Foto ini diambil saat masa pendudukan Belgia di Kongo

Foto dua anak perempuan berkulit putih duduk di antara seorang anak berkulit hitam di dalam kandang telah dibagikan ratusan kali di Facebook dengan klaim bahwa foto itu diambil saat Prancis menjajah Kongo di tahun 1955. Klaim itu salah: foto tersebut diambil selama masa pendudukan Belgia di Kongo. 

Foto itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 5 November 2020 dan telah dibagikan hampir 400 kali.

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 10 November 2020

Sebagian status unggahan itu berbunyi: “Foto ini dibuat pada tahun 1955 di tengah penjajahan Perancis atas Kongo.

“Dalam foto tersebut seorang Ayah membawa seorang anak Afrika untuk anak-anaknya sebagai ‘hiburan’.”

Teks yang ditempel di foto berbunyi: “Kebencian teroris perancis thd Islam memang sdh ada sejak lama…”.

Foto tersebut beredar di media sosial menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang hak untuk menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad dan pidato dia sebelumnya tentang Islam, AFP melaporkan di sini

Foto itu telah dibagikan hampir 700 kali dengan klaim yang mirip di sini, di sini, di sini dan di sini

Foto yang sama juga dibagikan dengan klaim dalam bahasa Arab di sini.  

Klaim itu salah. 

Pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan foto hitam putih itu diunggah di sini di situs web Pusat Penelitian dan Dokumentasi Sejarah tentang Perang dan Masyarakat Kontemporer (Cegesoma), lembaga penelitian sejarah dan arsip Belgia.

Foto tersebut merupakan bagian dari album ini, yang judulnya jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Koleksi Tuan Van de Meerssche: Kongo Belgia, [1950-1960}.”

Image
Foto di situs web Cegesoma

Kongo Belgia mengacu pada bekas koloni di Afrika yang diperintah oleh Belgia dari tahun 1908 hingga 1960 — sekarang disebut Republik Demokratik Kongo 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs web Cegesoma (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar antara foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs web Cegesoma (kanan)

Foto itu juga digunakan sebagai sampul buku oleh sejarawan Belgia, Paul Van Damme, edisi 2020. 

Judul buku berbahasa Belanda itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: “Putih-hitam di hitam-dan-putih. Bersama namun terpisah: foto dan cerita dari Kongo Belgia”. 

Image
Tangkapan layar sampul buku Van Damme

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami