Video-video ini memperlihatkan kerumunan lebah di AS, serangan lebah di Nikaragua dan korban kebocoran gas di India

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Enam video dan tiga foto telah dibagikan ribuan kali di berbagai unggahan di Facebook dengan klaim yang menyatakan rekaman video dan foto-foto tersebut memperlihatkan India yang diserang lebah beracun yang mematikan. Klaim itu salah: salah satu video menunjukkan serangan lebah di sebuah mal di Nikaragua; tiga video memperlihatkan korban kebocoran gas di India; satu video menunjukkan lebah berterbangan di Kota New York dan video yang terakhir memperlihatkan tabuhan atau hornet menyerang tikus yang telah beredar online setidaknya sejak tahun 2018. Ketiga foto itu adalah foto stok tabuhan raksasa Asia dan tawon. 

Video dan foto-foto itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 10 Mei 2020. Unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 2.000 kali. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status unggahan tersebut berbunyi: “Kota India di serang lebah beracun yang mematikan.

“Ribuan mayat bergelimpangan dalm sengatn 1detik
Hasbi Allah wanikmal wakil”. 

Hasbi Allah wanikmal wakil merujuk pada penggalan ayat Alquran QS Ali Imran ayat 173, “Hasbunallah wa ni'mal-wakil”, yang artinya adalah “cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” 

Video dengan klaim serupa yang telah ditonton lebih dari 230.000 kali juga dibagikan di sini, di sini, di sini dan di sini. Di unggahan terakhir terlihat video yang diklaim menunjukkan tikus diserang seekor lebah. 

Video dengan foto-foto yang sama dengan klaim yang mirip juga dibagikan dengan dakwaan dalam bahasa Malaysia di Facebook di sini dan di sini

Klaim itu salah. Tiga video memperlihatkan korban kebocoran gas di India; satu video menunjukkan serangan lebah di Nikaragua; satu video memperlihatkan kerumunan lebah di Kota New York; dan satu video menunjukkan tabuhan menyerang seekor tikus yang telah beredar setidaknya sejak tahun 2018. Foto-fotonya sendiri merupakan foto stok tabuhan raksasa Asia dan tawon. 

Video pertama

Video pertama memperlihatkan lebah berkerumun di jalan. 

Pencarian gambar terbalik dan pencarian kata kunci menemukan video yang sebelumnya pernah diunggah di Instagram diperoleh dari unggahan Facebook ini tertanggal 6 Mei 2020. Keterangan foto dalam bahasa Spanyol itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Ini terjadi di 204 dan Valentíne wabah lebah.” 

“204” dan “Valentíne” merujuk pada E 204th St dan Valentine Ave di The Bronx, Kota New York. 

Berikut perbandingan tangkapan layar video pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Facebook (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Facebook (kanan)

Google Street View lokasi yang ditunjukkan video tersebut juga memperlihatkan C-Town Supermarkets.  

Video kedua

Video kedua menunjukkan orang-orang berlarian karena diserang serangga. 

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan alat verifikasi digital, InVID-WeVerify, diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video versi awal diunggah di Facebook di sini pada tanggal 4 April 2020. Video tersebut direkam di Metrocentro Managua, sebuah mal di Managua, Nikaragua, di sini

Dua cuitan di hari yang sama – di sini dan di sini – mereferensikan adanya serangan lebah di mal Metrocentro pada hari yang sama.

Pemadam Kebakaran Pusat Z-1 di Managua, yang terletak sekitar 2,5 kilometer dari mal tersebut, melaporkan insiden itu terjadi di luar pusat perbelanjaan Metrocentro.

Ketika dihubungi oleh AFP, kantor pemadam kebakaran itu menjelaskan peristiwa tersebut disebabkan oleh lebah madu Afrikanisasi. “Video dan foto-foto sesuai dengan hari kejadian (4 April) dan memang tak ada panggilan dari pusat (pusat perbelanjaan) itu dalam beberapa hari terakhir, dan peristiwa tersebut satu-satunya yang terjadi di tahun ini dan dalam beberapa tahun terakhir,” kata seorang juru bicara dari kantor pemadam kebakaran itu. 

Pemandangan yang terlihat di video kedua cocok dengan foto panorama Metrocentro yang ditandai ke lokasi mal di Google Maps.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dari Google Maps (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dari Google Maps (kanan)
Perbandingan tangkapan layar antara video kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dari Google Maps (kanan)

Kantor pemadam kebakaran itu juga membagikan sebuah foto yang memperlihatkan nama pusat perbelanjaan yaitu Metrocentro, di unggahan Facebook-nya. 

Video ketiga

Video ketiga memperlihatkan seorang perempuan jatuh pingsan di pinggir jalan. 

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan adegan di video ketiga juga muncul di laporan berita ini yang diunggah oleh saluran berita India, Prag News, di YouTube pada tanggal 7 Mei 2020. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan video itu berbunyi: “11 tewas, 1000 dilaporkan sakit setelah kebocoran gas di sebuah pabrik kimia di Vizag. Peristiwa tersebut dibanding-bandingkan dengan Tragedi Gas Bhopal.” Vizag merujuk pada Visakhapatnam, sebuah kota di negara bagian Andhra Pradesh, India. 

Kebocoran gas yang mematikan itu terjadi pada tanggal 7 Mei 2020 di sebuah pabrik kimia di Visakhapatnam dan menewaskan setidaknya 12 orang dan menyebabkan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit, AFP melaporkan di sini

Berikut perbandingan tangkapan layar video ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Prag News (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Prag News (kanan)

Video keempat

Video keempat menunjukkan seseorang yang sedang dipapah. 

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan rekaman video itu diunggah pada tanggal 7 Mei 2020 di sini di laman Facebook France TV New Delhi, biro New Delhi saluran televisi nasional Prancis, France TV 2

Diterjemahkan dari bahasa Prancis, judul video itu berbunyi: “India: kebocoran gas di pabrik kimia.”

Kalimat pertama keterangan video tersebut adalah: “Di tengah malam, kebocoran gas terjadi di pabrik LG Polymer di kota Visakhapatnam di India bagian tenggara.”

Akun Twitter resmi Info France 2 juga mengunggah video tersebut pada tanggal 7 Mei 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris, cuitan itu berbunyi: “Di #India, kebocoran gas di sebuah pabrik kimia menyebabkan setidaknya 11 orang tewas dan seribu orang terluka.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan video oleh France TV New Delhi (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan video oleh France TV New Delhi (kanan)

Video kelima

Video kelima memperlihatkan orang-orang tergeletak di atas tanah. 

Pencarian gambar terbalik dengan menggunakan tangkapan layar dari video menemukan klip yang lebih panjang diunggah di akun YouTube bernama “NR ADVERTISEMENTS” di sini. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “Kebocoran gas beracun dari LG polimer | Menciptakan Ketegangan Tinggi @Vizag | Video Kebocoran Gas Vizag”. 

Adegan yang sama dengan video di unggahan menyesatkan dapat dilihat dari menit 1:20.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video kelima di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video kelima di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Dari video yang sama, sebuah mobil dapat dilihat memiliki kode plat AP31.

Tangkapan layar mobil di video kelima

AP31 merupakan salah satu kode plat kendaraan untuk Visakhapatnam, seperti yang dijabarkan di situs web pemerintah Andhra Pradesh di sini

Video keenam 

Video keenam menunjukkan seekor tikus yang diserang serangga. 

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan versi paling awal dari video itu diunggah di YouTube di sini pada Juli 2018. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: "Serangan ekstrem tabuhan terhadap tikus”. 

Tidak jelas di mana video itu diambil, tetapi menurut surat kabar Inggris The Daily Mail, video itu direkam di Gulfport, Mississippi, AS.

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Tabuhan raksasa Asia dan tawon

Tiga foto serangga di unggahan menyesatkan merupakan foto tabuhan dan foto tawon menurut pencarian gambar terbalik di Google

Surat kabar Inggris, The Sun, mempublikasikan foto tabuhan yang mirip dengan foto pertama di unggahan menyesatkan di laporan tertanggal 2 Mei 2020 ini yang jika judulnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “‘TABUHAN PEMBUNUH’ Tabuhan ‘pembunuh’ raksasa dengan sengat yang mematikan telah menginvasi AS dari Asia dan mengancam populasi lebah”.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto serangga pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto yang diunggah The Sun (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto serangga pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto yang diunggah The Sun (kanan)

Foto serangga kedua merupakan foto tabuhan raksasa Jepang yang diunggah di situs web foto stok, iStock, di sini

Foto tersebut diambil oleh fotografer bernama Kagenmi dan dipublikasikan di situs web tersebut pada tanggal 14 Juni 2016. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Foto makro jarak dekat tabuhan raksasa jepang, spesies tabuhan terbesar di dunia.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto serangga kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dari iStock (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto serangga kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dari iStock (kanan)

Tabuhan raksasa Jepang adalah nama lain dari tabuhan raksasa Asia (Vespa mandarinia). 

Foto ketiga adalah foto Asosiasi Pengendalian Hama Inggris (BPCA) yang dimuat di artikel ini yang judulnya jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Saran untuk mengendalikan hama tawon.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs web BPCA (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di situs web BPCA (kanan)

AFP telah menerbitkan laporan periksa fakta mengenai video yang sama namun dibagikan dengan klaim yang berbeda di beberapa bahasa yaitu bahasa Inggris di sini, bahasa Arab di sini dan bahasa Spanyol di sini