Video anggota parlemen Inggris serukan penangkapan Netanyahu adalah buatan AI

  • Diterbitkan pada hari 14/01/2026 pukul 10:04
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Menyusul ditangkapnya pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), beredar video AI yang menunjukkan seorang anggota parlemen Inggris mempertanyakan mengapa AS tidak bisa menangkap pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu, dan membawanya ke pengadilan internasional. Namun, klip tersebut mengandung kejanggalan visual yang menjadi ciri konten AI. Video sama yang beredar di postingan lain menampilkan logo Sora, sebuah aplikasi pembuat video AI milik OpenAI.

"Jika Amerika Serikat dapat melakukan operasi di Venezuela untuk menangkap Nicolás Maduro, seorang presiden terpilih, dan mengadilinya di pengadilan Amerika, lalu mengapa tidak mungkin untuk menangkap Benjamin Netanyahu dari Israel dan membawanya ke pengadilan internasional?" kata seorang pria dalam bahasa Inggris di sebuah video Facebook yang dibagikan pada tanggal 7 January 2026.

Menurut keterangan dalam postingan Facebook tersebut, pria itu adalah seorang anggota parlemen di Inggris.

Teks bahasa Inggris pada video artinya: "Kenapa hanya Maduro, kenapa tidak bisa menangkap Netanyahu?"

Image
Tangkapan layar postingan salah yang diambil pada 12 Januari 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan ini dibagikan beberapa hari setelah pasukan AS menangkap Maduro di Caracas, ibu kota Venezuela (tautan arsip).

Maduro dan istrinya Cilia Flores diterbangkan ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba serta dakwaan lainnya. Di hadapan pengadilan, keduanya menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut (tautan arsip). Presiden AS Donald Trump kemudian mengklaim bahwa Washington kini memegang kendali atas Venezuela (tautan arsip).

Video yang sama juga dibagikan di Instagram dan TikTok.  

Namun, tidak ada laporan resmi tentang anggota parlemen Inggris yang menyampaikan pernyataan tersebut.

Selain itu, analisis mendalam terhadap video menemukan adanya kejanggalan visual yang sering menjadi ciri konten AI. Misalnya, terlihat adanya distorsi di sekitar lengan pria yang sedang berpidato.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah dengan kejanggalan visual yang telah ditandai oleh AFP

Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan video yang beredar mengarahkan pada klip sama yang dibagikan di TikTok pada tanggal 5 Januari (tautan arsip).

Video TikTok ini menampilkan logo Sora, sebuah aplikasi pembuat video AI milik OpenAI. Di video-video misinformasi yang beredar di media sosial, logo ini telah diburamkan.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan dan klip yang sama dengan logo Sora seperti yang ditandai oleh AFP (kanan)

Di dalam profilnya, akun TikTok tersebut menulis: "Saya hanya mengubah pemikiran saya menjadi video. Sebagian besar konten buatan AI dan hanya untuk pemahaman serta pengetahuan". Video yang dibagikan di Tiktok tersebut juga diberi label sebagai konten AI (tautan arsip).

Sebelumnya, AFP telah membantah misinformasi lain terkait peristiwa di Venezuela.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami