Tidak, video ini tidak menunjukkan walikota Surabaya berunjuk rasa di depan kantor KPU

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman gambar yang tersebar di berbagai unggahan media sosial disebut menunjukkan walikota Surabaya, Tri Rismaharini, sedang berunjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Klaim itu salah, lantaran video yang telah ditonton puluhan ribu kali di internet itu sejatinya memperlihatkan aksi protes di depan kantor KPU di Surakarta yang tidak dihadiri oleh pejabat nomor satu Surabaya itu.

Video tersebut telah dibagikan berkali-kali di berbagai saluran media sosial, salah satunya unggahan di Facebook tanggal 1 Mei 2019 ini, di mana klip tersebut telah ditonton 48.000 kali.

Keterangan unggahan berbunyi, “Ibu Risma Demo di depan kpu surabaya agar tidak berbuat Curang…”

Risma adalah panggilan akrab Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Profilnya dapat dilihat di tautan dari situs resmi pemerintah kota Surabaya ini.

Berikut tangkapan layar unggahan di Facebook tersebut:

Tangkapan layar unggahan Facebook menyesatkan

Rekaman gambar itu menunjukkan sebuah unjuk rasa di luar sebuah gedung KPU. Terlihat pula seorang wanita sedang berpidato di atas panggung dan di hadapan para demonstran serta anggota polisi.

Klip tersebut juga tersebar di YouTube. Salah satunya, unggahan tanggal 2 Mei 2019 ini, berjudul, “Walikota Surabaya Ibu Risma Demo Depan Kantor KPU Surabaya Karena Curang”.

Tulisan berwarna merah-putih “Walikota Surabaya Ibu Risma” terlihat pula di video tersebut.

Dari hasil penelusuran AFP, rekaman gambar itu ternyata tidak menunjukkan sebuah demonstrasi di depan kantor KPU di Surabaya, di Jawa Timur, namun sebuah unjuk rasa di Surakarta, di Jawa Tengah.

Pencarian di Google dengan kata kunci “KPU Surakarta” menemukan gambar ini -- yakni foto Google Street View gedung kantor KPU di Surakarta. Apa yang terlihat di gambar tersebut identik dengan apa yang terlihat di video yang tersebar di media sosial.

Berikut tiga gambar yang berisi perbandingan antara tangkapan layar video dengan foto dari Google Street View:

Tangkapan layar video di YouTube (kiri) dan gambar KPU Surakarta dari Google Street View (kanan)
Tangkapan layar video di YouTube (kiri) dan gambar KPU Surakarta dari Google Street View (kanan)
Tangkapan layar video di Facebook (kiri) dan gambar bangunan di seberang KPU Surakarta dari Google Street View (kanan)

AFP mencari di Google untuk memeriksa apakah pernah ada sebuah unjuk rasa di depan kantor KPU Surakarta dalam waktu belakangan.

AFP lalu menemukan beberapa laporan media massa mengenai sebuah aksi protes di depan kantor KPU Surakarta tanggal 26 April 2019. Contohnya, tulisan di Tribunnews ini dan di Viva.co.id ini.

Foto utama di tulisan-tulisan tersebut menunjukkan beberapa unsur yang sama dengan apa yang kelihatan di video Facebook. Contohnya, panggung, spanduk, pagar berkawat duri dan bangunan sekitar. 

Tangkapan layar video di Facebook (kiri) dan gambar KPU Surakarta dari artikel Tribunnews.com (kanan)
Tangkapan layar video di Facebook (kiri) dan gambar KPU Surakarta dari artikel Viva.co.id (kanan)

Kedua artikel berita itu menyatakan, sebuah kelompok bernama Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU Surakarta tanggal 26 April 2019. Tidak satupun yang melaporkan Risma turut serta di kegiatan itu.

DSKS mengunggah beberapa foto kegiatan itu di halaman Facebook mereka tanggal 26 April 2019. Gambar-gambar tersebut bisa dilihat di sini.

Pada tanggal 2 Mei 2019, pemerintah kota Surabaya menyatakan lewat Twitter bahwa klaim yang tersebar di media sosial itu salah.

Pada tanggal 26 April 2019, Risma sedang mengunjungi anggota keluarga seorang relawan pemilu yang wafat di kota Surabaya. Buktinya bisa dilihat di cuitan pemkot Surabaya ini dan ini pada tanggal tersebut di akun Twitter resmi mereka.