Foto itu menunjukkan babi berbulu keriting tebal asal Hongaria

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Foto hewan telah dibagikan di sejumlah unggahan Facebook dan Twitter dan diklaim hewan tersebut adalah hasil silang babi dan domba yang telah diciptakan Austria untuk mengelabui umat Islam agar makan daging babi, yang haram menurut ajaran Islam, karena disangka daging domba. Klaim itu juga mengatakan Austria menciptakan hewan tersebut menggunakan teknologi baru. Klaim itu salah: foto itu menunjukkan babi Mangalica, jenis babi Hongaria yang pertama kali dikembangkan pada abad ke-19 dengan cara kawin silang beberapa jenis babi.

Foto tersebut, dibagikan tanggal 27 Juli 2015 di Facebook di sini, menunjukkan tiga ekor babi dengan bulu keriting dan tebal menyerupai bulu domba.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan yang menyesatkan

Status Facebook berbahasa Indonesia itu adalah: “Babi mangglista adalah tekhnologi baru Austria menggabungkan babi dg domba. Tujuannya untuk mengelabuhi umat islam supaya makan babi yg di sangka domba. Setelah di sembelih di buang kepalanya. Share lah untuk kepentingan umat islam.”

Foto dengan klaim yang sama juga dibagikan di tempat lain di Facebook di sini dan di sini, dan juga di Twitter di sini.

Foto yang sama juga diunggah dengan klaim yang mirip dalam bahasa Malaysia di sini dan di sini di Facebook, serta di sini di Twitter. 

Klaim tersebut salah: foto itu menunjukkan babi Mangalica, jenis babi Hongaria yang pertama kali dikembangkan pada abad ke-19 dengan cara kawin silang beberapa jenis babi.

Pencarian gambar terbalik menemukan foto di unggahan Facebook menyesatkan itu telah dimuat di berbagai laporan tentang babi Mangalica, yang juga dikenal dengan nama Mangalitsa. 

Misalnya di sini di artikel Food Channel yang terjemahan judulnya adalah: “Pantauan Tren: Para Koki Senang dengan Babi Mangalitsa.”

Berikut tangkapan layar laporan Food Channel itu:

Tangkapan layar artikel Food Channel

The Pig Site, sebuah platform online untuk industri peternakan babi, mengatakan dalam laporan ini bahwa babi Mangalitsa dikembangkan pada tahun 1830-an dengan cara mengawinsilangkan babi Hongaria dan babi Serbia.

Berikut tangkapan layar artikel tersebut: 

Tangkapan layar artikel The Pig Site

AFP juga telah melaporkan di sini bahwa hewan tersebut “separuh babi hutan, yang memiliki bulu tebal yang melindunginya dari panas dan dingin”. 

Berikut tangkapan layar salah satu foto AFP yang memperlihatkan salah satu foto babi Mangalica:

Foto AFP yang memperlihatkan babi Mangalica

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, keterangan foto tersebut artinya: “Mangalica, babi lokal Hongaria, difoto di sebuah kandang babi, pemasok toko makanan Sibilia di Lyon, di La Chapelle du Bard, di bagian timur Prancis, pada tanggal 27 September 2018.”