Video ini menunjukkan dua insiden yang tidak berkaitan: di klip pertama, beberapa pria dipukuli orang; di klip kedua, seorang anak yang dibawa untuk dimakamkan

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang dimaksudkan untuk menunjukkan anak-anak yang diculik dan organnya diambil untuk dijual telah ditonton ribuan kali di Facebook. Klaim itu salah: video tersebut terdiri dari dua klip yang berbeda dari insiden yang tidak berkaitan satu sama lain. Klip pertama menunjukkan laki-laki yang dipukuli orang dan klip kedua menunjukkan jenazah anak laki-laki yang dibawa untuk dikebumikan di kampung halamannya. 

Satu video yang berdurasi satu menit 29 detik diunggah di Facebook di sini pada tanggal 16 Oktober 2019 dan telah ditonton lebih dari 1.800 kali. 

Di 38 detik pertama video itu menunjukkan dua pria dipukuli; sedangkan dari detik ke-39 hingga selesai, adegan di video menunjukkan seorang anak berbaring di dalam peti yang dipenuhi dengan balok es dan dua orang perempuan mengeluarkan es-es tersebut. 

Status unggahan tersebut berbunyi: “Anak-anak di China diculik dibekukan organ tubuhnya dijual belikan… sekitar 300 dus anak kecil yang dibekukan… sangat kejam!!! Awasi selalu anak an.” 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Video yang sama dengan klaim yang mirip juga muncul di unggahan Facebook yang lain di sini, di sini dan di sini

Video yang berdurasi lebih pendek juga diunggah dengan keterangan dalam bahasa Malaysia di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini, di mana video itu telah ditonton lebih dari 171.000 kali. 

Klaim itu salah. Video tersebut terdiri dari dua klip yang berbeda dari dua insiden yang tidak berkaitan. Bagian pertama video itu menunjukkan dua pria yang sedang dipukuli sedangkan bagian kedua menunjukkan jenazah anak laki-laki yang diletakkan di dalam kotak styrofoam yang diisi dengan balok es sebelum dimakamkan. 

Kombinasi pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan pernyataan dari penegak hukum Tiongkok tentang video yang telah beredar di dunia maya setidaknya sejak tahun 2017 dengan klaim yang serupa. 

Pernyataan ini dipublikasikan di akun resmi WeChat Biro Keamanan Umum (PSB) di wilayah Sinan pada tanggal 16 Desember 2017 yang menyatakan bahwa bagian pertama dari video itu direkam pada tanggal 14 Desember 2017 di desa Sanjiaoba di Sinan, provinsi Guizhou. 

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, judul pernyataan tersebut adalah: “Hasil penyelidikan rumor penculikan anak di desa Sanjiaoba, kota Shaojiaqiao, Sinan.” 

Sebagian pernyataan itu berbunyi: “Polisi menemukan bahwa empat orang - Wang, Lu, Wang dan Jing - pergi ke desa Sanjiaoba, kota Shaojiaqiao untuk menjual obat-obatan tradisional kepada orang-orang setengah baya dan lanjut usia tetapi mereka dikira penipu dan pencuri. Mereka kemudian diserang oleh penduduk desa. 

“Video pemukulan itu direkam oleh orang-orang yang berada di lokasi kejadian dan kemudian disebarkan secara online dengan isu upaya penculikan anak. Menurut penyelidikan kepolisian Sinan, empat orang tersebut yaitu Wang, Lu, Wang dan Jing pergi ke Sanjiaoba untuk menjual obat-obatan tradisional dan tidak dicurigai melakukan penipuan atau pencurian apalagi menculik anak seperti klaim yang tersebar di dunia maya.” 

Akun WeChat yang sama juga mempublikasikan pernyataan yang lain yang dilengkapi dengan tangkapan layar dua video pada tanggal 27 Desember 2017 untuk membantah klaim palsu lain yang mirip dengan klaim di unggahan Facebook menyesatkan.  

Tiga paragraf pertama pernyataan itu berbunyi: “Baru-baru ini, video berdurasi satu menit, 29 detik yang dimaksudkan untuk menunjukkan anak-anak diculik dari desa Sanjiaoba di kota Shaojiaqiao, Sinan telah menyebar dengan klaim baru yang menyatakan bahwa jantung anak-anak itu diambil dan mata mereka dicungkil. Setelah diselidiki, polisi menemukan bahwa klaim itu murni hanyalah rumor dan meminta masyarakat untuk bersikap rasional, tidak mudah percaya atau ikut menyebarkan desas-desus. 

“Di 41 detik pertama video tersebut mengklaim bahwa adegan itu memperlihatkan seseorang menculik seorang anak di desa Sanjiaoba, kota Shaojiaqiao, Sinan, pada tanggal 14 Desember 2017. Polisi di wilayah Sinan, provinsi Guizhou, telah mengerahkan petugas untuk menyelidiki video itu dan menemukan bahwa tidak ada kejadian seperti itu di sana. Klaim itu hanyalah rumor. 

“48 detik selanjutnya menunjukkan klip yang telah tersebar luas dengan klaim ‘seorang anak yang dibekukan hingga meninggal di dalam kotak’ pada tanggal 13 Juli 2017. Insiden ini telah diselidiki oleh polisi di wilayah Taojiang, provinsi Hunan, yang telah mengkonfirmasi bahwa kejadian itu tidak ada dan hanya rumor.” 

Biro Keamanan Umum Sinan juga menyertakan tangkapan layar dua video dalam pernyataan mereka dengan indikasi bahwa klip pertama tampaknya direkam saat musim dingin sedangkan klip yang kedua direkam di musim panas. 

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar yang disertakan di pernyataan polisi (kanan): 

Perbandingan video di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar yang disertakan di pernyataan polisi (kanan)

Polisi kota Yiyang di provinsi Hunan mengeluarkan pernyataan ini pada tanggal 13 Juli 2017 di akun Weibonya yang terverifikasi bahwa video yang memperlihatkan anak laki-laki yang terbaring di dalam kotak berwarna putih sebenarnya menunjukkan seorang anak yang meninggal karena tenggelam. 

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, sebagian pernyataan itu berbunyi: “Anak dalam video itu berasal dari desa Mingyueshan, kota Xiushan, wilayah Taojiang, kota Yiyang, provinsi Hunan. Anak itu tenggelam di rumah kerabatnya di kota Guangzhou. Karena panasnya musim panas, keluarganya menempatkan jenazahnya di dalam kotak styrofoam yang diisi dengan es batu sebelum membawanya pulang untuk dimakamkan.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar klip di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di pernyataan polisi Yiyang (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar klip di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di pernyataan polisi Yiyang (kanan)

Artikel berita yang dipublikasikan di Channel NewsAsia (CNA), situs berita berbasis di Singapura, pada tanggal 18 Juli 2017 ini juga memverifikasi klaim serupa yang beredar di media sosial dan WhatsApp. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul laporan itu berbunyi: “Video viral ‘anak yang diculik di dalam kotak es’ menunjukkan anak laki-laki yang tenggelam: Laporan.”

Paragraf pertama artikel berita itu berbunyi: “Sebuah video viral yang beredar di media sosial dan WhatsApp yang mengklaim bahwa seorang anak diculik dan diletakkan di dalam kotak berisi es oleh penjual organ sebenarnya menunjukkan anak laki-laki yang tenggelam, menurut laporan.”