
Ini adalah kamus yang diselimuti kristal dan merupakan karya seni buatan seniman Amerika
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 08/11/2019 pukul 07:10
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Kenya, Mary KULUNDU, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Unggahan Facebook yang berisi foto ini telah dibagikan lebih dari 62.000 kali sejak diunggah tanggal 13 September 2019.
Foto itu memperlihatkan buku yang diselimuti benda berwarna putih seperti kristal.
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Teks di atas gambar buku itu tertulis: “Al-Quran ini ditemukan didasar laut
Sudah menjadi karang tapi tetap utuh
subhannallah ,Semoga yg like, komen aamiin
dan membagikan kiriman ini dengan ikhlas
rezekinya besok pagi berlimpah dari arah yg
tidak terduga.amin.”
Status postingan itu berbunyi: “Aamiin ..”
Gambar yang sama juga telah dibagikan di tempat lain dengan klaim yang serupa, misalnya di sini, di sini, di sini dan di sini.
Gambar yang sama juga telah dibagikan dalam bahasa Inggris dengan klaim foto itu menunjukkan Alkitab yang ditemukan di dasar laut, misalnya di sini dan di sini.
Berikut tangkapan layar salah satu postingan dalam bahasa Inggris itu:

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, teks berbahasa Inggris di atas gambar itu adalah: “Alkitab kuno telah ditemukan di dasar laut dan masih bisa dibaca!
“Ketikan amin dan bagikan keajaiban Tuhan ini.
“Jika kamu tidak membagikan ini maka kamu tidak bersyukur kepada Tuhan.”
Sedangkan status Facebook itu, diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, berbunyi: “Ini adalah keajaiban.”
Semua klaim tersebut salah: benda di gambar itu bukanlah Alquran maupun Alkitab namun karya seni buatan seorang seniman Amerika bernama Catherine McEver; dia menjelaskan di blog pribadinya di tahun 2014 bahwa karya seni itu terbuat dari kamus yang diselimuti kristal yang ditumbuhkan dengan menggunakan boraks.
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto yang sama telah dimuat di sini di blog yang dikelola seniman Amerika Serikat bernama Catherine McEver.
Di postingan blog bertanggal 18 Mei 2014 itu — tanggal sebelum unggahan-unggahan menyesatkan mengidentifikasi buku itu sebagai Alquran atau Alkitab — McEver menggambarkan bagaimana dia membuat karya seni itu dengan cara menumbuhkan kristal di buku dengan menggunakan boraks yang biasa dikenal sebagai produk pembersih.
Keterangan gambar di blog McEver menyebut kalau buku itu adalah kamus bahasa Jerman-Inggris.
Berikut tangkapan layar foto di blog McEver:

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, judul blog berbahasa Inggris itu artinya: “Percobaan Kristalisasi 1: Buku dan kertas ephemera”.
Sedangkan terjemahan kalimat pertama di blog itu adalah: “Ketertarikan pada kristalisasi digelitik oleh sebuah tur studio pembuat kristal di San Fransisco, di mana saya melihat buku karya seniman Alexis Arnold yang telah dikristalisasi menggunakan 20 Mule Team Borax.”
“20 Mule Team Borax” adalah merek produk pembersih dari Amerika. Ini adalah situs resminya.
Blog McEver itu juga memuat gambar buku yang sama dari berbagai sudut pandang:



McEver mengatakan kepada AFP kalau dia membuat buku yang dikristalkan itu pada tahun 2014 dan karya seni itu tidak memiliki makna keagamaan.
“Buku itu bukan Alkitab. Benda itu adalah kamus bekas bahasa Jerman-Inggris yang sampulnya berbahan kulit dan saya beli di sebuah toko barang bekas. Menurutku lucu ada orang yang membagikan gambar bukuku sebagai Alkitab atau semacam keajaiban agama,” McEver mengatakan kepada AFP lewat email dalam bahasa Inggris.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami