Tidak, foto-foto ini tidak menunjukkan masjid yang diserang anggota Brimob

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Empat foto telah dibagikan di berbagai postingan Facebook pada bulan Mei dengan klaim gambar tersebut menunjukkan sebuah masjid setelah diserang oleh anggota Brimob. Klaim itu salah; foto-foto tersebut telah beredar online di dalam laporan tentang serangan atas sejumlah masjid di Sri Lanka. 

Keempat foto itu dibagikan di postingan Facebook tertanggal 23 Mei 2019 ini.

Berikut adalah tangkapan layar postingan tersebut:

Tangkapan layar postingan Facebook yang menyesatkan

Keterangan postingan itu berbunyi, “Masjid korban KEBIADABAN Brimob. 
Luput dari pemberitaan media. 
*Disini, 5 orang tewas ditembak timah panas.”

Brimob adalah singkatan dari Brigade Mobil, unit khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ini adalah situs resmi Korps Brimob. 

Keempat foto tersebut dibagikan setelah kerusuhan mulai di Jakarta pada tanggal 21 Mei 2019, pasca pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa Joko Widodo, alias Jokowi, terpilih kembali menjadi presiden. Ini adalah laporan AFP tentang kejadian tersebut. 

Tiga dari keempat foto tersebut juga dibagikan di postingan Facebook tertanggal 22 Mei 2019 ini.

Foto-foto tersebut juga dibagikan di Twitter, termasuk di sini dan di sini, dengan klaim yang sama.  

Klaim itu salah; foto-foto tersebut beredar dan muncul di laporan media daring tentang masjid yang diserang di Sri Lanka. 

Pencarian reverse image menemukan foto pertama dan kedua di postingan yang menyesatkan itu dipakai di dalam laporan Virakesari, media daring berbahasa Tamil di Sri Lanka, pada tanggal 13 Mei 2019 ini

Berikut adalah perbandingan tangkapan layar foto pertama dan kedua di postingan yang menyesatkan (kiri) dan foto yang diterbitkan dalam laporan Virakesari (kanan):

Tangkapan layar foto pertama di postingan yang menyesatkan (kiri) dan foto yang diterbitkan dalam laporan Virakesari (kanan)
Tangkapan layar foto kedua di postingan yang menyesatkan (kiri) dan foto yang diterbitkan dalam laporan Virakesari (kanan)

Judul berita dalam bahasa Tamil tersebut berbunyi, “Serangan atas Masjid”.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dua paragraf pertama laporan itu berbunyi, “Beberapa masjid, termasuk satu masjid jumma di Kiniyama yang di dalam wilayah polisi Biringiya diserang oleh orang-orang yang tak dikenal. 

“Masjid-masjid itu rusak parah karena serangan itu. Polisi memberlakukan jam malam sampai pukul 6 pagi hari ini di daerah ini.”

Bangunan yang terlihat di foto kedua juga mirip dengan foto masjid Abbraar di kota Kiniyama, seperti yang ditampilkan di laporan Channel News Asia pada tanggal 13 Mei 2019 ini

Foto ketiga di postingan yang menyesatkan itu adalah bagian dari cuitan ini, diunggah oleh situs berita Shoora News Srilanka pada tanggal 13 Mei 2019. 

Cuitan itu berbunyi, “Sedikitnya 3 masjid di Kiniyama, Kuliyapitya diserang kemarin malam saat jam malam berlangsung, rusak berat.”

Kiniyama” dan “Kuliyapitya” adalah dua kota di barat laut Sri Lanka.

Berikut adalah tangkapan layar perbandingan foto ketiga di postingan Facebook yang menyesatkan (kiri) dengan foto di cuitan Shoora News Srilanka (kanan):

Tangkapan layar perbandingan foto ketiga di postingan Facebook yang menyesatkan (kiri) dengan foto di cuitan Shoora News Srilanka (kanan)

Foto keempat dipublikasikan di laporan Colombo Telegraph tentang enam serangan atas masjid ini, diterbitkan tanggal 13 Mei 2019. 

Berikut adalah tangkapan layar perbandingan antara foto keempat di postingan Facebook yang menyesatkan (kiri) dengan foto di situs Colombo Telegraph (kanan):

Tangkapan layar perbandingan antara foto keempat di postingan Facebook yang menyesatkan (kiri) dengan foto di situs Colombo Telegraph (kanan)

Laporan Colombo Telegraph antara lain menyatakan, “Pemerintah memblokir media sosial setelah terjadinya massa menyerang sejumlah masjid dan properti yang dimiliki kaum Muslim. 

“Tiga masjid disasar dalam sejumlah serangan sadis malam hari sampai pagi hari. 
“‘3 masjid, satu masjid jumma dan dua surau diserang dan dijarah di Kiniyama, Bingiriya di distrik Kurunegala saat jam malam masih berlangsung pagi dini hari pada tanggal 13 Mei 2019,’ President's Counsel Mohamed Ali Sabry menulis di laman Facebooknya.”

Pernyataan Sabry bisa dilihat di laman Facebook resminya di sini

President’s Counsel adalah titel simbolis yang diberikan kepada pengacara senior oleh presiden Sri Lanka.  

Pernyataanya antara lain mengatakan, “Ini sudah tak terkendali. Cukup dengan rasisme. Ini tak akan memecahkan masalah tapi justru memperuncingnya.
Sore Chillaw. Lalu Kuliyapitiya.
Telah dikonfirmasi:
3 masjid, 1 masjid jumma dan dua surau diserang dan dijarah di Kiniyama, Bingiriya in distrik Kurunegala sewaktu jam malam berlaku di pagi hari 13.05.2019.” 

Serangan itu juga disebut di laporan ini, diterbitkan oleh The Hindu, situs berita India, pada tanggal 13 Mei 2019. 

Di pernyataan yang dipublikasikan oleh Tribrata News, portal berita resmi Polri, pada tanggal 22 Mei 2019 ini, Polri menyangkal menyerang masjid apa pun. 

Dalam pernyataannya, M. Iqbal, juru bicara Polri, berkata, “Brimob tidak pernah menyerang masjid. Teman kami, rekan kami TNI juga tidak pernah serang masjid.”