Anak laki-laki ini berbicara bahasa Spanyol – videonya telah beredar online sebelum Italia melaporkan korban kematian COVID-19 pertama

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 27/05/2020 pukul 06:55
  • Diperbarui pada hari 02/09/2020 pukul 16:43
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Malaysia, AFP Indonesia
Sebuah rekaman video telah ditonton lebih dari 11 juta kali di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihatkan seorang anak laki-laki dari Italia menatap langit malam sembari memanggil ibunya yang meninggal karena virus corona baru. Namun, klaim itu salah: anak di video tersebut berbicara bahasa Spanyol; klip itu juga telah beredar secara online sebelum Italia mencatat kematian pertama akibat COVID-19 pada bulan Februari 2020. 

Video ini diunggah di Facebook pada tanggal 26 April 2020 dan telah ditonton lebih dari 7,5 juta kali dan dibagikan lebih dari 93.000 kali. 

Klip berdurasi dua menit dan 52 detik itu menunjukkan adegan berulang seorang anak laki-laki yang tengah berbicara dengan seorang wanita di belakang kamera sambil menunjuk ke langit dan kemudian dipeluk seorang anak lelaki lebih tua yang sedang menangis. 

Sebagian status unggahan itu berbunyi: “Assalamualaikum..salam rindu selalu..

“Kisah pilu dari ITALY IBU nya meninggal pasien COVID-19 .Kakak terpaksa bohong kepada sang adik ketika adik bertanya ‘Mama dimana?Kakaknya sambil nangis peluk adiknya yang polos dan berkata IBUNYA DI LANGIT...

“Selama di isolasi ibunya tidak kembali dan tidak di perbolehkan kunjungan,
Sampai meninggal Ibu dan anak ini tidak bertemu.
anak ini selalu tanya Mama dimana?
Dilangit tapi ngak datang.” 

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Sampai dengan 26 Mei 2020, lebih dari 230.000 orang di Italia positif virus corona baru dan hampir 33.000 telah meninggal dunia, berdasarkan laporan situasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Italia di sini

Video dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 4,5 juta kali dan dibagikan hampir 60,000 kali setelah juga muncul di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; dan di YouTube di sini dan di sini

Video yang sama dengan klaim dalam bahasa Malaysia bisa dilihat di sini, di sini, di sini dan di sini; dalam bahasa Arab di sini, di sini, di sini; dan bahasa Bengali di sini

Klaim itu salah. Anak laki-laki itu terdengar berbicara dalam bahasa Spanyol; video tersebut juga telah beredar secara online sebelum Italia melaporkan korban kematian pertama akibat COVID-19 di bulan Februari 2020. 

Pada tanggal 21 Februari 2020, Adriano Trevisan, seorang pensiunan tukang batu berusia 78 tahun di Italia bagian utara, menjadi orang Eropa pertama yang meninggal karena penyakit akibat virus corona jenis baru, atau COVID-19, menurut laporan AFP ini.

Anak laki-laki dalam video tersebut dapat didengar terus berbicara dalam bahasa Spanyol dan bukan bahasa Italia. Diterjemahkan dari bahasa Spanyol ke bahasa Indonesia, dia berkata: “Lihat, ada ibuku.” Seorang wanita yang tampaknya merekam video itu, bertanya: “Yang mana ibumu, sayang?” yang kemudian dijawab anak itu: “Yang bersinar.” Lalu, dia bilang dia akan berbicara dengannya dan mulai berteriak: “Ibu!”

Pencarian gambar terbalik di Google dengan tangkapan layar yang diambil dari rekaman video di unggahan menyesatkan menemukan video versi paling awal berdurasi 54 detik yang diunggah pada tanggal 16 Februari 2020 di YouTube di sini dan di sini.

Video itu kemudian diunggah di akun Instagram acara radio berbahasa Spanyol di Amerika Serikat bernama “El Show del Piolin” pada tanggal 18 Februari 2020.

Sebagian keterangan video berbahasa Spanyol di Instagram itu jika diterjemahkan bahasa Indonesia berbunyi: “Anak laki-laki itu berkata dia melihat ibunya di surga.”

Pencarian kata kunci lebih lanjut di Google menemukan artikel ini yang diterbitkan pada tanggal 18 Februari 2020 oleh elsalvador.com, situs web berita dari El Salvador.

Diterjemahkan dari bahasa Spanyol ke bahasa Indonesia, judul artikel itu adalah: “VIDEO: Video emosional seorang anak yang berbicara kepada bintang karena dia pikir itu adalah ibunya yang sudah meninggal.”

Dua paragraf pertama artikel itu berbunyi: “Seorang anak berusia tiga tahun muncul di sebuah video menyentuh yang baru-baru ini viral di media sosial. Di video tersebut, Anda dapat melihat anak itu meneriaki bintang dan berpikir bahwa itu adalah ibunya yang sudah meninggal memandangnya dari langit. 

“Video buatan sendiri, yang kami tidak tahu tanggal atau lokasinya, menyentuh hati banyak pengguna di media sosial.”

Artikel lainnya oleh Mag El Comercio, media yang berbasis di Peru, ini menyebutkan video tersebut kemungkinan direkam di El Salvador.

AFP belum bisa memverifikasi secara independen bahwa video tersebut direkam di El Salvador.

Artikel periksa fakta AFP dalam bahasa Arab tentang video yang sama bisa dibaca di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami