
Dua dari tiga foto kerangka raksasa ini adalah hasil suntingan sedangkan satu foto lainnya adalah karya seni kontemporer
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 10/12/2019 pukul 11:50
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Filipina, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Ketiga foto itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 6 November 2019.
Unggahan tersebut berisi tiga foto yang memperlihatkan kerangka dan tengkorak manusia berukuran besar.
Status dalam unggahan itu sebagian berbunyi:
“Rangka Manusia yang luar biasa besar ditemukan di Saudi Arabia
“Tim Explorasi Aramco di tenggara padang pasir Arab telah menemukan rangka manusia yang luar biasa besar.
“Di kawasan Gurun Arab tersebut yang disebut kawasan kosong, atau dalam bahasa Arab, ‘Rub-al-Khali’.
“Seperti dikatakan dalam al-Quran bahwa Allah telah menjadikan manusia ada yang luar biasa tangguh.
“Kaum Aad dikenal mempunyai tubuh yang tinggi besar dan sangat kuat, mereka mampu mencabut pohon hanya dengan tangannya. Kemudian dalam sejarah kehidupannya, kaum Aad berpaling menentang Allah dan NabiNYA dan juga sangat melampaui batas. sehingga akhirnya Allah membinasakannya.
Ulama Arab Saudi percaya bahwa penemuan rangka manusia dan tengkorak itu adalah kerangka dan tengkorak dari kaum Aad.”
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

“Aramco” merujuk kepada Saudi Aramco, perusahaan migas negara Saudi Arabia.
“Rub-al-Khali” merujuk kepada Ar Rub’ al Khali, wilayah padang pasir di Semenanjung Arab yang terletak di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yemen dan Oman.
“Kaum Aad” adalah suku bangsa yang disebut dalam Alquran memiliki fisik yang sangat tinggi, sehingga sering diartikan mereka itu raksasa.
Ketiga foto itu juga telah diunggah dan dibagikan lebih dari 370 kali di Facebook di sini dan di sini dengan klaim yang serupa.
Foto-foto itu dengan klaim dalam bahasa Malaysia bisa dilihat di sini dan di sini.
Ketiga foto-foto itu juga muncul dengan klaim bahwa gambar itu menunjukkan kerangka Goliat yang ditemukan di Yerusalem dalam bahasa Inggris di sini; bahasa Portugis di sini; dan bahasa Spanyol di sini.
Klaim itu salah. Dua dari tiga foto yang diunggah merupakan hasil suntingan sedangkan satu foto lainnya adalah hasil karya seni kontemporer.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan bahwa foto pertama dan foto kedua merupakan hasil suntingan gambar untuk kontes desain grafis yang diadakan oleh DesignCrowd.
Foto pertama adalah hasil karya seorang desainer asal Amerika Serikat, blackbook, yang mendesain gambar tengkorak raksasa ini dengan Photoshop untuk mengikuti kontes desain grafis yang bertemakan “PS Bonus Contest: Archaeological Anomalies 12” pada tanggal 26 Oktober 2008.
Berikut tangkapan layar hasil desain blackbook:

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan hasil desain blackbook (kanan):

Foto kedua adalah hasil karya seorang desainer asal Amerika Serikat, Whitmath57, yang mendesain gambar tengkorak raksasa di atas tanah ini untuk kontes desain grafis yang bertemakan “Size Matters 4” pada tanggal 14 Agustus 2011.
Berikut tangkapan layar hasil desain Whitmath57:

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan hasil desain Whitmath57 (kanan):

Pencarian gambar terbalik untuk foto ketiga menemukan foto bertanggal 8 April 2007 ini yang diunggah di akun Flickr seorang pria bernama Mauro Pipponzi.
Berikut tangkapan layar foto di situs Flickr:

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di Flickr (kanan). AFP telah memberi lingkaran pada beberapa bagian yang sama.

Pipponzi mengkonfirmasi kepada AFP di tahun 2018 bahwa dia yang mengambil foto yang diunggah di Flickr dan berkata foto itu menunjukkan “Calamita Cosmica” atau “Magnet Kosmik”, karya pahat seniman Italia Gino De Dominicis.
“Saya (mengambil foto itu) di tahun 2007 ketika ia dipamerkan di Palazzo Reale di Milan,” kata Pipponzi.
Ini adalah tulisan tentang pameran Calamita Cosmica di Palazzo Reale di Milan di tahun 2007.
Karya seni itu telah dipamerkan beberapa kali untuk umum, termasuk di Foligno dan Firenze, keduanya kota di Italia.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami