Video menunjukkan latihan militer di Libya, bukan pilot jet tempur AS ditangkap Iran
- Diterbitkan pada hari 16/04/2026 pukul 11:15
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Akshita KUMARI, Grace MOON, AFP India, AFP Korea Selatan, AFP Timur Tengah & Afrika Utara
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Setelah Iran mengatakan pada April 2026 bahwa pihaknya telah menembak jatuh sebuah jet tempur milik Amerika Serikat (AS), beredar video lama yang diklaim menunjukkan sang pilot jet sedang melakukan pendaratan dengan parasut. Faktanya, klip itu berasal dari latihan terjung payung yang dilakukan militer Libya di bulan Maret.
"Detik-detik pilot Amerika jatuh di Iran," tulis teks dalam video yang diunggah di Facebook pada 5 April 2026.
"BREAKING NEWS: Pilot AS Diduga Ditangkap Iran Usai Jet Tempur Ditembak Jatuh," bunyi sebagian keterangan postingan.
Video menunjukkan seorang penerjun payung mendarat di sebuah lapangan lalu beberapa orang berlari ke arahnya.
Pada tanggal 3 April, pasukan Iran menembak jatuh sebuah jet tempur berjenis F-15 milik AS, sehingga memaksa dua awak di dalamnya -- seorang pilot dan operator sistem senjata -- untuk melontarkan diri dan mendarat di lokasi berbeda di wilayah Iran (tautan artis). Insiden ini membuat AS melakukan upaya penyelamatan berisiko tinggi.
Kepala Staf Gabungan Militer AS, Dan Caine, mengatakan bahwa kedua kru berhasil diselamatkan dan "kembali ke wilayah aman" setelah operasi penyelamatan penuh resiko yang berlangsung selama 50 jam (tautan arsip).
Jet F-15 dalam peristiwa ini adalah pesawat berawak pertama milik AS yang ditembak jatuh di wilayah Iran setelah pertempuran berlangsung lebih dari lima minggu. Insiden itu terjadi beberapa hari sebelum AS dan Iran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu (tautan arsip).
Militer AS mengatakan pada 12 April bahwa mereka akan memulai blokade terhadap semua pelabuhan Iran setelah negosiasi damai antar kedua negara di Islamabad gagal menemukan titik temu (tautan arsip).
Video yang sama juga beredar dalam bahasa Korea dan Tiongkok . Namun faktanya video itu tidak ada kaitannya dengan perang di Timur Tengah.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video menemukan bahwa klip yang sama pernah diunggah di X pada 2 Maret oleh media Libya bernama Fawasel Media (tautan arsip).
Keterangannya menyebutkan bahwa foto itu menampilkan seorang prajurit yang melakukan terjun payung meskipun kakinya cedera, sementara kawan-kawannya menyambutnya setelah pendaratan.
Media lain juga membagikan video tentang pendaratan tersebut dari sudut yang berbeda (tautan arsip).
AFP juga menemukan video yang sama dibagikan pada 1 Maret oleh seorang pengguna Facebook bernama Wisi Al-Tira, yang mengatakan dalam keterangan unggahannya bahwa dia berhasil menyelesaikan kursus terjun payung (tautan arsip).
Pengguna Facebook ini mengatakan kepada AFP bahwa dialah orang di dalam video tersebut. Dia memperkenalkan diri sebagai Issa Ali Issa al-Tira, seorang anggota militer Libya. Issa menjelaskan bahwa dia "mengalami patah kaki saat latihan terjun payung" dan rekan-rekan tentaranya membantunya mendarat.
AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami