Ini video lama bencana di Filipina, bukan gempa Indonesia

Gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April 2026, sehingga mengakibatkan kerusakan bangunan dan menewaskan satu orang, serta memicu peringatan awal tsunami. Namun, sebuah klip yang menunjukkan guncangan hebat di dalam sebuah ruangan dan diklaim sebagai rekaman gempa di wilayah Indonesia timur tersebut sebenarnya diambil di Filipina pada Oktober 2025. 

"Breaking: Gempa besar magnitude 7,4 skala richter mengguncang lepas pantai Indonesia pada Kamis pagi," tulis keterangan video yang diunggah di TikTok pada 2 April 2026.

"Getarannya terasa sangat kuat di Manado dan sekitarnya, Sulawesi Utara, bikin warga panik dan langsung berhamburan keluar rumah."

Video memperlihatkan beberapa orang yang mencari perlindungan di dalam sebuah ruangan saat terjadi gempa yang menyebabkan sebagian langit-langit bangunan rusak.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 7 April 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Salah seorang di dalam video terdengar mengucapkan "sembunyi, sembunyi!" dan "cukup sudah, Tuhan" dalam bahasa Visayan, sebuah bahasa lokal yang populer di Filipina.

Cuplikan itu juga dibagikan di TikTok serta beredar dalam bahasa Malaysia dan Inggris.

Unggahan tersebut beredar setelah gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April, yang menewaskan satu orang, merusak gedung-gedung, dan membuat orang-orang berlarian ke jalanan dalam keadaan panik (tautan arsip).

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) yang berbasis di Hawaii awalnya mengatakan gelombang tsunami dalam tingkatan berbahaya mungkin terjadi dalam radius 1.000 kilometer dari episentrum di sepanjang pantai Indonesia, Filipina, dan Malaysia, tetapi peringatan tersebut kemudian dicabut.

Namun, rekaman yang beredar tersebut tidak berhubungan dengan gempa yang terjadi di Indonesia pada 2 April.

Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan gambar dari video salah menemukan bahwa klip tersebut pernah dipublikasikan dalam sejumlah laporan media, salah satunya di laporan media Filipina, DZRH News Television, pada 10 Oktober 2025 (tautan arsip di sini dan sini).

Keterangan video yang diunggah DZRH News Television berbunyi: "Gempa bumi di Davao Oriental. Gempa bumi berkekuatan 7,5–7,6 magnitudo mengguncang sebagian wilayah Davao Oriental pada Jumat pagi, 10 Oktober."

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan postingan dari DZRH News Television (kanan)

Gempa bumi yang terjadi pada 10 Oktober tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang di Filipina selatan dan menyebabkan banyak warga yang kehilangan tempat tinggal (tautan arsip). Otoritas dan warga setempat mengatakan gempa tersebut hanya menyebabkan kerusakan kecil, sementara kantor seismologi Filipina melaporkan lebih dari 300 gempa susulan.

Seorang jurnalis AFP mengonfirmasi bahwa audio yang terdengar dalam video tersebut adalah bahasa Visayan, sebuah bahasa yang banyak digunakan di Filipina bagian tengah dan selatan.

DZRH menyebutkan bahwa video tersebut berasal dari akun Facebook milik seorang pengguna bernama "Resty Polinio" yang kemudian telah mengganti nama akunnya menjadi "Rhouien Polinio".

Penelusuran pada akun tersebut menemukan bahwa pengguna pernah mengunggah video yang sama pada tanggal 11 Oktober, atau sehari setelah gempa (tautan arsip). Dalam komentar, pengguna tersebut mengatakan bahwa ia telah menghapus video sebelumnya atas permintaan atasannya.

AFP telah menghubungi pemilik akun, tetapi belum mendapatkan balasan sampai dengan berita ini diterbitkan.

AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait bencana alam di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami