Tidak, video ini tidak menunjukkan jenazah Imam Samudra, salah satu pelaku Bom Bali 2002, yang digali dari kuburan

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 21/06/2019 pukul 10:05
  • Diperbarui pada hari 24/06/2019 pukul 10:24
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah video telah ditonton ribuan kali di Facebook dengan klaim video itu menunjukkan jenazah Imam Samudra, yang dipidana mati karena kasus Bom Bali 2002 dan dieksekusi tahun 2008. Klaim itu salah: video itu menunjukkan jenazah Yaser bin Thamrin, tahanan kasus terorisme yang meninggal di bulan Juli 2018. 

Video ini diunggah di Facebook pada tanggal 22 Mei 2019 dan telah ditonton lebih dari 600 kali.

Berikut adalah tangkapan layar postingan yang menyesatkan itu: 

Image
Tangkapan layar postingan Facebook yang menyesatkan

Keterangan unggahan itu berbunyi,
“Pemindahan kuburan imam samudra di karenakan proyek pelebaran jln setelah 10 thn mati di tembak oleh tim squad dari pemerintah indonesia di nusa kambangan pd tgl 9 nov 2008.
Di jatuhkan hukuman mati karena mengebom tempat maksiat di club malam di bali pd thn 2002.
Jenazah pejuang syahid imam samudra.... Masih segar ibarat sedang tidur. SUBHANAALLAH..”

Video yang sama dengan klaim yang sama mulai muncul di Facebook tahun lalu, seperti postingan bertanggal 2 Agustus 2018 ini, di mana klip itu telah ditonton lebih dari 1,900 kali.  

Imam Samudra adalah salah satu pelaku kasus Bom Bali 2002 yang divonis mati pada tanggal 10 September 2003, dieksekusi tanggal 8 November 2008 dan dimakamkan keesokan paginya, tanggal 9 November 2008.  

Klaim itu salah: video di postingan yang menyesatkan itu telah beredar di dunia maya sejak Juli 2018 dan sejatinya menampilkan jenazah Yaser bin Thamrin, yang pemerintah sebut sebagai “narapidana teroris” yang meninggal di rumah sakit pada tanggal 17 Juli 2018 setelah jatuh sakit. 

Video ini diunggah di postingan YouTube tertanggal 22 Juli 2018 ini dengan judul: “Subhanallah... Yaser Bin M. Thamrin Terduga Teroris Meninggal Dengan Wajah Yang Indah.” 

Video yang sama juga diunggah pada tanggal 24 Juli 2018 oleh Divisi Humas Polri di akun Facebook resmi mereka di sini

Lingkaran stempel merah dengan kata-kata “HOAX”, “Biro Multimedia” dan “Divisi Humas Polri” juga muncul di video. 

Video itu juga menampilkan kata-kata “Be Smart Netizen” dan kotak putih berisi kalimat: 
“Beredarnya video di youtube yang mengatasnamakan Rudi Yonda dengan judul jasad terkubur, tapi masih utuh adalah HOAX / TIDAK BENAR.
Mayat tersebut bukanlah mayat Imam Samudra. Melainkan mayat Yaser Bin M. Thamrin, seorang tahanan kasus tindak pidana terorisme di lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.
Yaser meninggal dunia karena sakit di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel). Selasa 17 Juli 2018.” 

Keterangan di postingan itu mengulang apa yang tertulis di dalam kotak putih. 

Juru bicara Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyatakan hal yang sama dalam rilis tertulisnya kepada media pada tanggal 23 Juli 2018, seperti yang diberitakan dalam laporan ini dan ini. “Ini video dari Yaser bin Thamrin, napiter di Gunung Sindur,” katanya.  

Video jenazah Yaser juga muncul di media sosial Pakistan, dengan klaim klip tersebut menunjukkan jenazah Umar Patek, terpidana teroris Indonesia yang masih hidup dalam tahanan di Lapas Porong, Sidoarjo. Tulisan AFP Fact-check tentang klaim tersebut bisa dibaca di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami