Video menunjukkan acara dzikir bertema kemerdekaan, bukan perayaan Natal di Masjid Istiqlal
- Diterbitkan pada hari 09/01/2026 pukul 11:06
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Sebuah video lama acara dzikir bertema kemerdekaan beredar di media sosial dengan narasi salah bahwa rekaman tersebut memperlihatkan perayaan Natal di Masjid Istiqlal di Jakarta. Faktanya, klaim tersebut telah dibantah oleh seorang pengurus Masjid Istiqlal, dan penyelenggara acara pernah menjelaskan bahwa peserta dzikir mengenakan pakaian bertema bendera merah putih sebagai "simbol cinta tanah air".
"Pertama kali Natal bersama dirayakan di Masjid Istiqlal berbaur jadi satu, Kristen & Muslim Munafik & Fasik. Astaghfirullaah..." tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada tanggal 29 Desember 2025.
"Inilah yg dikatakan toleransi beragama kebablasan unlimited," tambah keterangan pada postingan.
Video berdurasi hampir empat menit itu memperlihatkan peserta sebuah acara mengenakan pakaian menyerupai kostum Santa Claus, dan mereka terlihat menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Video itu mulai beredar di TikTok dan Instagram beberapa hari setelah Hari Natal 2025.
Beberapa pengguna media sosial tampak mengecam acara tersebut dan percaya bahwa klaim pada postingan benar.
"Tinggal tunggu azab dari Allah aja kalau kita semua diam melihat kesesatan ini," tulis salah satu komentar.
"Masjid terbesar di Indonesia jadi tempat kayak gini Astaghfirullah," tulis komentar lainnya.
Namun faktanya video tersebut adalah rekaman lama yang menunjukkan acara keagamaan Islam di Masjid Istiqlal dan tidak terkait dengan perayaan Natal.
Sebelumnya, AFP pernah menyanggah postingan lain yang menyalahgunakan video tersebut dengan narasi bahwa paduan suara Kristen tengah bersiap dalam rangka menyambut kedatangan Paus Fransiskus di Masjid Istiqlal.
Abu Hurairah Abdul Salam, seorang pejabat senior di Masjid Istiqlal, mengatakan kepada AFP bahwa klaim tersebut adalah hal yang "tidak mungkin" dan tidak pernah terjadi. Ia juga menyatakan bahwa video itu berasal dari tahun 2024.
"Tidak mungkin ada perayaan Natal di Istiqlal," katanya pada 6 Januari lalu.
Pesantren Jagat 'Arsy, pihak menyelenggarakan acara, pernah mengeluarkan pernyataan pada tanggal 3 September 2024 bahwa acara yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2024 tersebut merupakan bagian dari perayaan kemerdekaan (tautan arsip).
Menurut keterangan mereka yang didapatkan oleh AFP dari pihak masjid, para jamaah yang hadir menggunakan pakaian bertema warna merah dan putih sebagai "simbol kecintaan terhadap lambang negara".
Kegiatan hari itu diisi dengan dzikir, sholat subuh, manaqib, ceramah agama, juga menyanyikan lagu kebangsaan.
Pencarian dengan kata kunci di YouTube menemukan bahwa acara tersebut pernah disiarkan secara langsung oleh kanal YouTube Jagat 'Arsy pada 31 Agustus 2024, namun video siaran langsung itu kini sudah dihapus. Beberapa orang yang tampak pada video yang beredar terlihat sama dengan mereka yang muncul dalam video yang disiarkan langsung oleh Jagat 'Arsy di YouTube.
Acara tersebut juga bisa dilihat di video lain yang juga disiarkan secara langsung oleh sebuah akun YouTube dengan pengambilan gambar dari sudut yang berbeda (tautan arsip).
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami