Video ini telah beredar sejak Maret 2020 di postingan pemakaman palsu saat karantina wilayah Covid-19 di Yordania

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 31/05/2021 pukul 10:55
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Australia, AFP Indonesia
Sebuah video yang diklaim menunjukkan media Palestina melakukan pemakaman palsu korban serangan Israel telah ditonton ratusan ribu kali dengan setelah dibagikan di berbagai unggahan media sosial saat konflik di Gaza meningkat pada bulan Mei 2021. Berbagai unggahan lainnya mengklaim video itu menunjukkan media Israel yang melakukan pemakaman palsu korban serangan Hamas. Klaim itu salah: video tersebut telah beredar secara daring sejak bulan Maret 2020 di unggahan tentang karantina wilayah saat pandemi Covid-19 di Yordania.

 

Rekaman video itu diunggah pada tanggal 12 Mei 2021 di Facebook di sini dan telah ditonton lebih dari 180.000 kali. 

Status unggahannya berbunyi: “Media Palestina tipu tipu membawa keranda jenasah korban serangan Israel dan ketika ada serangan betulan, jenasahnya hidup lagi menyelamatkan diri.”

Image

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 28 Mei 2021 

Video yang sama dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 38.000 di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini

Rekaman video yang sama dengan klaim berbeda, yang menyatakan video itu menunjukkan media Israel sedang melaporkan adanya korban akibat serangan Hamas, juga dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 15 Mei 2021 dan telah ditonton lebih dari 107.000 kali. 

Unggahan itu berbunyi: “Media ISRAEL sedang melaporkan *Secara Live* adanya korban *sipil Muslim* meninggal akibat serangan HAMAS. Tapi begitu dengar sirene peringatan adanya serangan dari Hamas, mayatnya bisa hidup kembali.

“*Rupanya disana juga Ada yang suka membuat berita Hoax...*”.

Image

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 28 Mei 2021 

Video dengan klaim yang serupa tentang “media Israel” telah ditonton lebih dari 82.000 kali setelah muncul di Facebook di sini, di sini, di sini; di Twitter di sini; dan di Instagram di sini

Video itu juga beredar dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris tentang prosesi pemakaman orang Palestina palsu di tengah konflik.  

Unggahan-unggahan menyesatkan itu beredar secara daring saat konflik di Gaza meningkat pada bulan Mei 2021. AFP melaporkan konflik tersebut di sini.

Klaim ini salah: video tersebut direkam sebelum kekerasan di Gaza yang terjadi di bulan Mei 2021.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan video identik yang diunggah di sini di YouTube pada tanggal 24 Maret 2020.

Diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “Pemakaman palsu di Yordania”. 

Seorang jurnalis penutur asli bahasa Arab di AFP menganalisis video tersebut. Suara tawa bisa didengar di video yang menunjukkan situasi di rekaman video tidaklah serius.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Image

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan) 

Peristiwa tersebut juga dilaporkan oleh Al Roeya, portal berita yang berbasis di UEA, di sini pada tanggal 24 Maret 2020.

Laporan tersebut menyatakan video itu menunjukkan sekelompok anak muda yang mencoba untuk melanggar karantina wilayah yang diberlakukan untuk menekan kasus Covid-19.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami