Video menunjukkan kebakaran pabrik di Mesir, bukan serangan Israel ke rumah sakit Iran

Fasilitas publik seperti rumah sakit dan ambulans sering menjadi sasaran serangan dalam konflik Timur Tengah yang bermula dari gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada akhir Februari. Namun, video di media sosial yang diklaim menunjukkan hantaman rudal Israel ke sebuah rumah sakit di Iran adalah rekaman lama dan tidak berkaitan dengan perang. Klip itu sebenarnya menunjukkan kebakaran sebuah pabrik baju di Mesir sebelum terjadinya konflik.

"Viral, RS di Iran di rudal Israel hingga mengakibatkan pasien yang di rawat di RS tersebut tewas, di kabarkan yang di kabarkan sejumlah 1.103 org," tulis teks dalam video TikTok yang dibagikan pada 8 April 2026. 

Video yang telah ditonton lebih dari 281.000 kali itu menunjukkan kerumunan orang sedang menyaksikan kepulan asap hitam tebal yang berasal dari sebuah gedung berbentuk gudang.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 10 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan pada 12 April berakhir tanpa menemui kesepakatan (tautan arsip). Delegasi AS, yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, menyalahkan keengganan Iran untuk menghentikan program nuklirnya, sementara Tehran menyoroti "maksimalisme, pengubahan kriteria secara sepihak, serta blokade" sebagai alasan gagalnya perundingan tersebut. 

Menyusul kandasnya negosiasi damai, Presiden Donald Trump kemudian mendeklarasikan blokade AS atas Selat Hormuz, yang menurutnya berlaku bagi kapal-kapal yang hendak berangkat dari dan menuju pelabuhan Iran. 

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan menyatakan bahwa pihaknya memiliki kontrol penuh atas selat tersebut dan memperingatkan musuh akan terperangkap dalam "pusaran mematikan" jika mengambil "langkah yang salah." 

Perang di Timur Tengah telah berlangsung selama enam minggu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengecam pelanggaran hukum internasional yang terjadi dalam konflik yang telah menewaskan dan melukai ribuan warga sipil tersebut (tautan arsip). 

Pernyataan bersama yang dikeluarkan pimpinan sejumlah badan PBB mengecam penargetan rumah sakit, petugas kesehatan dan ambulans, serta fasilitas publik lain seperti jembatan dan pembangkit listrik dalam perang. 

Video kebakaran yang diklaim sebagai serangan terhadap rumah sakit di Iran itu juga beredar di Facebook dan Instagram.

Namun, video tersebut telah beredar lebih dari seminggu sebelum perang di Timur Tengah, dan tayangannya menunjukkan kebakaran di sebuah gedung di Mesir.

Pencarian gambar terbalik dengan menggunakan potongan gambar dari video salah menemukan klip yang sama dengan kualitas lebih baik di TikTok yang diunggah pada 21 Februari 2026 (tautan arsip). 

Keterangan video dalam bahasa Arab dan Prancis menyebutkan bahwa kebakaran besar melanda sebuah pabrik pakaian di Kota 6th of October, di wilayah Giza, Mesir, pada 19 Februari. Setidaknya 25 orang terluka dalam insiden tersebut.

Image
Perbandingan antara video di postingan salah (kiri) dan video asli (kanan)

Penelusuran lanjutan menemukan video sama di postingan milik akun Facebook Arabi21, sebuah media yang berbasis di London (tautan arsip). Postingan bertanggal 22 Februari itu memiliki keterangan yang menyebutkan bahwa kebakaran melanda pabrik pakaian "Future" di Kota 6th of October.

Visual serupa yang menujukkan bangunan dengan kepulan asap dan papan penanda bertuliskan "Future Fashion" juga muncul dalam laporan media Mesir, Youm7,  terkait insiden kebakaran pada pabrik tersebut (tautan arsip).

Image
Perbandingan antara video di postingan salah (kiri dan tengah) dan foto yang diunggah oleh Youm7 (kanan), dengan elemen sama yang ditandai oleh AFP

Penelusuran nama pabrik "Future Fashion" di Google Maps mengarah pada foto bangunan milik sebuah dealer otomotif yang berdekatan dengan pabrik tersebut di Kota 6th October (tautan arsip). 

Sebelumnya, AFP telah menyanggah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami