Video lama dipakai untuk menyebarkan misinformasi 'duta besar Iran diusir dari Lebanon'
- Diterbitkan pada hari 10/04/2026 pukul 11:34
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Timur Tengah & Afrika Utara
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Menyusul seruan Lebanon agar duta besar Iran di Beirut segera angkat kaki dari negara itu, beredar sebuah video di media sosial yang diklaim menunjukkan sang duta besar tengah diseret dan hendak diusir dari Lebanon. Faktanya, video itu diambil pada 2022 dan memperlihatkan seorang pria yang ditahan atas dugaan penghinaan kepada Michel Aoun, presiden Lebanon pada saat itu.
"Duta Besar Iran diseret hendak diusir dari Beirut, Libanon," tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada 30 Maret 2026.
Keterangan video menambahkan bahwa Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran, telah menimbulkan kekacauan dengan menjadikan Lebanon sebagai medan tempur setelah kelompok tersebut mengambil bagian dalam perang yang berlangsung di Timur Tengah.
Video tersebut menampilkan seorang pria yang diseret dan dikelilingi oleh sekelompok petugas keamanan dan beberapa tentara. Postingan serupa juga muncul di Instagram dan TikTok.
Klaim tersebut beredar setelah Lebanon mengatakan pada 24 Maret bahwa pihaknya telah menarik akreditasi duta besar Iran, Mohammad Reza Sheibani, dan memerintahkannya untuk meninggalkan negara itu (tautan arsip).
Hizbullah menyebut keputusan itu sebagai sebuah "dosa" dan meminta pemerintah Lebanon untuk "segera membatalkan" langkah tersebut (tautan arsip).
Seorang sumber diplomatik Iran mengatakan kepada AFP pada 29 Maret bahwa sang duta besar tidak akan meninggalkan Lebanon meskipun statusnya telah dinyatakan persona non grata (tautan arsip).
Lebanon terseret ke dalam konflik di Timur Tengah ketika Hizbullah menembakkan sejumlah roket ke arah Israel pada 2 Maret sebagai balasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, yang tewas dalam serangan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel pada akhir Februari lalu (tautan arsip).
Namun, video beredar yang menunjukkan seorang pria diseret oleh petugas keamanan tidak terkait dengan duta besar Iran.
Terduga pelaku penghinaan presiden
Dengan melakukan pencarian gambar terbalik menggunakan potongan gambar yang dihasilkan melalui Verifikasi Plugin -- yang juga dikenal dengan nama InVID-WeVerify -- AFP menemukan video yang sama pernah diunggah oleh kanal televisi Lebanon, Al Jadeed News, di X pada 15 Mei 2022 (tautan arsip).
Keterangan postingan mengidentifikasi pria di dalam video sebagai warga yang ditahan karena menghina presiden Lebanon saat itu.
Penelusuran menggunakan kata kunci terkait insiden tersebut mendapati laporan yang dibuat oleh Lebanese Center for Human Rights (CLDH) (tautan arsip). Di dalam laporan tentang pemilu Lebanon tahun 2022 itu, CLDH sempat menyinggung soal insiden di video dengan mengatakan bahwa pengawal Aoun "menyerang dan menyeret" seorang pria karena menghina presiden. Laporan tersebut juga memuat tautan ke video yang menunjukkan adegan yang sama.
AFP telah menyanggah serangkaian misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami