Klip lama penyambutan pasukan di California dinarasikan sebagai pengerahan tentara AS ke Timur Tengah
- Diterbitkan pada hari 15/04/2026 pukul 05:38
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Bill MCCARTHY, AFP Amerika Serikat
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Laporan media menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 50.000 pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dan jumlahnya terus bertambah di tengah gencatan senjata dengan Iran. Namun, sebuah video yang diklaim di media sosial menunjukkan pengiriman tentara AS ke Timur Tengah merupakan rekaman lama yang tidak berkaitan dengan perang di kawasan tersebut. Klip itu diambil pada tahun 2023 dan memperlihatkan penyambutan pesawat-pesawat militer di pangkalan Korps Marinir AS di California.
"Amerika Serikat mengerahkan 50.000+ pasukan ke Timur Tengah, Marinir diangkut dari San Diego," tulis keterangan video yang diunggah di TikTok pada 10 April 2026.
Video itu memperlihatkan sekelompok pesawat tiltrotor dan helikopter tengah mengudara di sebuah lokasi yang tampak seperti pangkalan militer. Rekaman kemudian berpindah kepada tayangan helikopter dan pesawat yang melakukan pendaratan di padang rumput kering.
Klaim serupa beredar dalam berbagai bahasa, antara lain bahasa Prancis, Arab, India, dan Inggris. Klaim tersebut juga turut diamplifikasi oleh akun-akun yang terkenal sering menyebarkan misinformasi terkait perang, beberapa di antaranya telah dibantah oleh AFP, seperti akun "@GBX Press" dan Sulaiman Ahmed.
Sebagian besar postingan mengutip laporan Reuters yang mengatakan bahwa AS memiliki lebih dari 50.000 tentara di Timur Tengah dan terus mengirimkan marinir ke kawasan tersebut -- angka ini telah dikonfirmasi oleh media AS (tautan arsip di sini dan sini).
Klaim tersebut muncul seiring Pakistan tengah bersiap untuk memediasi negosiasi antara Iran dan AS dalam upaya untuk mengubah gencatan senjata yang bersifat sementara menjadi penghentian perang secara permanen (tautan arsip).
Pada 7 April, Donald Trump mengumumkan bahwa ia setuju untuk menangguhkan pengeboman kepada Iran selama dua minggu jika Tehran membuka kembali Selat Hormuz (tautan arsip). Kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata kemudian terjadi kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang diberikan oleh Trump kepada Iran.
Pada 12 April, negosiasi kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan (tautan arsip).
Namun, video yang beredar itu tidak menunjukkan pengerahan pasukan AS ke Timur Tengah.
Pencarian gambar terbalik menemukan rekaman yang sama telah diunggah pada tanggal 6 Juni 2023 di situs Layanan Distribusi Informasi Visual Pertahanan (DVIDS) milik Departemen Pertahanan AS (Pentagon) (tautan arsip). Keterangan unggahan di situs DVIDS menyebutkan bahwa video menunjukkan penyambutan militer pasca-penugasan yang dilakukan di pangkalan Korps Marinir AS di California.
Keterangan postingan juga menyebutkan bahwa penugasan itu demi meningkatkan kerja sama dengan sekutu AS dalam rangka "mempertahankan perdamaian dan menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik."
AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami