Tidak, klip berita TV ini tidak menunjukkan Presiden Jokowi sedang mengusulkan pemilu ulang

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah gambar tayangan wawancara dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, alias Jokowi, yang telah dibagikan ribuan kali di Facebook, dipakai untuk mengklaim ia menyatakan setuju dengan pelaksanaan ulang pemilihan umum “jika perlu”. Klaim itu menyesatkan: di rekaman asli wawancara tersebut, Jokowi menyatakan tentang pemungutan suara mungkin perlu diulang di beberapa tempat yang mengalami masalah saat pemilihan umum tanggal 17 April 2019 silam.

Foto itu dapat dilihat di postingan Facebook tanggal 23 April 2019 dengan jumlah pembagian 19.000 ini. Pengunggahan itu dilakukan enam hari setelah Indonesia melangsungkan pemilihan umum.

Jokowi dan lawan tunggalnya, Prabowo Subianto, adalah dua calon di pemilihan presiden di bulan April lalu. Ini adalah laporan AFP tentang Pilpres 2019 itu.

Bagian mula dari status postingan tersebut berbunyi, “Kenapa mau Pemilu ulang?? Kami gak perlu pemilu ulang, asal semua proses rekapitulasi C1 dari TPS, kecamatan, kabupaten, provinsi dan pusat dilakukan dengan terbuka dan jujur.”

Di bawah ini tangkapan layar dari postingan Facebook tersebut:

Tangkapan layar unggahan Facebook menyesatkan

Logo stasiun televisi Indonesia iNews TV terlihat di kiri atas foto, sedangkan logo acara berita “iNews Malam” terlihat di foto bagian kiri bawah, tepat di sebelah kiri kotak biru yang bertuliskan, “JIKA PERLU PEMILU ULANG, MAKA DIULANG SAJA.” 

AFP menemukan klip ini di kanal resmi iNews di YouTube, yang yang diunggah tanggal 23 April 2019 dan berjudul:  “Tanggapi soal Salah Input Data, Jokowi: Coblos Ulang di TPS Bermasalah - iNews Malam 23/04.”  

Mulai dari detik 0:33, terlihat Jokowi mengenakan batik biru yang sama dengan yang ada di foto Facebook dan sedang memberikan wawancara ihwal pemilu yang berlangsung enam hari sebelumnya.

Gambar di unggahan Facebook menyesatkan itu diambil dari video asli di YouTube, tepatnya di menit 1:08.

Berikut perbandingan antara gambar di Facebook dengan tangkapan layar dari video asli di YouTube:

Perbandingan antara foto di Facebook (kiri) dan tangkapan layar video iNews (kanan)

Di video asli, Jokowi hanya berkata, pengambilan suara perlu diulang di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) di mana bukti-bukti keganjilan telah ditemukan. Di menit 1:03, ia berujar, “Kalau di sebuah TPS, perlu diulang, ya diulang saja. Mekanismenya ada semua, kok. Aturannya ada semuanya.”

Ia tidak mengusulkan atau menyetujui pemilu ulang jika dibutuhkan.

AFP menanyakan pemimpin redaksi iNews Yadi Hendriana terkait gambar tersebut dalam sebuah wawancara tanggal 26 April 2019. Yadi berkata bahwa gambar itu “tidak kontekstual, salah”.