
Video ikan mati di pantai telah beredar berbulan-bulan sebelum limbah PLTN Fukushima dibuang
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 08/09/2023 pukul 13:58
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: SHIM Kyu-Seok, AFP Korea Selatan, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu diunggah pada tanggal 29 Agustus 2023 di sini di Facebook, di mana video itu telah ditonton lebih dari 12.000 kali.
Tayangan berdurasi 22 detik itu memperlihatkan ikan mati berserakan dan bertumpukan di pantai.
"Kalau bisa untuk sementara jangan mengkonsumsi makan Jepang ( seafood, rumputlaut dll) Korban Radioaktif mulai nampak bertahap ?" demikian bunyi sebagian status unggahan Facebook itu.

Postingan itu muncul beberapa hari setelah Jepang mulai membuang air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima pada tanggal 24 Agustus 2023. Langkah itu diprotes tak hanya oleh pemerintah Tiongkok tapi juga banyak warga Korea Selatan.
Sehari sesudahnya, TEPCO, operator PLTN Fukushima, mengatakan sampel awal air laut setelah limbah dilepaskan menunjukkan tingkat radioaktivitas dalam batas aman.
Video yang sama juga telah ditonton lebih dari 3.100 kali selepas dibagikan dengan klaim serupa di TikTok dan di Facebook.
Narasi itu juga beredar dalam bahasa Korea, bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.
Namun klaim tersebut salah.
Video lama
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa video itu beredar beberapa bulan sebelumnya. Salah satunya diunggah di Douyin, aplikasi TikTok untuk pengguna di Tiongkok, pada tanggal 7 Februari 2023 (tautan arsip).
Rekaman video yang sama juga muncul di hari yang sama dalam unggahan di Sina Weibo, platform medsos Tiongkok lainnya, disertai keterangan bahasa Mandarin: "Siaran langsung oleh selebriti internet di Jepang" yang menyaksikan "bangkai ikan dalam jumlah besar di sebuah pantai" (tautan arsip).
"Seseorang berkata dalam siaran langsung kalau mereka melihat ganggang merah, dan beberapa orang lainnya dengan nada takut bertanya apakah akan terjadi gempa bumi," tulis keterangan dalam unggahan itu.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan sesat (kiri) dan video asli di Weibo (kanan):

Joetsu Times, media lokal Jepang, melaporkan pada tanggal 7 Februari 2023, hari yang sama saat video diunggah, bahwa sejumlah besar ikan terdampar di pantai di Kota Itoigawa (tautan arsip).
Kota Itoigawa terletak di Prefektur Niigata, di pantai barat Jepang, dan berjarak lebih dari 280 kilometer dari PLTN Fukushima, yang terletak di Prefektur Fukushima, di pantai timur Jepang (tautan arsip ini dan ini).
Dalam laporan Joetsu Times, juga diterbitkan foto yang menunjukkan pemandangan yang identik dengan yang terlihat di video sesat.
Diterjemahkan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: "Pantai pelabuhan perikanan Tsutsuishi, lokasi sejumlah besar ikan mati terdampar (setelah pukul 17:00 pada tanggal 7)".
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan sesat (kiri) dan foto yang diunggah Joetsu Times (kanan), dengan bagian-bagian yang identik ditandai AFP:

Insiden ini diberitakan secara luas di Jepang termasuk oleh stasiun televisi Jepang, seperti NHK, TBS dan NTV (tautan arsip ini, ini dan ini).
Seorang pejabat setempat mengatakan kepada AFP di akhir bulan Agustus 2023 bahwa sekitar 250 ton ikan yang mati berhasil dikumpulkan, namun penyebab kematiannya masih belum jelas.
AFP berhasil melacak lokasi pengambilan video di pantai dekat pelabuhan perikanan Tsutsuishi, di Kota Itoigawa (tautan arsip).
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan sesat (kiri) dan gambar dari Google Street View (kanan), bagian yang sama ditandai AFP dengan kotak merah:

AFP sebelumnya membongkar klaim salah lainnya terkait pembuangan air limbah PLTN Fukushima di sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami