Video ini memperlihatkan kawanan burung hitam di Texas pada tahun 2016

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton ribuan kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter dan YouTube pada bulan Mei 2020 dengan klaim yang menyatakan klip itu memperlihaktan burung gagak “berdatangan di kota Texas” setelah “menyerang kota Wuhan, China”. Unggahan tersebut dibagikan saat negara-negara di seluruh dunia terus memerangi penyebaran virus corona baru, yang pertama kali dideteksi di Wuhan pada bulan Desember 2019. Klaim di unggahan itu salah: video tersebut menunjukkan burung hitam berkerumun di negara bagian Texas, AS, pada bulan Desember 2016; suara di video di beberapa unggahan telah dimanipulasi.

Rekaman video berdurasi tiga menit, sembilan detik yang memperlihatkan burung berwarna hitam berkerumun di tempat parkir diunggah pada tanggal 16 Mei 2020 di sini di Facebook. Video itu telah ditonton lebih dari 4.300 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Viral !! Ribuan burung gagak berdatangan di kota texas, amerika
Setelah menyerang kota wuhan, china”.  

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Suara seorang perempuan bisa didengar menceritakan situasi sekitar sambil merekam kerumunan gagak tersebut dari dalam mobilnya. 

Logo MailOnline, situs web surat kabar Britania Raya The Daily Mail, terlihat di akhir video. 

Hampir 1,5 juta orang di AS telah terinfeksi virus corona baru, sedangkan angka kematian melewati 89.000 orang, menurut data WHO tertanggal 19 Mei 2020 ini

Video dengan klaim yang mirip juga telah dibagikan di Facebook di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; dan di YouTube di sini dan di sini. Alih-alih terdengar suara perempuan yang menceritakan situasi sekitar, malah suara orang-orang panik yang terdengar di klip-klip ini.

Video yang sama dengan suara orang-orang yang terdengar panik juga dibagikan dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia di Facebook di sini dan di sini

Klaim-klaim tersebut salah: video itu memperlihatkan kawanan burung hitam di negara bagian Texas, AS, pada bulan Desember 2016. Audio di video-video dengan suara orang-orang yang panik telah dimanipulasi.  

Pencarian kata kunci menemukan video Daily Mail ini diunggah di laman Facebook-nya pada tanggal 18 April 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu berbunyi: “Ribuan burung menyerang tempat parkir mobil.” 

Sementara itu, video aslinya diunggah oleh perusahaan lisensi video ViralHog di sini di YouTube sehari sebelumnya. 

Keterangan video dalam bahasa Inggris itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Terjadi pada tanggal 6 Desember 2016 / Carrollton, Texas, AS

“‘Saya meninggalkan H-mart dan kembali ke mobil saya dengan menenteng bahan makanan. Saya melihat burung-burung itu sangat berisik ketika saya hendak pergi, tetapi langit tidak tertutup burung-burung seburuk yang ditunjukkan dalam video. Saya pergi ke mobil saya sementara beberapa orang menunggu di pintu masuk gedung, menonton. Mereka mengambil keputusan yang cerdas dengan menunggu karena pada menit berikutnya, mobil saya penuh dijatuhi kotoran burung. Seperti yang Anda lihat, area parkir dipenuhi oleh burung-burung dengan sangat cepat. Rupanya, mereka adalah burung hitam dan mereka berkumpul tepat ketika matahari terbenam. Saya tidak tahu alasan ilmiah yang tepat untuk itu, tetapi ada satu dan itu sering terjadi. Saya ingat pernah melihat banyak kawanan burung seperti ini ketika saya masih muda, tetapi tidak pernah sebanyak ini!’”

Suara perempuan di video ViralHog sama dengan suara yang terdengar di video menyesatkan yang pertama dan di video Daily Mail. 

Berikut perbandingan tangkapan layar adegan-adegan di video menyesatkan (kiri) dan video ViralHog (kanan):

Perbandingan tangkapan layar adegan-adegan di video menyesatkan (kiri) dan video ViralHog (kanan)

Google Street View H Mart di Carrollton, Texas, bisa dilihat di sini dan cocok dengan bangunan yang terlihat di video. 

Peristiwa serupa juga dapat dilihat di video yang diunggah pada bulan Februari 2017 di Youtube di sini dan pada bulan Februari 2018 oleh ViralHog di sini

Klaim menyesatkan tentang gagak yang berkerumun di kota Wuhan di Tiongkok selama wabah virus corona telah dibagikan secara luas media sosial pada bulan Februari 2020. Akan tetapi, kerumunan gagak itu terlihat di Xining, sebuah kota yang terletak sekitar 1.600 km dari Wuhan. AFP telah membantah klaim menyesatkan itu di sini.

Virus corona