Video ini telah beredar di laporan media tentang warga Semarang menolak FPI di tahun 2017

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton jutaan kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter, YouTube dan TikTok dengan klaim video itu menunjukkan Front Pembela Islam (FPI) diusir dari Semarang. Video itu diunggah setelah serangkaian kegiatan massal FPI selama pandemi pada bulan November 2020 menuai kritikan masyarakat. Klaim itu menyesatkan: video tersebut sebelumnya telah beredar di berbagai laporan media tahun 2017 mengenai warga dan ormas yang menolak rencana FPI untuk membuka cabang di Semarang. 

Rekaman video berdurasi dua menit dan 50 detik tersebut muncul di Facebook di sini pada tanggal 20 November 2020 dan telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “FPI diusir dari kota Semarang.
Semoga kota2 lain segera mengikuti.”

Teks yang ditempel di video berbunyi: “FPI diusir dari Semarang….”. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 25 November 2020

Video tersebut beredar setelah banyaknya kritikan publik terhadap serangkaian kegiatan massal yang diselenggarakan FPI dan pemimpin mereka, Rizieq Shihab, yang melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi. Rizieq kembali dari pengasingan di Arab Saudi pada tanggal 10 November 2020. 

Rekaman video yang sama telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali setelah muncul di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; Twitter di sini dan di sini; YouTube di sini; dan di TikTok di sini

Akan tetapi, klaim itu menyesatkan. 

Pencarian kata kunci di Google menemukan video yang lebih panjang diunggah di sini oleh Tribun Jateng di saluran YouTubenya pada tanggal 13 April 2017 dengan judul: “GEGER Ratusan Warga Gagalkan Pembentukan FPI di Kota Semarang.” 

Keterangan video berdurasi 11 menit dan tujuh detik itu berbunyi: “Di dalam rumah Zainal Petir di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara terjadi dialog saling ngotot antara tokoh FPI Jateng dengan perwakilan Ormas, Kamis malam (13/4/2017). Beberapa orang akan membentuk dan meresmikan FPI di Kota Semarang. Namun ada puluhan ormas dan warga menolak bahkan menggagalkan acara tersebut.” 

Adegan yang terlihat di unggahan menyesatkan bisa dilihat dari menit ke-8:16.  

Berikut perbandingan tangkapan layar antara rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Tribun Jateng (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Tribun Jateng (kanan)

Detik.com menerbitkan laporanmengenai peristiwa tersebut di sini pada tanggal 14 April 2017, dengan judul: “Ditolak Massa, Pembentukan FPI Semarang Digagalkan Polisi.” 

“Front Pembela Islam (FPI) rencananya akan mengukuhkan cabangnya di Kota Semarang. Namun hal itu gagal karena sejumlah ormas melakukan penolakan. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, merasa tanpa FPI Kota Semarang sudah aman.

“Rencana pengukuhan FPI Kota Semarang dilakukan di rumah Ketua Advokasi FPI Jateng, Zaenal Petir, Jl. Pergiwati I no. 19, Bulu Lor, Semarang Utara, Kamis malam. Namun sejumlah anggota ormas sudah berdatangan di lokasi acara. Tidak kurang dari 400 polisi melakukan pengamanan.”