Video ini menunjukkan pengunjuk rasa menyerbu kantor Kedubes Jerman di Sudan pada tahun 2012

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Video orang-orang yang menyerbu sebuah gedung telah ditonton ratusan ribu kali di Facebook dan YouTube dengan klaim video itu menunjukkan pengunjuk rasa membakar Kedutaan Besar Prancis di Sudan sebagai “buntut penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW”. Namun, klaim itu salah; ini adalah video lama yang memperlihatkan pengunjuk rasa menyerbu Kedubes Jerman di Sudan pada tahun 2012.

Rekaman video berdurasi dua menit dan 27 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 26 Oktober 2020 dan telah ditonton lebih dari 31.000 kali. 

Status unggahan tersebut berbunyi: “buntut penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam kedutaan Prancis di kharthaum Sudan dibakar masa”. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 2 November 2020

Klaim itu beredar setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang memicu kemarahan umat Islam. Pada tanggal 21 Oktober 2020, Macron membela penerbitan kartun Nabi Muhammad dan mengatakan seorang guru bernama Samuel Paty, yang menunjukkan kartun Nabi di depan kelasnya, “dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita”, seperti dilaporkan AFP di sini

Rekaman video yang sama telah ditonton lebih dari 357.000 kali setelah muncul dengan klaim yang mirip di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di YouTube di sini dan di sini.

Video yang sama dengan klaim dalam bahasa Inggris bisa dilihat di sini, di sini dan di sini; serta dalam bahasa Arab di sini dan di sini

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Pencarian gambar terbalik dengan keyframe yang diekstrak menggunakan alat verifikasi InVID-WeVerify menemukan rekaman video itu diambil pada tahun 2012. 

Potongan adegan-adegan video di unggahan menyesatkan muncul di berbagai laporan media di tahun tersebut. 

Adegan dari detik ke-0:00 sampai 1:01 – dan dari menit ke-1:46 sampai 1:57 – ditampilkan di laporan CNN, yang diunggah di saluran YouTube resminya pada tanggal 14 September 2012. 

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di laporan CNN (kanan)

Sedangkan adegan dari menit ke-1:02 sampai 1:14 muncul di laporan Al Jazeera, yang diterbitkan pada tanggal 15 September 2012.

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di laporan Al Jazeera (kanan)

Adegan dari menit ke-1:15 sampai 1:45 bisa dilihat di laporan Deutsche Welle tertanggal 14 September 2012. 

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di laporan Deutsche Welle (kanan)

Adegan dari menit ke-2:23 sampai 2:26 cocok dengan laporan video AFP dalam bahasa Jerman, yang juga diterbitkan pada tanggal 14 September 2012. 

Tangkapan layar adegan di video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video AFP (kanan)

Video yang sama juga diunggah di YouTube di sini pada tanggal 14 September 2012. Judul video berbahasa Arab itu, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Video penyerbuan kedubes AS di Sudan..... Action”.

Semua reportase video tahun 2012 itu menunjukkan insiden pada tanggal 14 September 2012, ketika pengunjuk rasa menyerbu Kedubes Jerman di Khartoum, ibu kota Sudan.

Seperti dilaporkan AFP saat itu, pengunjuk rasa membakar gedung Kedubes Jerman sebagai reaksi atas pemutaran film yang dianggap menghina agama Islam dan umat Islam. Kedutaan Besar Inggris di Khartoum juga menjadi sasaran. Film pendek tersebut telah memicu protes di banyak negara di seluruh dunia.

Hingga saat ini belum ada laporan adanya serangan baru-baru ini terhadap Kedutaan Besar Prancis di Sudan.