Foto-foto tersebut menunjukkan unjuk rasa di Istanbul dan Xinjiang, dan orang-orang yang diduga muslim Uighur di Thailand

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Tiga foto telah dibagikan puluhan ribu kali di Facebook yang dimaksudkan untuk menunjukkan muslim Uighur yang berada di kamp penahanan di Tiongkok. Foto-foto itu telah dibagikan dalam konteks yang menyesatkan; satu foto menunjukkan pengunjuk rasa di depan konsulat Tiongkok di Istanbul pada tahun 2018; foto yang lain menunjukkan unjuk rasa di Urumqi, ibu kota wilayah Xinjiang, Tiongkok, pada tahun 2009; sementara satu foto lainnya menunjukkan orang-orang yang diduga muslim Uighur yang sedang berada di markas imigrasi provinsi Songkhla, Thailand, pada tahun 2014. 

Foto-foto tersebut diunggah di Facebook di sini pada tanggal 15 Desember 2019 dan telah dibagikan lebih dari 56.000 kali. 

Foto pertama menunjukkan seorang anak yang sedang menangis, foto kedua menunjukkan pria-pria yang sedang duduk di lantai, dan foto ketiga menggambarkan perempuan dan anak-anak dikelilingi oleh petugas bersenjata. 

Status unggahan itu berbunyi: “MENDENGARKAN Jutaan Muslim dipaksa mengubah agama, ditahan di kamp-kamp konsentrasi di Tiongkok, disiksa, diperkosa, dicuci otak, dipaksa minum alkohol, dipaksa makan babi, menyerah agama mereka. Ini adalah bencana lain namun tidak ada yang membicarakannya.
#SaveUyghur”. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu: 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Foto-foto yang sama juga diunggah di Facebook di sini, di sini, dan di sini dengan klaim yang mirip dan telah dibagikan puluhan ribu kali. 

Tiongkok telah lama dituduh menjalankan kamp dan penjara untuk menahan warga Uighur di Xinjiang. Para peneliti mengatakan lebih dari satu juta orang diyakini telah ditahan di kamp penahanan, seperti yang ditulis di laporan AFP tertanggal 13 November 2019 ini

Foto-foto tersebut telah dibagikan di konteks yang menyesatkan. Foto pertama menunjukkan seorang anak yang menangis saat mengikuti aksi solidaritas Uighur di Istanbul, Turki, pada tahun 2018; foto kedua menunjukkan beberapa pria yang diyakini sebagai muslim Uighur yang berada di markas imigrasi Thailand di provinsi Songkhla pada tahun 2014; dan foto ketiga menunjukkan warga Uighur berunjuk rasa di Urumqi, ibu kota Xinjiang, Tiongkok, pada tahun 2009. 

Pencarian gambar terbalik diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan foto AFP ini tertanggal 5 Juli 2018, yang menunjukkan seorang anak yang sedang menangis. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Seorang anak laki-laki bereaksi ketika polisi Turki yang berpakaian preman berusaha mendorong demonstran selama unjuk rasa yang diikuti oleh pendukung warga minoritas muslim Uighur dan nasionalis Turki untuk mengecam perlakuan Tiongkok terhadap etnis muslim Uighur selama kerusuhan mematikan, pada bulan Juli 2009 di Urumqi, di depan konsulat Tiongkok di Istanbul pada tanggal 5 Juli 2018. Hampir 200 orang tewas dalam serangkaian kerusuhan yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2009 selama beberapa hari di Urumqi, ibu kota daerah otonomi Uighur Xinjiang, di barat laut Tiongkok, antara etnis Uighur dan Han.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan):

Perbandingan tangkapan layar foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan)

Pencarian gambar selanjutnya untuk foto kedua yang memperlihatkan beberapa pria sedang duduk di lantai mengarah ke foto Reuters ini yang bertanggal 14 Maret 2014. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto Reuters adalah: “Orang-orang Uighur yang diduga berasal dari Xinjiang, wilayah Tiongkok di bagian barat yang bermasalah, duduk di tempat penampungan sementara setelah ditahan di markas regional imigrasi di dekat perbatasan Thailand-Malaysia di Hat Yai, Songkla, pada tanggal 14 Maret 2014. Sekitar 200 orang yang diselamatkan oleh polisi dari kamp penyelundupan manusia di Thailand selatan pada hari Rabu diduga adalah muslim Uighur dari Xinjiang, Tiongkok bagian barat laut yang bermasalah, kata polisi Thailand.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Reuters (kanan):

Perbandingan tangkapan layar foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Reuters (kanan)

Polisi Thailand berkata sekelompok orang tersebut mengklaim mereka adalah orang Turki tetapi mereka tidak memiliki dokumen-dokumen untuk membuktikannya, menurut laporan Reuters tertanggal 14 Maret 2014 ini. “Kelompok di Hat Yai itu memiliki kemiripan dengan para pencari suaka Uighur yang berbahasa Turkik yang telah ditahan di Bangkok, kata sumber kepolisian,” demikian laporan Reuters. 

Pencarian gambar terbalik foto ketiga, yang memperlihatkan perempuan dan anak-anak yang dikelilingi oleh aparat bersenjata, menemukan foto Getty Images ini, yang diterbitkan pada tanggal 7 Juli 2009.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Polisi Tiongkok mendorong perempuan Uighur yang sedang berunjuk rasa di jalan pada tanggal 7 Juli 2009 di Urumqi, ibu kota daerah otonomi Uighur Xinjiang, Tiongkok. Ratusan warga Uighur turun ke jalan untuk berdemonstrasi setelah kerabat mereka ditahan oleh pihak berwenang setelah unjuk rasa yang diadakan pada hari Minggu. Kerusuhan etnis di di ibu kota wilayah muslim Xinjiang pada hari Minggu menyebabkan 156 orang tewas. Polisi, tentara dan petugas pemadam kebakaran dikirim untuk mengamankan kerusuhan dengan menahan ratusan orang.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Getty Images (kanan):

Perbandingan tangkapan layar foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto Getty Images (kanan)