Foto wanita Venezuela menangis terharu setelah Maduro ditangkap AS adalah buatan AI

Setelah militer Amerika Serikat (AS) menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro di ibu kota Caracas, sebuah gambar yang memperlihatkan seorang wanita menangis terharu sambil memeluk bendera negara Amerika Latin itu beredar di media sosial. Faktanya, gambar itu berasal dari video yang menampilkan sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri-ciri konten kecerdasan buatan (AI).

"Rakyat Venezuela bersukacita dan turun di jalan-jalan merayakan pembebasan mereka dari pemerintahan diktator. Banyak yang menangis bahagia," tulis keterangan gambar yang diunggah di Facebook pada tanggal 4 Januari 2026. 

"Mereka berterima kasih pada Presiden Donald Trump yang telah bantu mereka menangkap Presiden Maduro. Doakan untuk orang-orang Venezuela yang merayakan penyingkiran Maduro," lanjut keterangan postingan.

Gambar pada postingan memperlihatkan seorang wanita dengan ekspresi terharu sedang memeluk bendera Venezuela.

Image
Tangkapan layar postingan misinformasi dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan serupa juga menyebar di Facebook dan TikTok dalam bentuk kompilasi video. 

Video wanita tersebut juga beredar dengan klaim yang mirip dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Inggris, Spanyol, dan Portugis.  Salah satu postingan bahkan telah dibagikan ulang oleh pemilik X, Elon Musk.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Caracas menggunakan uang hasil penjualan minyak untuk membiayai "terorisme narkotika, perdagangan manusia, dan penculikan serta pembunuhan" (tautan arsip).

Menyusul aktivitas militer AS yang kontroversial selama berbulan-bulan di daerah tersebut, AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada tanggal 3 Januari dini hari dan memindahkan mereka ke AS. Keduanya menyatakan tidak bersalah atas tudingan penyelundupan narkotika dan tuntutan lainnya di pengadilan federal New di New York pada tanggal 5 Januari.

Maduro, yang mendeskripsikan dirinya sebagai seorang sosialis, bersikeras menyatakan bahwa ia masih menjabat sebagai Presiden Venezuela -- jabatan yang telah ia pegang selama lebih dari satu dekade melalui serangkaian pemilu yang oleh AS dan sejumlah negara lainnya dianggap sebagai pemilu yang tidak sah (tautan arsip di sini, sini, dan sini).

Seiring beredarnya berita penangkapan Maduro, warga Venezuela di berbagai penjuru dunia mengibarkan bendera dan bersuka cita (tautan arsip di sini dan sini).Sementara itu, sekitar 2.000 pendukung presiden yang telah diturunkan dari jabatannya itu melakukan unjuk rasa di Caracas sehari setelah penangkapan (tautan arsip).

Namun, gambar yang memperlihatkan wanita Venezuela dengan ekspresi terharu tersebut bukan berasal dari peristiwa nyata.

Pencarian gambar terbalik mengungkap bahwa gambar wanita tersebut pertama kali diunggah dalam bentuk video oleh akun TikTok @curiousmindusa --saat ini sudah dihapus -- yang beberapa postingannya, menurut laporan jurnalis BBC Shayan Sardarizadeh, merupakan konten AI (tautan arsip di sini, sini, sini, sini, dan sini). AFP telah menghubungi pemilik akun tersebut tetapi tidak mendapatkan jawaban.

AFP melakukan analisis pada video sama yang diunggah di X dan menemukan sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri konten AI.

Misalnya, sejumlah bendera yang nampak dalam klip tersebut terlihat aneh dan tampak buram. Kemudian, orang-orang di dalam video itu juga tiba-tiba menghilang atau berpindah tempat dengan cepat. Kedua kejanggalan ini merupakan ciri umum konten yang dihasilkan oleh AI.

Image
Tangkapan layar video salah yang lebih lengkap, dengan bagian yang ditandai oleh AFP

Meskipun terdapat laporan bahwa warga Venezuela di luar negeri bersuka cita menyusul tertangkapnya Maduro, AFP tidak menemukan laporan kredibel yang menunjukkan perayaan yang sama di negara Amerika Selatan itu

Sebelumnya, AFP telah membantah misinformasi lain terkait peristiwa di Venezuela.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami