Video menunjukkan protes pemilu 2024, bukan perayaan penangkapan Maduro

Sehari setelah Amerika Serikat (AS) menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, video lama yang memperlihatkan kerumunan orang beredar dengan narasi salah bahwa tayangan itu menunjukkan masyarakat bersuka cita atas peristiwa tersebut di jalanan kota Caracas, ibu kota negara Amerika Selatan itu. Faktanya, video itu menunjukkan demonstrasi untuk mendukung kelompok oposisi menyusul kemenangan Maduro dalam pemilihan presiden pada Juli 2024 yang disengketakan.

"Rakyat di seluruh Venezuela merayakan penangkapan diktator narkoba komunis Maduro oleh Amerika, dan mereka akhirnya bebas," tulis keterangan video yang dibagikan di Facebook pada tanggal 4 Januari 2026.

"Jangan biarkan siapa pun mengatakan bahwa Trump tidak melakukan hal yang benar," lanjut keterangan postingan.

Video menunjukkan sebuah area yang dipenuhi massa dan beberapa kendaraan yang melintas dengan pelan di antara kerumunan tersebut.

Image
Tangkapan layar postingan Facebook yang salah, diambil pada 9 Januari 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Rekaman yang sama juga beredar dengan klaim yang mirip di Facebook dan TikTok setelah operasi militer AS menggulingkan Maduro dari kekuasaan (tautan arsip).

Militer AS membawa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ke AS untuk menghadapi persidangan atas tuduhan penyelundupan narkotika dan berbagai tuntutan lainnya.  Keduanya menyatakan tidak bersalah dalam persidangan di New York pada tanggal 6 Januari (tautan arsip).

Pada hari yang sama, ribuan orang berunjuk rasa di Caracas untuk mendukung Maduro, sedangkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik sebagai presiden ad interim. 

Meskipun benar ribuan warga Venezuela di luar negeri dilaporkan merayakan penggulingan pemimpin otoriter tersebut, video di postingan Facebook tersebut telah beredar lebih dari setahun sebelum operasi AS terhadap Maduro terjadi (tautan arsip).

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video mengarahkan kepada rekaman sama yang dibagikan oleh media Argentina El Tribuno dan Infobae (tautan arsip di sini dan sini).

Video dari Infobae dibagikan pada pada tanggal 31 Juli 2024, dengan keterangan yang menyatakan bahwa rekaman itu memperlihatkan protes besar di Caracas setelah "penipuan pemilu" oleh Maduro.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video sama yang dibagikan Infobae (kanan)

Ribuan warga Venezuela berkumpul pada 30 Juli 2024 dalam rangka aksi dukungan damai terhadap kelompok oposisi Maduro (tautan arsip). Mereka bergerak sehari setelah 12 orang meninggal dunia dan ratusan orang ditangkap selama aksi demonstrasi menolak hasil pemilu yang dimenangkan oleh Maduro.

Sebelum pemilu, jajak pendapat independen telah memprediksi bahwa pensiunan diplomat Edmundo Gonzalez Urrutia akan memenangkan pilpres dengan selisih suara yang besar. Di samping itu, banyak suara dari luar negeri yang menyerukan agar lembaga pemilu Venezuela -- yang berpihak pada Maduro -- merilis rincian hasil pemungutan suara yang menunjukkan kemenangan bagi Maduro.

Protes pada 30 Juli 2024 tersebut dihadiri oleh Gonzales Urrutia dan Maria Corina Machado, pemimpin oposisi yang ditolak ikut pemilu berdasarkan putusan pengadilan yang juga berpihak kepada Maduro.

Foto demonstrasi yang diambil oleh AFP memperlihatkan pemimpin-pemimpin oposisi menyapa para pendukungnya dari truk di luar kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Caracas. 

Kendaraan yang terlihat pada foto AFP juga sesuai dengan yang ada di video salah.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara kendaraan di video salah (kiri) dan foto AFP yang diambil pada Juli 2024 (kanan)

Sebelumnya, AFP telah membantah misinformasi lain terkait Venezuela setelah penangkapan Maduro.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami