australia dan Indonesia sedang berperang memperebutkan Pulau Pasir tidak benar.
Indonesia tidak pernah mengklaim Pulau Pasir sebagai miliknya dan tidak ada laporan kredibel bahwa Indonesia dan Australia sedang berperang.
AFP sebelumnya telah membantah klaim serupa tentang konflik militer fiktif antara Indonesia dan Australia atas sengketa Pulau Pasir, seperti di sini, di sini dan di sini dan di sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami