Tidak, sekjen PBB tidak mengucapkan selamat kepada Prabowo atas terpilihnya sebagai presiden Indonesia

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Postingan Facebook yang telah dibagikan lebih dari seratus kali berisi tangkapan layar judul artikel sebuah blog yang mengklaim “Sekjen PBB Pedro Coelho” telah mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto atas terpilihnya sebagai presiden Indonesia. Klaim tersebut salah; sekretaris jenderal PBB saat ini adalah Antonio Guterres; postingan blog itu identik dengan artikel berita Kantor Berita Antara tahun 2013 tentang Ban Ki-moon, sekjen PBB saat itu, yang mengucapkan selamat kepada Hassan Rouhani yang saat itu terpilih sebagai presiden Iran.

Postingan Facebook tertanggal 26 April 2019 ini berisi tangkapan layar judul sebuah artikel blog dan link artikel yang diposting oleh wavienews.com pada tanggal 24 April 2019.

Judul artikel yang terlihat di gambar tangkapan layar tersebut adalah: “Sekjen PBB Ucapkan Selamat Pada Prabowo Atas Terpilihnya Menjadi Presiden RI.” 

Sementara paragraf pertama postingan Facebook tersebut adalah: “Dapet dri wall temen :
Btw PBB mungkin sebel ama jikowi yg sering mangkir rapat PBB. Klo gag bisa bahasa inggris an jgn maksa jadi presiden.. Jadi tukang meubel aja.”

Seluruh artikel di postingan blog juga disalin di status Facebook itu.

Berikut tangkapan layar status Facebook menyesatkan itu:

Tangkapan layar status Facebook menyesatkan

Di paragraf pertama artikel blog, sekjen PBB disebut sebagai “Pedro Coelho”.

Antonio Guterres terpilih sebagai sekretaris jenderal PBB tanggal 13 Oktober 2016. Ini laporan resmi PBB tentang penunjukan Guterres, yang menyebut ia akan menjabat sebagai sekjen hingga tanggal 21 Desember 2021. Dan ini akun Twitter resmi Guterres.

Tak seorangpun bernama Pedro Coelho pernah menjabat sebagai sekjen PBB. Daftar nama sekjen PBB yang pernah dan saat ini menjabat kedudukan tersebut bisa dilihat di laman situs resmi lembaga antar bangsa ini.

Paragraf pertama artikel blog itu tertulis: “Sekretaris Jenderal PBB Pedro Coelho, Minggu (21/4), menyampaikan ‘ucapan selamatnya yang hangat’ kepada Prabowo Subianto, yang terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Indonesia.”

Pencarian dengan kata kunci di Google mengungkapkan bahwa postingan blog itu telah memanipulasi artikel Kantor Berita Antara tertanggal 16 Juni 2013 ini tentang Ban Ki-moon, sekjen PBB saat itu, mengucapkan selamat kepada Hassan Rouhani setelah ia memenangkan pilpres di Iran tahun 2013.

Kalimat di artikel blog dan status Facebook itu mengikuti kalimat di artikel berita Antara, dengan pengecualian nama Ban Ki-moon telah diganti dengan Pedro Coelho dan nama Hassan Rouhani diganti dengan Prabowo Subianto. Tanggal yang tertera juga diganti.

Judul artikel berita Antara tersebut adalah: “Sekjen PBB Ucapan Selamat Kepada Presiden Terpilih Iran”.

Berikut tangkapan layar judul asli artikel berita yang dimuat Antara:

Tangkapan layar judul artikel berita Antara

Paragraf pertama artikel asli di berita Antara adalah: “Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Sabtu (15/6), menyampaikan ‘ucapan selamatnya yang hangat’ kepada Hassan Rouhani, yang dikonfirmasi sebagai pemenang dalam pemimpin presiden Iran.”

Berikut gambar yang membandingkan paragraf pertama artikel blog (kiri) dan laporan berita yang dimuat Antara (kanan), ditandai dalam kotak merah:

Gambar yang membandingkan paragraf pertama artikel blog (kiri) dan laporan berita Antara (kanan)