Video ini menunjukkan ikan di pantai di Meksiko

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 30/06/2020 pukul 12:10
  • Diperbarui pada hari 08/07/2020 pukul 05:58
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah video yang telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai unggahan di Twitter, Facebook dan YouTube dengan klaim klip itu menunjukkan ikan-ikan yang mati terdampar di sebuah pantai di Bali. Klaim tersebut menyesatkan: video itu menunjukkan orang-orang mengumpulkan ikan di sebuah pantai di Meksiko.

Video itu telah ditonton lebih dari 177.000 kali sejak diunggah di Twitter pada tanggal 9 Juni 2020.

Tayangan berdurasi satu menit dan 14 detik itu menunjukkan sekelompok orang sedang mengumpulkan ikan-ikan di pantai. 

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Cuitan yang menyertai video itu tertulis: “Lo kenapa tuh ikannya di Bali pada mati ke pinggir pantai?
@BNPB_Indonesia.”

Teks berwarna kuning terlihat di dalam video dengan bunyi: “ikan ini terjadinya di pantai Bali.” 

@BNPB_Indonesia adalah akun Twitter resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Klip yang sama juga telah ditonton lebih dari 3.000 kali setelah diunggah dengan klaim yang sama di YouTube di sini, di sini dan di sini; di Facebook di sini dan di sini; dan di Twitter di sini.

Klip tersebut juga dibagikan dalam unggahan berbahasa Spanyol dan bahasa Inggris dengan klaim lokasi kejadian di Panama, Venezuela atau di Acapulco, Meksiko.

Namun semua klaim tersebut menyesatkan.

Pencarian gambar terbalik dan pencarian kata kunci di Google menemukan klip tersebut sebelumnya telah diunggah di Facebook pada tanggal 2 April 2020.

Status berbahasa Spanyol itu jika diterjemahkan artinya: “Pemancingan Comondu. #Comondu. Memancing di Puerto Adolfo Lopez Mateos.”

Video yang sama juga telah diunggah pada tanggal 2 April 2020 di sini. Status yang menyertai video artinya: “Memancing di Puerto Adolfo Lopez Mateos

“Berton-ton ikan ditangkap nelayan PTO. Lopez Mateos, BCS!!
#Perhatian di komunitas nelayan Puerto Adolfo Lopez Mateos Baja California Sur, nelayan berhasil melempar jaring insang (Chinchorro) dan menangkap berton-ton ikan.”

Puerto Adolfo Lopez Mateos adalah kota pantai yang terletak di kotamadya Comondu, di negara bagian Baja California Sur, di Meksiko.

Plat kendaraan

Pada detik ke-54, klip di unggahan menyesatkan itu secara singkat memperlihatkan nomor plat kendaraan seperti pada tangkapan layar di bawah ini:

Image
Plat kendaraan di video unggahan menyesatkan

Seorang jurnalis AFP yang bisa berbahasa Spanyol telah menganalisis nomor plat kendaraan itu dan menemukan nomor tersebut sesuai dengan plat nomor yang dikeluarkan Anapromex, sebuah perusahaan Meksiko yang menyediakan jasa pendaftaran kendaraan dari luar negeri. 

Berikut tangkapan layar contoh plat nomor yang dikeluarkan Anapromex yang diambil dari situs web perusahaan itu:

Image
Tangkapan layar contoh plat nomor yang dikeluarkan Anapromex

Berikut perbandingan tangkapan layar plat nomor yang terlihat di video unggahan menyesatkan (kiri) dan plat nomor yang dikeluarkan Anapromex (kanan):

Image
Perbandingan antara plat nomor yang terlihat di video unggahan menyesatkan (kiri) dan plat nomor yang diambil dari website Anapromex (kanan)

Di websitenya, ada daftar kantor perwakilan Anapromex di berbagai negara bagian di Meksiko, termasuk Baja California Sur. Namun, Guerrero, negara bagian di mana Acapulco terletak, tak ada di dalam daftar itu.

AFP menghubungi salah seorang nelayan di Adolfo Lopez Mateos. Nelayan itu mengonfirmasi bahwa salah seorang putranya ikut menangkap ikan-ikan itu dan seorang cucunya terlihat dalam tayangan video. Dia mengatakan ikan-ikan itu ditangkap menggunakan jaring.

“Itu ikan kuwe … nelayan menangkap antara 10 sampai 12 ton,” ujar nelayan yang tidak mau disebut namanya itu. “Hal seperti tidak terjadi setiap hari.”

Tambahnya: “Bagi kami nelayan, menangkap ikan seperti itu adalah suatu berkah, melegakan.”

PEMBARUAN: Artikel ini telah diperbarui pada tanggal 8 Juli 2020 dengan tambahan 
komentar seorang nelayan

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami