
Masjid di foto-foto ini berusia kurang dari seratus tahun dan tak ditemukan setelah badai pasir
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 19/05/2021 pukul 06:05
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: Salsabil CHELLALI, AFP Indonesia
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Foto-foto itu ditampilkan sebuah cuitan Twitter tanggal 2 April 2021 ini dan telah dibagikan lebih dari 400 kali.
Cuitan itu berbunyi, “Di gurun Aljazair … Badai pasir mengungkapkan sebuah mesjid yang berasal dari abad ke 6 H dan berumur lebih dari 8 abad di desa Adrar , Subhaanallahil’azhiim ...”

Adrar adalah sebuah desa di bagian barat daya Aljazair.
Kedua foto itu dibagikan juga di Facebook beserta klaim serupa, misalnya di sini, di sini, di sini dan di sini.
Kedua foto itu, beserta klaim-klaim serupa, muncul pula di unggahan-unggahan media sosial berbahasa asing, misalnya dalam Bahasa Inggris di sini dan di sini, Bahasa Thailand di sini dan di sini, Bahasa Prancis di sini dan di sini, serta Bahasa Urdu di sini.
Akan tetapi, klaim tersebut salah.
Foto pertama
Pencarian gambar terbalik di TinEye, diikuti dengan pencarian kata kunci di Google, menemukan foto pertama diunggah di sini, di laman Facebook “Sejarah Orang Berber” pada tanggal 10 Mei 2015.
Unggahan itu menyebutkan foto tersebut diambil oleh fotografer Amerika George Steinmetz.
Keterangan foto itu berbunyi: “Lizereg, desa yang telah ditinggalkan penduduknya, timur laut El Oued, yang menunjukkan sebuah praktik pendirian bangunan yang tak lagi diterapkan, dengan beberapa kubah dan dinding yang terbuat dari formasi mawar gurun atau kristal gurun, serta direkatkan semen mortar. Gaya bangunan semacam ini tak lagi dipakai selama 25 tahun terakhir karena di wilayah itu, beton dan baja tulangan sudah lebih jamak digunakan untuk mendirikan bangunan. Adapun El Oued, kota di dekat desa itu, masih dikenal dengan ‘kota seribu kubah’, julukan yang diberikan pelancong Isabelle Eberhardt lebih dari 100 tahun silam.”
Berber adalah salah satu keturunan penghuni Afrika Utara sebelum invasi Arab.
El Oued adalah nama sebuah kota dan sebuah provinsi di sebelah timur laut Aljazair.
Steinmetz mengonfirmasi kepada AFP pada tanggal 10 Mei 2021 bahwa ia mengambil foto itu di bulan November 2009.
Katanya: “Saya tidak tahu apakah bangunan itu masjid atau bukan. Hampir semua bangunan tua di wilayah itu mempunyai gaya arsitektur sejenis.”
Berikut adalah tangkapan layar perbandingan antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto asli (kanan):

Foto kedua
Pencarian gambar terbalik di TinEye menemukan foto kedua diambil oleh fotografer Prancis Cyril Preiss dan diunggah di sini, di platform foto PBase, tertanggal 30 Oktober 2004.
Terlihat di bagian kanan bawah foto itu tanda air dengan nama Preiss.
Berikut adalah tangkapan layar foto kedua di PBase:

Berikut adalah tangkapan layar perbandingan antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto asli (kanan):

Preiss mengonfirmasi kepada AFP bahwa ia yang mengambil foto tersebut. “Foto itu diambil di sebuah desa yang telah ditinggalkan penduduknya, dekat El Oued di Aljazair, akhir tahun 2004,” kata Preiss ke AFP pada tanggal 12 Mei 2021.
Preiss mengatakan ia tidak tahu nama desa itu dan bangunan apa itu, tapi yang jelas bangunan itu bukan sebuah masjid tua yang ditemukan setelah badai pasir.
Perbaikan baru-baru ini
Pencarian lanjutan di Facebook menemukan foto-foto bangunan serupa di laman asosiasi Elmardjan El Oued.
Salah Tamer, sekjen asosiasi Elmardjan El Oued, mengonfirmasi bahwa kedua foto itu menunjukkan sebuah masjid yang tidak lagi digunakan.
“Masjid itu dibangun tahun 1935. Sudah direnovasi dua kali: pada tahun 1962 dan terakhir di bulan Juni 2020,” ujar Tamer kepada AFP pada tanggal 12 Mei 2021.
“Renovasi itu dilakukan asosiasi Elmardjan El Oued dan dibantu oleh sejumlah relawan.”
Tamer menambahkan bahwa, meskipun masjid itu tidak lagi dipakai, “beberapa kali para pengunjung dan wisatawan pergi ke sana untuk bersembahyang”.
Berikut adalah foto masjid tersebut yang diberikan oleh asosiasi Elmardjan El Oued kepada AFP:

Masjid itu berlokasi di Lakhbi, desa yang ditinggalkan para penduduknya pada tahun 1975 karena mereka memilih pindah ke Lizereg, desa tetangga di Trifaoui, ujar Tamer.
“Saat para penduduk pindah, masjid itu dibiarkan begitu saja dan akhirnya rusak oleh angin dan hujan.”
Berikut foto dari Tamer yang menunjukkan masjid setelah renovasi terakhir:

Laporan berita dalam bahasa Arab dari El Bilat TV, stasiun televisi Aljazair, ini meliput soal perbaikan masjid tersebut pada tahun 2020.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami