
Tidak, video ini tidak menunjukkan Presiden Jokowi mengakui ada kecurangan di Pemilu 2019
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 15/05/2019 pukul 10:44
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video ini telah ditonton lebih dari 523.000 kali di YouTube sejak diunggah tanggal 28 April 2019. Tangkapan layar video yang sama juga telah dibagikan lebih dari 100 kali sejak diunggah di Facebook pada tanggal 30 April 2019.
Judul video YouTube menyesatkan itu adalah: “BARU NGAKU! Jokowi Akui Ada Kecurangan di Pemilu 2019, PRABOWO: Terima Kasih Anda Telah JUJUR!”
Jokowi adalah nama panggilan Presiden Joko Widodo, sedangkan Prabowo merujuk kepada Prabowo Subianto, penantang utama Jokowi di pilpres tanggal 17 April 2019. Laporan AFP tentang Pilpres 2019 bisa dibaca di sini.
Di video YouTube yang berdurasi 11 menit dan 15 detik itu, seorang narator membaca sejumlah artikel berbarengan dengan tayangan video editan tentang Jokowi.
Berikut tangkapan layar video tersebut:

Tulisan di kotak biru di bagian bawah layar terbaca: “BARU NGAKU!!! Jokowi Akui Ada Kecurangan di Pemilu 2019, PRABOWO: Terima Kasih Anda Telah JUJUR!”
Tayangan video keliru itu diupload oleh akun YouTube bernama Upil Gajah, yang mengklaim menyajikan “BERITA POPULER di TANAH AIR” namun tidak menyediakan satu pun link ke media mainstream Indonesia di profilnya. Profil akun YouTube tersebut bisa di lihat di sini.
Untuk menentukan dari mana tayangan yang menunjukkan Jokowi sedang berbicara itu diambil, salah satu cuplikan di tayangan tersebut diambil menggunakan InVid kemudian dilakukan pencarian reverse image menggunakan Yandex.
Salah satu hasilnya merujuk ke berita video berdurasi 1 menit dan 34 detik ini yang diunggah CNN Indonesia pada tanggal 23 April 2019.
Di bawah ini gambar yang membandingkan tangkapan layar dari video CNN Indonesia (kiri) dan tangkapan layar dari video menyesatkan (kanan). Kedua tayangan tersebut identik, dan AFP telah menandai fitur-fitur yang sama dengan lingkaran merah.

Di samping itu, video yang menyesatkan, seperti terlihat di gambar sebelah kanan, juga terlihat telah dipotong dan diperbesar, dan judul hitam dan putih di sisi bawah video CNN Indonesia telah ditutupi sehingga tidak terlihat.
Kesamaan kedua video juga terlihat di tangkapan layar di bawah ini. Perhatikan gambar TV dan bendera di tayangan video CNN Indonesia (kiri) dan video menyesatkan itu (kanan):

Judul video CNN Indonesia itu adalah: “Jokowi minta kementerian kurangi belanja barang.”
Pada detik ke-50 di video CNN Indonesia, Jokowi terdengar mengatakan: “Sudah kita sampaikan bahwa belanja modal agar diperkuat agar ditingkatkan, semua kementrian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggaran itu betul-betul bisa direalisasikan. Yang kedua, belanja barang kurangi sebanyak-banyaknya.”
Tak sekalipun di video asli CNN Indonesia Jokowi menyebut tentang kecurangan pemilu.
Suara narator di video menyesatkan itu telah diambil dari beberapa artikel berita.
Beberapa kalimat pertama yang diucapkan dalam video tersebut adalah:
“Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan bahwa Jokowi telah mengakui adanya kecurangan di Pemilu 2019. Hal itu dikatakan Sandi di hadapan pendukungnya yang tergabung dalam Relawan M-16, di Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad tanggal 28 April tahun 2019.”
Sandiaga adalah cawapres Prabowo dalam Pilpres 2019. Namanya tercantum sebagai cawapres di situs resmi Komisi Pemilihan Umum ini, dan akun Twitter resminya bisa dilihat di sini.
Pencarian Google dengan menggunakan kalimat yang diucapkan narator tersebut menemukan bahwa kalimat tersebut berasal dari artikel media Suara yang diterbitkan tanggal 28 April 2019 ini.
Berikut tangkapan layar artikel tersebut:

Judul artikel Suara tersebut adalah: “Di Depan Relawan, Sandiaga: Jokowi Akui Ada Kecurangan di Pemilu 2019”.
Seluruh artikel Suara tersebut dibacakan di video sampai menit ke 2’40”.
Artikel tersebut tidak mencantumkan kutipan dari Jokowi.
Artikel kedua berasal dari laporan Tempo yang dibacakan dari menit ke 2’40” sampai 7’59”. Dalam wawancara dengan Tempo yang diterbitkan tanggal 27 April 2019 tersebut, Jokowi menilai bahwa pemilu telah berjalan “lancar, baik, jujur dan adil” dan mengatakan “jika ada kecurangan sifatnya kasuistis”.
Dua artikel terakhir yang dibacakan di video menyesatkan tersebut diambil dari situs berita Detik ini (dari menit ke 8’06” sampai 9’49”) dan ini (menit ke 9’49” sampai 11’15”). Kedua artikel tersebut berisi tentang Jendral Gatot Nurmantyo yang geram karena namanya dicatut dalam tayangan hoax.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami