Video ini menunjukkan ponsel selundupan dihancurkan bea cukai Pakistan, bukan oleh Taliban

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook dan Twitter dengan klaim bahwa video itu menunjukkan anggota Taliban menghancurkan ponsel karena penggunaan ponsel dilarang di Afghanistan. Klaim itu salah: video itu diambil di Pakistan saat acara penghancuran barang-barang selundupan oleh petugas bea cukai. 

Rekaman video berdurasi 22 detik diunggah di Twitter di sini pada tanggal 24 Januari 2022 dan telah ditonton lebih dari 37.500 kali. 

Video itu menunjukkan sejumlah pria berseragam menginjak-injak sejumlah ponsel yang berserakan di atas tanah. 

Status ungahaan tersebut berbunyi: “Di Afghanistan di larang keras pake HP sama Taliban. Noh hp di injek2 pake kaki”.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 2 Februari 2022

Rekaman video itu beredar setelah muncul laporan tentang berbagai larangan yang diterapkan Taliban semenjak mereka menguasai Afghanistan di bulan Agustus 2021, dari larangan mencukur jenggot di Provinsi Helmand sampai anak perempuan tidak diizinkan bersekolah di sekolah menengah.

Video itu telah dibagikan dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini.

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Klip itu sebelumnya muncul di unggahan video yang diposting Karachi News 21, media lokal Pakistan, di sini pada tanggal 29 Desember 2021. 

Menurut keterangan dan judul postingan itu, video tersebut menunjukkan bea cukai Pakistan memusnahkan barang-barang ilegal dan selundupan, seperti alkohol, rokok, ponsel dan narkoba.

Video serupa diunggah ke YouTube pada tanggal 30 Desember 2021 oleh kanal bernama Awami Press Club, dengan judul: "Petugas bea cukai menghancurkan sejumlah besar barang selundupan di Karachi."

The Express Tribune, surat kabar Pakistan, melaporkan pada tanggal yang sama bahwa lembaga bea cukai menghancurkan barang ilegal dan selundupan pada bulan Desember 2021 setelah jeda selama dua tahun karena pandemi Covid-19.

Laporan video acara penghancuran itu juga diunggah oleh media Pakistan lainnya di sini.

Di detik ke-16 di video di unggahan menyesatkan, bendera negara Pakistan dan lambang Bea Cukai Pakistan terlihat pada seragam salah satu orang petugas.

Kedua fitur itu juga terlihat di dalam sebuah foto petugas bea cukai yang diambil oleh wartawan foto AFP Rizwan Tabassum saat acara bea cukai yang sama di Karachi pada tanggal 29 Desember 2021.

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan), dengan fitur yang sama ditandai oleh AFP dengan lingkaran merah:

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan)

 

Foto lain yang diambil Tabassum juga menunjukkan fitur yang serupa, seperti botol-botol yang berserakan di tanah, petugas bea cukai, kontainer berwarna biru, mesin derek dan petugas bea cukai bersenjata.

Para petugas bea cukai Pakistan berdiri dekat barang sitaan saat acara penghancuran alkohol dan narkoba terlarang selundupan di Karachi pada tanggal 29 Desember 2021. ( AFP / Rizwan Tabassum)

AFP sebelumnya telah membantah klaim salah dalam bahasa Arab bahwa rekaman video yang sama menunjukkan pasukan keamanan Pakistan memusnahkan ponsel karena larangan penggunaan ponsel di negara itu.