Video itu menunjukkan petugas Pemilu 2019 yang dirawat di RS karena kelelahan

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 26/03/2021 pukul 10:20
  • Waktu baca 4 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah video yang telah ditonton ratusan ribu kali di YouTube diklaim menunjukkan seorang petugas yang “sakit parah” setelah “menganiaya dan menyeret” Rizieq Shihab ke ruang pengadilan. Klaim itu salah: video itu aslinya menunjukkan seorang petugas Pemilu 2019 yang dirawat di rumah sakit lantaran kelelahan; foto di video yang menunjukkan “memar” di lengan Rizieq adalah hasil suntingan. 

Video sepanjang 10 menit 40 detik itu diunggah tanggal 21 Maret 2021 di YouTube di sini, dengan judul “BERITA TERKINI!!! - DIBAYAR KONTAN | PETUGAS YANG MENGANIAYA DAN MENYERET HRS LANGSUNG SAKIT PARAH”. Video itu telah ditonton lebih dari 300.000 kali.

Image
Tangkapan layar video menyesatkan, diambil tanggal 24 Maret 2021

HRS merujuk kepada Rizieq Shihab, bekas pemimpin Front Pembela Islam (FPI). Rizieq saat ini sedang menjalani persidangan kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

Bagian awal video itu menunjukkan Rizieq dibawa oleh seorang pria ke sebuah ruang pengadilan (gambar 1); Gambar 2 menunjukkan foto kecil seorang pria yang dihubungkan dengan panah merah ke pria yang membawa Rizieq ke ruang sidang; bagian berikutnya menunjukkan pria di foto kecil itu sedang berbicara pada kamera saat sedang berbaring di kasur rumah sakit (gambar 3). 

Di detik ke-30, narator video berkata, “Aparat yang menyeret Habib Rizieq ke ruang sidang dengan memelintir tangannya hingga lebam, seketika langsung jatuh sakit setelah beliau keluar dari ruangan sidang.”

Di menit 2:42, video itu menunjukkan foto Rizieq mengangkat tangan kanannya, dengan memar di pergelangan tangan ditunjukkan dalam lingkaran merah (gambar 4).

Di bawah ini adalah keempat tangkapan layar dari bagian-bagian video tersebut: 

Image
Tangkapan layar empat bagian dari video menyesatkan

Video tersebut muncul di unggahan-unggahan lain di YouTube, seperti di sini dan di sini.

Tangkapan layar video itu juga muncul di unggahan-unggahan ini dan ini di Facebook.

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Petugas Pemilu dirawat di RS

Pencarian gambar terbalik di Google dengan bantuan beberapa potongan video dari InVID-WeVerify menemukan bahwa video lelaki yang terbaring di rumah sakit itu diambil dari video berita iNews tanggal 26 April 2019 ini, dengan judul “KPU Catat 225 Anggota KPPS Meninggal dan 1.470 Dirawat Akibat Kelelahan Pemilu”.

Bagian yang menunjukkan pria berbaring di ranjang RS itu dapat dilihat di menit 1:47 dari video iNews.

Video itu mewartakan bahwa pria tersebut bernama Soegeng Afriadi. Soegeng adalah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Medan, Sumatera Utara, yang dirawat di rumah sakit karena kelelahan bekerja saat Pemilu 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat hampir 900 petugas pemilu meninggal dunia dan 5.000 lainnya sakit setelah pelaksanaan Pemilu tanggal 17 April 2019, seperti dilaporkan oleh Kompas.com dan Kumparan pada bulan Januari 2020.

Berikut adalah perbandingan antara video menyesatkan (kiri) dan video iNews (kanan):

Image
Perbandingan antara video menyesatkan (kiri) dan video iNews (kanan)

Rizieq diperiksa polisi

Foto lengan memar Rizieq disunting dari foto yang diterbitkan Okezone.com di artikel tanggal 12 Desember 2020 ini, dengan judul “Habib Rizieq Acungkan Jempol Tampak Semangat Diperiksa Polda Metro.”  

Keterangan foto itu berbunyi, “Habib Rizieq Shihab tiba di Polda Metro Jaya” dan tidak menunjukkan pergelangan tangan Rizieq yang memar.

Berikut perbandingan tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan foto Okezone.com (kanan):

Image
Perbandingan antara video menyesatkan (kiri) dan foto Okezone.com (kanan)

Rizieq di ruang sidang

Bagian Rizieq dibawa ke ruang sidang diambil dari sebuah sesi persidangan ulama tersebut pada tanggal 19 Maret 2021, disiarkan langsung oleh Kompas TV di sini – tiga bulan setelah kejadian yang ditunjukkan di foto Okezone.com. 

Bagian di video menyesatkan dapat dilihat di menit 0:05:36 di video Kompas TV. Rekaman sidang itu tidak menunjukkan Rizieq “diseret” oleh petugas, sebagaimana diklaim video menyesatkan.

Berikut adalah perbandingan tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan video Kompas TV (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan video Kompas TV (kanan)

Di video menyesatkan, ada pula bagian-bagian yang menunjukkan tumpukan uang pecahan Rp 100.000,00 dalam koper. Bagian-bagian itu diambil dari video YouTube tanggal 14 November 2019 ini video, berjudul: “UANG Yg Selama Ini Kalian Pertanyakan?” 

Video tahun 2019 itu tidak ada hubungannya dengan Rizieq maupun petugas KPPS yang dirawat di RS.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami