Video ini menunjukkan warga Paris memprotes umat Islam yang melaksanakan salat Jumat di jalan pada tahun 2017

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai unggahan Facebook dan Twitter dengan klaim video itu memperlihatkan muslim di Paris diganggu saat melaksanakan ibadah salat pada bulan Oktober 2020. Klaim itu menyesatkan; rekaman video tersebut menunjukkan warga Paris memprotes muslim yang melaksanakan salat Jumat di jalan pada tahun 2017.

Rekaman video berdurasi empat menit dan 11 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 1 November 2020 dan telah ditonton lebih dari 9.800 kali. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 12 November 2020

Status unggahan itu berbunyi: “Masjid di kota paris ditutup oleh presiden prancis. Umat islam sholat ditepj jln. Tapi tetap diganggu, demo.”

Unggahan itu beredar setelah otoritas Prancis memutuskan untuk menutup sebuah masjid di Pantin, daerah yang terletak di pinggiran kota Paris, pada tanggal 20 Oktober 2020 selama enam bulan karena diduga mengunggah video di laman Facebook masjid tersebut yang mengkritik guru bernama Samuel Paty yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya beberapa hari sebelum dia dibunuh.

Video dengan klaim yang mirip juga ditonton lebih dari 20.000 kali di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini.

Video yang sama dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia bisa dilihat di sini dan di sini, serta dalam bahasa Hindi di sini dan di sini

Klaim itu menyesatkan. 

Pencarian gambar terbalik di Google dengan keyframe yang diekstrak dari rekaman video di unggahan menyesatkan menemukan video yang sama diunggah di YouTube di sini pada tanggal 8 Juni 2018.  

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “Kaum nasionalis Prancis memprotes muslim salat di jalan di Paris.” 

Pencarian lebih lanjut di Google menemukan laporan oleh surat kabar Prancis, 20 Minutes, dan situs berita Eropa edisi Prancis The Local yang menyatakan peristiwa itu terjadi di bulan November 2017 di Clichy, yang terletak di pinggiran kota Paris. Menurut laporan-laporan tersebut, walikota dan politisi lokal lainnya memimpin aksi protes menentang muslim yang menjalankan salat Jumat di jalan.

“Seorang walikota Prancis dan puluhan anggota parlemen lainnya serta anggota dewan terpilih dari seluruh wilayah Paris menyanyikan Marseillaise pada hari Jumat saat mereka berjalan ke sekitar 200 jamaah sebagai upaya untuk menghentikan mereka salat di jalan,” menurut laporan The Local yang diterbitkan pada tanggal 10 November 2017.

Kedua laporan itu juga menyatakan umat Islam setempat setiap minggu melaksanakan salat Jumat di alun-alun kota Clichy sebagai protes atas ditutupnya tempat ibadah mereka oleh pemerintah kota pada bulan Maret 2017. 

Kantor berita Associated Press (AP) juga menerbitkan laporan berupa video tentang aksi kaum nasionalis tersebut  di YouTube di sini pada tanggal 15 November 2017.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video AP (kanan), dengan bagian-bagian yang mirip dilingkari warna merah oleh AFP:

Perbandingan tangkapan layar antara rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video AP (kanan)

AFP Periksa Fakta sebelumnya menerbitkan laporan tentang video yang diklaim menunjukkan polisi Prancis menutup sebuah masjid di Paris atas perintah Macron di bulan Oktober 2020. Akan tetapi, video itu sebenarnya direkam pada bulan Maret 2017 saat polisi mengeluarkan muslim secara paksa dari masjid Clichy yang akan ditutup oleh pemerintah setempat. 

KOREKSI: Laporan ini diperbarui pada tanggal 25 November 2020 untuk membetulkan tanggal diunggahnya video di YouTube pada tahun 2018.