Video ini telah dimuat di berbagai media tentang orang-orang yang mengantri masker di Singapura

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai unggahan media sosial dan diklaim menunjukkan orang-orang mengantri untuk membeli makanan halal di Singapura setelah wabah penyakit virus corona jenis baru. Video itu telah dibagikan dengan konteks yang menyesatkan: klip video itu sebelumnya telah dimuat di berbagai laporan media tentang orang-orang yang mengantri masker di Singapura setelah terjadinya wabah virus corona jenis baru.

Video berdurasi satu menit ini telah ditonton lebih dari 39.000 kali dan dibagikan lebih dari 1.800 kali sejak diunggah tanggal 9 Februari 2020 di Facebook.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status yang menyertai unggahan video menyesatkan itu adalah: “Hikmah dari merebaknya virus corona, kini di Singapura warga antri makanan Halal di Mustafa Centre”.

Mustafa Centre adalah nama pusat perbelanjaan di Singapura yang terkenal karena buka selama 24 jam. Tampilan gedung pusat perbelanjaan itu bisa dilihat di Google Maps di sini.

Video yang sama juga telah dibagikan dengan klaim serupa di Twitter di sini dan sini, dan di YouTube di sini dan di sini.

Klip video tersebut juga dibagikan di Facebook di sini dan di sini dengan klaim bahwa orang-orang tersebut mengantri makanan halal dan menghindari makanan non-halal agar terhindar dari infeksi virus corona jenis baru.

Selain itu video tersebut juga dibagikan dengan klaim yang mirip dalam bahasa Thailand di sini, dan dalam bahasa Thailand dan Melayu di sini, di mana tayangannya telah ditonton lebih dari 23.000 kali.

Video itu telah dibagikan dengan konteks yang menyesatkan: video tersebut sesungguhnya menunjukkan orang-orang yang sedang mengantri untuk membeli masker di pusat perbelanjaan Mustafa Centre setelah terjadinya wabah virus corona jenis baru.

Pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan laporan berita tanggal 8 Februari 2020 ini di Mothership, website media daring Singapore. Judul berita berbahasa Inggris itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “Antrian masker di Mustafa menjadi sangat panjang selama 2 hari berturut-turut.” 

Dua paragraf awal di artikel berita itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “Masker dan cairan pembersih saat ini sedang langka di Singapura karena wabah virus corona. 

“Sementara apotek dan pusat perbelanjaan utama saat ini telah kehabisan persediaan, Mustafa, tempat yang menjual segala macam barang, masih memiliki persediaan.”

Berikut tangkapan layar artikel berita Mothership itu:

Tangkapan layar artikel berita di situs Mothership

Laporan berita tentang kelangkaan masker dan cairan pembersih di Singapura itu berisi versi lebih awal dari video yang terlihat di unggahan menyesatkan. Video versi awal itu telah bisa dilihat di bawah ini.

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di berita Mothership (kanan). AFP telah memberi lingkaran merah pada bagian-bagian yang sama.

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs Mothership (kanan)

Antrian panjang di luar gedung Mustafa Centre juga telah diberitakan oleh surat kabar Singapura. Di laporan tanggal 28 Januari 2020 ini, koran berbahasa Inggris The Strait Times menyatakan “lebih dari seratus pembeli” mengantri di luar gedung Mustafa Centre pada tanggal 28 Januari 2020 untuk membeli masker karena permintaan meningkat di tengah wabah virus corona.

Angka kematian akibat virus corona jenis baru, yang juga disebut COVID-19, telah mencapai 3.000 orang di seluruh dunia sedangkan kasus positif melebihi 89.000 orang di lebih dari enam puluh negara, termasuk 80.000 di Tiongkok, menurut laporan AFP pada tanggal 2 Maret 2020 di sini