
Foto hasil buatan AI yang menunjukkan pendemo di Turki dalam kostum Pikachu viral di media sosial
- Diterbitkan pada hari 04/04/2025 pukul 09:32
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Chayanit ITTHIPONGMAETEE, AFP Thailand
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Terlihat Pikachu dari serial Pokemon ikut juga dalam aksi demo di Turki," tulis keterangan dalam sebuah postingan Facebook yang diunggah pada 28 Maret.
"Demonstrasi besar ini terjadi karena rezim Erdogan menangkap sepihak calon presiden oposisi "Ekrem Imamoglu" yg merupakan pesaing terkuat Erdogan."

Postingan dalam bahasa Thailand, Inggris, Spanyol dan Yunani juga dibagikan puluhan ribu kali dengan klaim yang sama.
Menurut laporan AFP, penangkapan tokoh oposisi serta Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, atas tuduhan korupsi dan terorisme di Turki, memicu kerusuhan terburuk dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 300 siswa ditangkap dan ditahan (tautan arsip).
Imamoglu yang berusia 53 tahun adalah anggota partai oposisi Partai Rakyat Republik (CHP) dan dianggap sebagai satu-satunya politikus yang mampu mengalahkan Erdogan dalam pilpres.
Postingan foto Pikachu itu beredar setelah beberapa laporan media memberitakan bahwa seorang pendemo terlihat berlari menjauhi poisi dalam kostum tiup Pikachu (tautan arsip di sini dan sini).
Namun faktanya, gambar yang beredar itu adalah buatan AI.
'Tidak asli'
Sebuah pencarian gambar terbalik menemukan gambar versi utuh yang dibagikan di X pada 27 Maret 2025 oleh seorang jurnalis yang tinggal di Inggris -- postingan itu sekarang sudah dihapus.
Gambar yang diunggahnya menunjukkan ketidakkonsistenan visual, seperti label pada mobil polisi yang salah pengejaannya sehingga terbaca "Tolis".

Perusahaan forensik digital GetReal Labs menyampaikan pada AFP bahwa gambar tersebut "tidak asli" dan menandainya sebagai hasil-AI (tautan arsip).
"Ketiga model kami yang dilatih untuk mendeteksi gambar yang dihasilkan AI menandai gambar tersebut sebagai buatan [AI]," kata GetReal dalam email pada tanggal 28 Maret.
Menurut mereka, foto Pikachu itu hanyalah satu dari banyak contoh gambar buatan AI yang dibagikan bersamaan dengan beredarnya video dan foto asli ketika sebuah kejadian breaking news terjadi, misalnya seperti saat Badai Milton dan kebakaran Los Angeles.
"Seiring konten sintetis yang semakin meyakinkan di media, pengguna internet akan semakin sering menemui konten yang tidak berlabel dan konten palsu yang makin sulit dideteksi secara langsung."
Belum ada metode yang paling jitu untuk mengenali media yang dihasilkan AI, namun mengidentifikasi ketidakkonsistenan visual dapat membantu, karena karena kesalahan masih sering ditemukan terlepas dari perkembangan pesat teknologi AI.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami