Pemain sepak bola Paul Pogba dan anggota timnas Prancis lainnya yang memenangkan Piala Dunia 2018 menerima penghargaan Legion of Honour dari Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris pada tanggal 4 Juni 2019. (AFP / Francois Mori)

Pemain sepak bola Pogba tidak keluar dari timnas Prancis karena pernyataan Presiden Macron soal Islam

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Berbagai postingan beredar di Facebook dengan klaim bahwa atlet sepak bola Paul Pogba mundur dari tim nasional Prancis sehubungan dengan komentar Presiden Emmanuel Macron tentang Islam. Klaim tersebut salah. Pogba telah membantah kabar tersebut, yang awalnya diterbitkan oleh sebuah situs berita olahraga Mesir.

Klaim tersebut muncul di unggahan Facebook tertanggal 26 Oktober 2020 ini, yang telah dibagikan lebih dari 150 kali.

Tangkapan layar postingan Facebook yang menyesatkan, diambil pada tanggal 27 Oktober 2020

Status unggahan Facebook itu berbunyi: “Pogba memilih pensiun dari timnas karena pernyataan kontroversi presiden Perancis
Gimana slur?

“Apakah kalo islam yang buat jahat lantas disebut teroris sedangkan kalo yang jahat non muslim cuma dibiarkan ?

“Apakah penyebab perang dunia 1 dari islam ?
Apakah penyebab perang dunia 2 dari islam ?

“Palestina dibantai semua warga dunia tau apakah lantas israel disebut teroris ?
Pembantaian etnis rohingya , muslim uighur china apakah pelakunya dari islam ?

“Hancurnya negara negara islam karna rebutan minyak siapa pelakunya ?
Islam terus yang jadi kambing hitam kenyataan dunia hancur karna ulah mereka mereka

“Respect paul pogba !!!!”

Sedangkan teks di dalam gambar berbunyi: “BREAKING NEWS
Paul Pogba telah memutuskan berhenti bermain dari timnas Perancis setelah komentar Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang mengatakan Islam adalah sumber terorisme internasional dunia.”

Pogba adalah pemain tim nasional Prancis dan secara profesional bermain di klub Manchester United asal Inggris. 

Presiden Emmanuel Macron memicu kecaman dan demo di berbagai negara mayoritas muslim setelah pada tanggal 21 Oktober 2020 ia membela kartun Nabi Muhammad dan mengatakan bahwa guru Samuel Paty, yang menunjukkan kartun Nabi di depan kelasnya, “dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita”, seperti dilaporkan AFP di sini

Klaim itu dibagikan lebih dari 50 kali setelah diunggah di sini, di sini, di sini dan di sini

Klaim serupa tentang Pogba juga muncul di berbagai negara di Afrika, seperti Nigeria, Afrika Selatan, Ghana, Kenya, Kamerun, Zimbabwe dan Mesir.

Sebagian dari unggahan mengutip tabloid Inggris The Sun selaku sumber mereka, sebagian lagi mengatakan situs berita olahraga Mesir berbahasa Arab 195sports.com sebagai sumber mereka. 

Pogba tidak pensiun dari timnas Prancis

Klaim itu salah.

Pogba telah menepis kabar tersebut di akun Instagram resminya pada tanggal 26 Oktober 2020 di sini.

Pogba mengunggah gambar tangkapan layar berita The Sun dan menambahkan tulisan merah berbunyi “berita palsu yang tidak dapat diterima”.

“Saya amat terkejut, marah, kaget, dan merasa frustrasi setelah beberapa sumber ‘media’ memakai nama saya untuk menyebarkan sebuah kabar palsu seutuhnya, berkaitan dengan isu yang kini tengah ramai di Perancis, sembari menambahkan pula hal terkait dengan agama saya dan tim nasional Perancis ke dalam kebohongan itu,” ujar Pogba di akun Instagramnya. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Paul Labile Pogba (@paulpogba) on

 

“Saya akan menggugat penerbit dan penyebar kabar 100% bohong ini,” Pogba melanjutkan.

Artikel di situs Mesir telah diperbarui menyusul reaksi dari Pogba itu, sedangkan artikel di situs The Sun tak bisa lagi diakses. Versi asli artikel-artikel itu telah diarsip di sini dan di sini.

Artikel The Sun tentang keluarnya Pogba mengutip “berbagai sumber berita Timur Tengah”, termasuk laporan dari 195sports.com. 

Situs 195sport.com sendiri tidak menyebutkan identitas sumber kabar itu dan hanya menuliskannya sebagai “sumber yang dirahasiakan namanya”.