Video menunjukkan seorang ‘politisi’ dilempar ke sungai? Itu hanyalah dramatisasi

Pengguna media sosial di berbagai negara, termasuk di Indonesia, telah membagikan video yang tampaknya menunjukkan seorang politisi didorong ke sungai oleh penduduk setempat yang marah karena ia gagal menepati janjinya selama masa kampanye pemilu untuk membangun jembatan. Akan tetapi, walaupun banyak warganet senang melihat apa yang mereka yakini adalah seorang politisi yang pantas mendapatkan hukuman, pria itu sebenarnya adalah seorang aktor amatir. Video tersebut dibuat oleh kelompok komunitas Brasil yang menampilkan adegan-adegan yang mencerminkan masalah lokal. 

Video ini diunggah oleh pengguna Facebook di Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2019 dan telah ditonton hampir 352.000 kali serta dibagikan lebih dari 6.700 kali. 

Status dalam unggahan itu berbunyi:
“Kala itu,
Dia menjanjikan sebuah jembatan di sungai.
Dia datang lagi untuk kampanye pemilihan untuk masa jabatan baru dan menjanjikan hal yang sama. 
Mengobral janji yang tak pasti.
Lihat bagaimana publik menyambutnya.”

Teks yang ditumpangkan ke dalam video tersebut berbunyi:
“Walikota ini menjanjikan sebuah jembatan di sungai. 
Dia datang lagi untuk kampanye pemilihan masa jabatan baru...  
Lihat bagaimana publik menyambutnya..” 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Video yang sama juga diunggah di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini, dimana unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 30.000 kali. Video itu juga dibagikan di Instagram di sini dan di sini

Video yang sama dengan keterangan dalam bahasa Inggris juga dibagikan di Kenya di Facebook di sini. Rekaman gambar yang sama juga diunggah oleh pembawa acara TV Kenya Jane Ngoiri di akun Instagramnya di sini, pengguna Twitter di Kolombia di sini dan pengguna Facebook di Malaysia di sini dengan narasi serupa. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, status postingan Facebook di Malaysia berbunyi: “Politisi ini berjanji untuk membangun jembatan… hilang dan kembali lagi sesaat menjelang pemilu berikutnya untuk menjanjikan pembangunan jembatan yang sama. Bisakah kita melakukan ini di Malaysia.” 

Di video tersebut terlihat tanda air yang bertuliskan “Portal Engomadeira”. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, AFP menggunakan mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci “politician promised bridge Portal Engomadeira” (politisi menjanjikan jembatan Portal Engomadeira). Pencarian itu menemukan versi video yang lebih panjang ini, di halaman Facebook Brasil bernama Portal Engomadeira. 

Engomadeira adalah daerah di pinggiran kota Salvador, ibu kota Bahia, yang merupakan negara bagian di timur laut Brasil. 

Deskripsi di video yang lebih panjang termasuk tagar dalam bahasa Portugis bisa diterjemahkan sebagai “#pementasan” dan “#merekam”, yang mengindikasikan bahwa video tersebut adalah sandiwara. 

Berikut tangkapan layar video di halaman Facebook Portal Engomadeira:

Image
Tangkapan layar versi video yang lebih panjang seperti yang diunggah di laman Facebook Portal Engomadeira

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, status unggahan tersebut berbunyi: “Politisi membuat janji yang tidak bisa ia tepati dan dilempar ke selokan terbuka. #Merekam #Pementasan #Kenyataanhidup #Georgetovao #Ericosilva”. 

Versi video yang lebih panjang juga menyertakan teks seperti di film yang mengidentifikasi video tersebut sebagai “produksi Erico Silva”. 

Image
Versi lengkapnya mengidentifikasi video...                ...sebagai produksi Erico Silva 

Video lengkapnya memperjelas bahwa adegan itu adalah rekayasa

Tim Periksa Fakta AFP di Brazil menonton video tersebut dan menjelaskan kepada kami bahwa pria yang mengenakan kemeja berwarna terang terlihat sedang memperkenalkan dirinya sebagai peserta pemilu dan menjanjikan perbaikan di daerah itu termasuk mengakhiri sistem selokan terbuka. Sekitar menit keempat, sebuah teks muncul, berbunyi: “Anggota dewan telah dipilih dan belum menepati janjinya. Dia kembali empat tahun kemudian.” 

Dia terlihat sedang berkata kepada penduduk di daerah tersebut bahwa dia tidak bisa membantu mereka karena ada terlalu banyak hal yang perlu dikerjakan di tempat lain. Warga yang marah terlihat mencemoohkannya dan kemudian dia didorong ke selokan yang dia janjikan untuk diperbarui. 

Sekitar menit ketujuh, seorang pria muncul dengan mikrofon untuk mewawancarai “politisi” itu -- dan pada saat itu terungkap bahwa anggota dewan itu sebenarnya adalah wakil presiden komunitas Portal Engomadeira. 

“Kami membuat video ini untuk menunjukkan kepada orang-orang betapa kami telah ditipu selama empat tahun. Ini adalah waktu yang lama untuk menunggu semuanya terjadi,” kata aktor yang berperan sebagai politisi di lokasi pengambilan gambar. 

Untuk menanggapi kebingungan pengguna media sosial terhadap video yang telah ditonton lebih dari dua juta kali itu, Portal Engomadeira mengklarifikasi bahwa adegan tersebut direkayasa untuk menunjukkan masalah dalam politik lokal.

“Apakah ini benar, atau hanya akting?” tanya seorang pengguna Facebook bernama Lew Ventura dalam komentar postingan Facebook video asli.

Portal Engomadeira menjawab: “Teman, masalah yang ditampilkan dalam video itu nyata, tetapi adegan itu diperankan melalui film dan oleh aktor untuk menunjukkan bahwa ketika politisi datang ke sini membuat janji, mereka akan mendapatkan respon seperti ini (jika mereka tidak menepatinya).”

Image
Klarifikasi Portal Engomaderia di dalam komentar Facebook bahwa video tersebut hanyalah rekayasa

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami