Bukan, ini bukan foto Presiden Turki Erdogan mendukung kubu Prabowo-Sandi di pemilu Indonesia

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah foto yang telah dibagikan ribuan kali di Facebook ingin menunjukkan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 17 April 2019 di Indonesia. Klaim tersebut salah: foto tersebut adalah editan dari foto asli Sandiaga di dalam pesawat.

Postingan Facebook ini, dibuat tanggal 28 Maret 2019 dan telah dibagikan lebih dari 9.400 kali, berisi gambar Erdogan berpose dengan dua jari dan dianggap sebagai bentuk dukungan pada kubu Prabowo-Sandiaga.

Prabowo adalah penantang tunggal petahana Presiden Joko Widodo pada pemilu tanggal 17 April 2019 dan Sandiaga, akrab dipanggil Sandi, adalah cawapresnya. Berikut artikel Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyebutkan profil para kandidat.

Status Facebook yang memuat foto tersebut berbunyi: "PRABOWO SANDI DINANTI DUNIA!"

Berikut adalah tangkapan layar status Facebook tersebut:

Tangkapan layar postingan Facebook menyesatkan

Di sudut kanan atas gambar Erdogan yang hampir semuanya hitam putih itu juga terdapat logo burung garuda berwarna merah dan nama "Prabowo" dan "Sandi". Logo garuda tersebut mirip seperti yang terpajang pada website tim kampanye Prabowo-Sandiaga di sini.

Pada gambar tersebut juga terdapat tulisan "Erdogan" dan tanda tangan yang dibuat seakan-akan itu tanda tangan Erdogan.

Artikel yang dibuat Bisnis.com pada tanggal 17 Januari 2019 ini bercerita tentang salam dua jari yang dipertontonkan Prabowo dan Sandiaga dalam kampanye.

Gambar Erdogan melakukan salam dua jari tersebut adalah editan; pencarian reverse image dan pencarian kata kunci di Google menemukan postingan Instagram berikut yang dipublikasikan pada tanggal 2 Februari 2019 oleh Teuku Riefky Harsya, salah seorang anggota DPR RI.

Postingan Instagram tersebut, dilekatkan di bawah ini, memperlihatkan foto berwarna di mana Sandiaga dan Teuku Riefky duduk bersebelahan dalam pesawat dan keduanya melakukan salam dua jari dengan tangan kanan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bismillah, menuju Banda Aceh (Sabtu, 2 Feb’19). ???? . #pidiejaya#pidie#acehbesar#bandaaceh#sabang#acehjaya#acehbarat#naganraya#abdya#acehselatan#subulussalam#singkil#acehtenggara#gayolues#gayo#aceh#wisataaceh#agaminongaceh#mahasiswaaceh#modelaceh#remajaaceh#ulamaaceh#santriaceh#sejarahaceh#tarianaceh#kulineraceh#teukuriefky#partaidemokrat#fraksidemokrat

A post shared by Teuku Riefky Harsya (@teukuriefky) on

Di dalam foto palsu yang dibagikan di Facebook, wajah Sandiaga telah diedit dan ditempelkan wajah Erdogan dan seluruh foto dibuat menjadi hitam putih.

Berikut sisi-per-sisi tangkapan layar foto editan di Facebook (kiri) dan foto asli sebagaimana di Instagram Teuku Riefky (kanan).

Ciri-ciri utama masih terlihat di foto editan Erdogan termasuk tangan kanan Sandiaga yang mengenakan gelang berwarna putih, kerah baju Sandiaga yang mencolok juga masih terlihat, juga angka "02" dan jendela pesawat.

"02" adalah nomor urut Prabowo-Sandiaga di kota suara, juga disebut dalam website KPU.

Tangkapan layar gambar Facebook editan (tas) dan gambar dari foto Teuku Riefky (bawah)

Pada sisi kanan bawah di foto editan Erdogan telihat kata "PhotoGrid". Pencarian menggunakan Google menunjukkan bahwa PhotoGrid adalah aplikasi pengeditan foto.

Deskripsi aplikasi PhotoGrid yang terlihat di Google Play ini mengatakan: "Create fun, one-of-a-kind layouts by remixing your own photos and sharing them on social platform!", yang artinya: "Ciptakan kegembiraan, dan tampilah yang baik dengan cara menggabungkan foto anda dan membagikannya di sosial media!"

Pencarian gambar pada Google dengan kata kunci "Erdogan" menemukan gambar asli Erdogan yang wajahnya ditempelkan pada gambar Sandiaga di foto editan Facebook yang telah dibagikan. Foto presiden Turki itu telah dipublikasikan dalam majalah Forbes ini tentang profil diri Erdogan.

Foto asli Erdogan itu telah diputar, dipotong sehingga tampak dekat dan dibuat hitam putih, seperti terlihat dalam gambar perbandingan berikut antara foto editan (kiri) dan foto artikel Forbes (kanan):

Gambar perbandingan foto editan (Kiri) dan foto di artikel Forbes (Kanan)

Lembaga pemeriksaan fakta di Indonesia juga telah menerbitkan koreksi mereka atas foto editan tersebut, misalnya laporan Tempo ini dan laporan Liputan6 ini.