Foto-foto ini menunjukkan dua gereja di Portugal yang dihiasi tulang-tulang para umat

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Dua foto dinding-dinding yang dihiasi tulang telah dibagikan ribuan kali di Facebook dan Twitter dengan klaim yang menyatakan kedua foto itu memperlihatkan sebuah gereja di Portugal yang dibangun dengan tulang-tulang muslim Andalusia. Klaim itu salah; kedua foto itu menunjukkan dua kapel di dua kota di Portugal yang dihiasi dengan tulang-tulang para umat.

Kedua foto itu muncul di sini di Facebook pada tanggal 6 Agustus 2020 dan telah dibagikan hampir 900 kali.

Foto pertama memperlihatkan ruangan yang dihiasi dengan tengkorak sedangkan foto kedua menunjukkan dinding yang berhiaskan tengkorang dan tulang belulang.

Sebagian status unggahan itu berbunyi: “Ini adalah gereja yang dibangun dari tulang-tulang umat Islam yang menolak untuk dikristenkan di Andalusia, dan gereja ini terletak di Portugal. Satu di antara tempat-tempat wisata yang terbuka untuk pengunjung, kami menemukan Gereja Capela dos Ossos di kota Evora Portugis yang dibangun sepenuhnya oleh seorang biarawan Fransiskan seluruhnya dari tulang-tulang kaum Muslim Andalusia yang terbunuh dan dikuburkan di kuburan massal di dekat tempat lokasi gereja

“Dalam Gereja ini juga terdapat dua mayat kering yang digantung di dinding dengan rantai, dan salah satu dari mayat ini milik seorang anak Muslim yang dicekik dan kemudian dikeringkan untuk disimpan di dalam gereja.

“Capella dos Osos juga mengoleksi sekitar 5.000 kerangka manusia Muslim Moor, yang menolak memeluk agama Kristen setelah kejatuhan Andalusia.

“Silakan searching di Google tentang Capela dos Ossis”. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 12 Agustus 2020

Andalusia adalah wilayah di bagian Selatan Spanyol. 

Moor mengacu pada populasi muslim di Andalusia.

Foto yang sama juga telah dibagikan lebih dari 770 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di sini, di sini, di sini dan di sini di Facebook; serta di sini di Twitter.

Unggahan yang membagikan dua foto dengan klaim yang mirip dalam bahasa Inggris bisa dilihat di sini dan di sini; dalam bahasa Malaysia di sini; dan dalam bahasa Arab di sini, di mana unggahan-unggahan itu telah dibagikan lebih dari 1.100 kali.

Namun, klaim itu salah. 

Foto pertama

Pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan foto asli diunggah di Twitter di sini pada tanggal 15 September 2018. Foto itu juga dibagikan bersama tiga foto lainnya. 

Cuitan itu berbunyi: “Capela dos Ossos, Faro, Portugal #ESHE2018”. 

Foto-foto itu diunggah oleh Kate Wong, editor senior di majalah Scientific American, yang juga mengatakan dia mengunjungi tempat tersebut. 

Berikut adalah lokasi Capela dos Ossos di Faro, sebuah kota di Portugal, seperti yang ditampilkan di Google Maps.

Menurut buku berjudul “Lonely Planet Best of Portugal”, Capela dos Ossos di Faro dibangun di belakang gereja bernama Igreja de Nossa Senhora do Carmo, yang selesai dibangun pada tahun 1719.

Sebagian paragraf di buku itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “Diakses melalui belakang gereja, Capela dos Ossos abad ke-19 tersebut dibangun dari tulang dan tengkorak lebih dari 1.000 biarawan sebagai pengingat kefanaan duniawi.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di Twitter (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di Twitter (kanan)

Foto kedua

Pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan foto kedua dipublikasikan di situs foto Twenty20 di sini.

Berikut tangkapan layar foto di situs web Twenty20:

Tangkapan layar foto di situs web Twenty20

Foto tersebut juga muncul di situs web iStockphoto di sini, tertanggal 10 Agustus 2017, dan diambil oleh fotografer yang sama, yakni Steve Allen.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris, keterangan foto di kedua situs web tersebut berbunyi: “Capela dos Ossos atau Kapel Tulang - adalah salah satu monumen paling terkenal di Evora, Portugal. Kapel ini adalah kapel berinterior kecil yang terletak di sebelah pintu masuk Gereja St. Francis. Kapel ini mendapatkan namanya karena dinding interiornya ditutupi dan dihiasi dengan tengkorak dan tulang manusia.”

Capela dos Ossos di Evora adalah bagian dari Igreja de Sao Francisco (Gereja Santo Fransiskus), yang pertama kali dibangun oleh para biarawan Fransiskan yang tiba dari Galicia pada tahun 1224.

Diterjemahkan dari bahasa Portugis ke bahasa Indonesia, dua kalimat pertama dari penjelasan di situs web resmi gereja ini berbunyi: “Kapel Tulang dibangun pada abad ke-17, mengadopsi model pada saat itu, dengan maksud memprovokasi, melalui gambar, refleksi kefanaan kehidupan manusia dan komitmen terhadap pengalaman kekristenan yang permanen. Baik dinding maupun pilar kapel dihiasi dengan ribuan tulang dan tengkorak yang berasal dari tempat pemakaman yang terhubung dengan biara.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs Twenty20 (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs Twenty20 (kanan)

Artikel Periksa Fakta AFP ini telah membantah klaim serupa yang dibagikan dengan menggunakan foto-foto gereja tulang yang berbeda dari berbagai negara di Eropa, termasuk kapel tulang di Faro dan Evaro.