Video ini menunjukkan latihan simulasi TNI AL

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang telah puluhan ribu kali ditonton di Facebook dan YouTube diklaim menunjukkan sebuah operasi TNI yang menggagalkan pembajakan sebuah kapal feri di perairan sekitar Batam. Klaim itu salah karena rekaman itu sebenarnya menunjukkan sebuah latihan simulasi yang dilakukan oleh TNI AL. 

Video sepanjang satu menit dan 49 detik itu muncul pada tanggal 15 November 2020 di postingan ini di Facebook, di mana rekaman itu telah ditonton sebanyak lebih dari 6.100 kali.

Tangkapan layar dari unggahan Facebook menyesatkan, diambil tanggal 25 November 2020

Keterangan unggahan itu berbunyi, “*Kapal feri Batam Singapore di rampok dan mau di bajak di amankan TNI kepala perampok yg melawan ditembak mati di tempat*.”

Video itu telah ditonton 16.000 kali setelah muncul di Facebook di sini, sini dan sini, serta di YouTube di sini.

Video tersebut juga beredar dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris seperti di sini dan sini

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Pencarian kata kunci di Google menemukan artikel iNews tanggal 15 November 2020 ini yang berjudul, “Operasi VBSS, Lanal Tanjung Balai Karimun Tembak Mati Perompak.”

Pulau Karimun terletak di Provinsi Riau. 

Di bawah ini adalah sebuah tangkapan layar dari artikel iNews tersebut:

Tangkapan layar artikel iNews

Dua paragraf pertama laporan itu berbunyi, “Satu dari tiga kawanan perompak yang melakukan penyanderaan penumpang di kapal Oceanna 17 tewas ditembak tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun. Kejadian ini merupakan simulasi dalam operasi yang digelar untuk meningkatkan kesiapan prajurit dalam menindak kejahatan laut.

“Dalam simulasi itu, kawanan perompak meminta nahkoda untuk memutar haluan. Perompakan juga mengambil seluruh barang-barang penumpang.”

Batamnews, sebuah media lokal Batam, melaporkan dalam artikel ini bahwa latihan simulasi itu dilakukan pada tanggal 12 November 2020.

Di bawah ini adalah sebuah perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di artikel iNews (kanan):

Perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto berita iNews (kanan)

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (S) Julius Widjojono menuturkan kepada AFP pada tanggal 23 November 2020 bahwa video itu menunjukkan sebuah latihan simulasi yang dilakukan TNI AL. Ia berkata lewat WhatsApp: “Lihat korbannya rambut cepak/pendek, anggota kita juga yang main,” merujuk pada adegan dalam 17 detik pertama di rekaman gambar tersebut.

Terjemahan dan adaptasi