Tidak, klip ini tidak menunjukkan capres Prabowo Subianto bersumpah akan hapus polisi dan TNI

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang telah ditonton lebih dari 100.000 kali di Facebook diklaim menunjukkan calon presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan sumpahnya untuk menghapus, antara lain, polisi dan TNI jika ia memenangkan pemilihan presiden 17 April 2019. Klaim tersebut salah: klip itu telah disunting dan diambil dari sebuah video asli kampanye Prabowo. Bedanya, di video asli, sang kandidat sebenarnya berjanji tidak menggunakan lembaga-lembaga itu untuk kepentingan politiknya jika terpilih.  

Klip itu bisa ditonton di beberapa unggahan Facebook, salah satunya postingan tanggal 6 April ini, di mana video tersebut telah dilihat lebih dari 85.000 kali. Video itu juga dibagikan di sini dan di sini

Di bawah ini gambar tangkapan layar video di Facebook tersebut.

Tangkapan layar unggahan Facebook yang menyesatkan

Tulisan putih di dalam area merah di video itu berbunyi: “PRABOWO AKAN HAPUS POLISI TNI JAKSA BUPATI GUB DLL.”

Di video Facebook itu, terdengar Prabowo lantang berujar, “Di depan televisi, saya bersumpah kalau saya jadi presiden nanti, saya tidak akan menggunakan polisi, tentara, intelijen, jaksa, bupati, gubernur, tidak akan saya gunakan.”

AFP lantas menyalin kalimat tersebut di Google. Hasilnya, ucapan Prabowo itu dijadikan kutipan di artikel berita Suara.com tanggal 29 Maret 2019 ini. Judul berita itu, “Prabowo Bersumpah Tak Akan Gunakan TNI-Polri untuk Kepentingan Politik”.

AFP menggunakan beberapa kata kunci di kalimat tersebut untuk mencari tahu manakala ada versi lain dari video Facebook yang kami periksa. Pencarian itu mengantarkan kami ke cuitan Fadli Zon -- wakil ketua umum Gerindra, partai politik Prabowo -- tanggal 31 Maret 2019 ini. Unggahan itu memuat video dengan durasi lebih panjang dari video di Facebook.

Video yang Fadli unggah di Twitter menunjukkan kampanye akbar Prabowo di Bogor tanggal 29 Maret 2019. Di situ, Prabowo terdengar berkata: “Di depan televisi, saya bersumpah kalau saya jadi presiden nanti, saya tidak akan menggunakan polisi, tentara, intelijen, jaksa, bupati, gubernur, tidak akan saya gunakan untuk kepentingan politik saya.”

Dari temuan-temuan di atas, kami menyimpulkan, video di Facebook adalah hasil suntingan dari video yang Fadli sebarkan di cuitannya. Versi di Facebook menghapus bagian di mana Prabowo berkata, “untuk kepentingan politik saya” pada detik 0:19 di video asli.

Kantor berita Antara juga melaporkan kampanye Prabowo tersebut pada tanggal 29 Maret 2019 di artikel ini.

Prabowo menghadapi Presiden Joko Widodo, alias Jokowi, di Pilpres bulan April mendatang. The Jakarta Post melaporkan hasil pengundian nomor urut mereka di sini