
Ini video air selokan di Meksiko, bukan 'limbah PLTN Jepang yang dibuang ke laut'
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 08/09/2023 pukul 11:08
- Diperbarui pada hari 08/09/2023 pukul 11:52
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Tommy WANG, AFP Hongkong, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu telah ditonton lebih dari 209.000 kali selepas diunggah pada tanggal 25 Agustus 2023 di sini di TikTok.
"Pelepasan limbah nuklir Jepang ke laut," demikian bunyi teks yang disematkan pada video berdurasi 23 detik itu.
Keterangan video tertulis: "Limbah nuklir Jepang".

Video itu beredar sehari setelah PLTN Fukushima di Jepang, yang rusak karena gempa tahun 2012, mulai membuang air limbah cair ke Samudra Pasifik.
Walau dikritik Tiongkok, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), lembaga pengawas PBB, mengatakan konsentrasi tritium dalam air limbah yang dibuang berada di bawah tingkat yang diekspektasi dan Jepang telah berulang kali menegaskan bahwa pembuangan air tersebut tidak berbahaya.
Klaim itu juga tersebar dalam postingan video ini dan ini di Facebook, serta dalam postingan video di Facebook dan TikTok, yang menampilkan rekaman yang diambil dari sudut yang agak berbeda. Semua unggahan video tersebut telah ditonton lebih dari 5.000 kali.
Narasi serupa itu juga beredar dengan postingan dalam bahasa Mandarin di Weibo, bahasa Korea di Facebook dan bahasa Inggris di YouTube.
Namun, klaim tersebut salah.
Air selokan di Meksiko
Gabungan pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan bahwa Reuters pernah mengunggah video yang mirip di Twitter, yang kini dikenal sebagai X, pada tanggal 30 Juni 2020 (tautan arsip).
Laporan video itu berjudul: "Pembuangan air limbah memicu kekhawatiran akan adanya pencemaran di teluk Acapulco".
Wastewater runoff sparks contamination fears in Mexico's iconic Acapulco bay pic.twitter.com/V44O03r2sT
— Reuters (@Reuters) June 30, 2020
Kantor berita tersebut juga mengunggah video itu di situs webnya pada hari yang sama (tautan arsip).
Keesokan harinya, pada tanggal 1 Juli 2020, Reuters menerbitkan laporan tentang kejadian tersebut, dan mengatakan bahwa pantai di tempat itu dikotori oleh "pembuangan limbah mentah dalam jumlah besar" (tautan arsip).
"Pejabat resmi mengatakan bahwa laporan awal mengindikasi pembuangan tersebut mungkin terkait dengan masalah meluapnya selokan yang berpotensi diperparah oleh hujan lebat dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan banjir di beberapa bagian di Acapulco," tulis artikel tersebut.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli yang diunggah Reuters (kanan):

Video kejadian yang diambil dari sudut yang sedikit berbeda dipublikasikan dalam laporan Milenio, media Meksiko, bertanggal 26 Juni 2020 (tautan arsip).
AFP menelusuri lokasi kejadian dalam video menggunakan patokan gedung yang terlihat pada detik ke-23 di video sesat yang diunggah di Weibo, dan menemukan lokasinya sepadan dengan tampilan pantai di Acapulco di Google Earth.
Berikut tangkapan layar perbandingan video di unggahan sesat Weibo (kiri) dan citra pantai Acapulco di Google Earth (kanan), dengan fitur sepadan ditandai AFP:

Dalam pernyataan tertanggal 14 Juli 2020, Komisi Air Nasional Meksiko (Conagua) mengatakan terkait insiden tersebut, mereka telah mengajukan tuntutan pidana terhadap lembaga yang bertanggung jawab atas air limbah dan sistem pembuangan limbah kota Acapulco (tautan arsip).
AFP pernah membantah postingan yang memakai video dari Acapulco untuk menyebarkan hoaks bahwa peristiwa itu terjadi di Spanyol.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami