Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin Oxford/AstraZeneca di pusat vaksinasi virus corona di stadion Wanda Metropolitano di Madrid pada tanggal 24 Maret 2021. (AFP / Gabriel Bouys)

Unggahan di Facebook membagikan klaim yang menyesatkan tentang arti ‘AstraZeneca’

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Berbagai unggahan di Facebook membagikan klaim bahwa AstraZeneca, nama perusahaan farmasi Inggris-Swedia, memiliki arti “senjata yang mematikan” dari kombinasi tiga bahasa. Unggahan tersebut beredar secara daring setelah jutaan dosis vaksin Covid-19 buatan Oxford/Astrazeneca diberikan kepada orang-orang di seluruh dunia. Klaim itu menyesatkan: nama “AstraZeneca” dibuat dari nama dua perusahaan. “Astra” berasal dari bahasa Yunani “astron” yang berarti “bintang”, sedangkan “Zeneca” mengacu pada “Zeneca Group”, perusahaan Inggris yang namanya dibuat oleh konsultan merek internasional. 

Klaim itu diunggah di sini di Facebook pada tanggal 11 April 2021. 

Unggahan itu menampilkan tangkapan layar dari halaman Wikipedia yang berjudul “Astra (weapon)”, atau Astra (senjata) dan tangkapan layar dari Google Translate. Tangkapan layar itu menunjukkan “Astra Ze Neca” berarti “weapon that kills” atau “senjata yang mematikan” berdasarkan terjemahan dari tiga bahasa yaitu bahasa Sansekerta, bahasa Polandia dan bahasa Latin. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, teks berwarna merah di tangkapan layar itu berbunyi: “Bangun, bodoh!”. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 19 April 2021

Status unggahan itu berbunyi: “Senjata biologis

“Makanya yang katanya Vaccin covid-19 / hoaks-19 lebih tepat disebut fuck sin (dosa/kejahatan yang dilegalkan)

“Fact check sebut ini berita palsu. Mereka udah dibayar si bege untuk memutar balikkan fakta.”

Unggahan tersebut beredar secara daring setelah negara-negara di Eropa, termasuk Prancis, mengatakan mereka akan melanjutkan vaksinasi Oxford/AstraZeneca setelah penangguhan singkat untuk menguji keamanan vaksin tersebut. 

Pada tanggal 18 Maret 2021, Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) mengatakan vaksin Oxford/AstraZeneca itu “aman dan efektif” dan tidak terkait dengan peningkatan risiko penggumpalan darah setelah kekuatiran tentang vaksin tersebut. WHO dan badan pengawas kesehatan Inggris juga mengatakan vaksin itu aman. AFP melaporkan perkembangannya di sini

Gambar tangkapan layar itu juga dibagikan dengan klaim yang mirip di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini dan di sini

Gambar yang sama dibagikan dengan klaim dalam bahasa Inggris di sini dan di sini

Namun, klaim itu menyesatkan. 

Bahasa Yunani

Sebelum pandemi virus corona baru, AstraZeneca menjelaskan asal muasal namanya di Twitter di sini pada tanggal 17 Oktober 2019. 

“Astra” berasal dari bahasa Yunani “astron” yang berarti “bintang”. “Zeneca” adalah nama perusahaan farmasi Inggris dan tidak memiliki arti lain dalam bahasa apa pun, menurut cuitan AstraZeneca. 

Pada tahun 1999, Astra AB, perusahan farmasi Swedia, dan Zeneca Group, perusahan farmasi Inggris, melakukan merger untuk membentuk AstraZeneca, yang merupakan salah satu merger terbesar di Eropa, seperti yang dilaporkan oleh BBC dan CNN.

David Barnes, mantan kepala eksekutif Zeneca, mengatakan kepada surat kabar Inggris The Daily Telegraph di bulan Januari 2001 bahwa dia menginstruksikan perusahaan konsultan merek internasional Interbrand untuk mencari nama. 

“Ada keuntungan secara alfabetis jika berada di atas atau berada di bawah daftar, A atau Z,” Barnes mengatakan kepada The Daily Telegraph. “Saya meminta Interbrand untuk menemukan nama yang dapat diingat secara fonetik, tidak lebih dari tiga suku kata dan tidak berarti sesuatu yang bodoh, lucu atau kasar dalam bahasa lain. Nama baru juga memungkinkan kami untuk menanamkan budaya perusahaan yang baru.” 

COVID-19 VAKSIN