Ini video pos polisi Tugu Tani dibakar saat demo tahun 2020, bukan saat 'protes harga BBM tahun 2022'

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton lebih dari seratus ribu kali di berbagai postingan media sosial yang mengklaim video itu menunjukkan pos polisi dekat Tugu Tani di Jakarta yang dibakar massa saat demo menentang kenaikan harga BBM di akhir bulan September 2022. Klaim itu salah. Video tersebut sebenarnya direkam di bulan Oktober 2020, saat unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja.

"*SORE TADI Pos polisi tugu tani di bakar masa td sekitar pkl 16;30..RAKYAT MENUNTUT KEADILAN*" demikian bunyi cuitan ini, yang mengunggah video berdurasi 24 detik tersebut pada tanggal 23 September 2022 dini hari.

Video yang sudah ditonton lebih dari 640 kali tersebut menunjukkan kerumunan demonstran berjalan dekat satu bangunan kecil yang terbakar dekat Tugu Tani di Jakarta.

Suara seorang pria terdengar mengatakan: "Tugu Tani dibakar oleh massa ... Jakarta rusuh."

Tangkapan layar postingan menyesatkan, diambil pada tanggal 12 Oktober 2022

Video itu beredar saat maraknya aksi unjuk rasa sepanjang bulan September 2022 menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), seperti dilaporkan AFP dan CNN Indonesia.

Klip itu telah ditonton lebih dari 138,000 kali setelah muncul dengan klaim serupa di Twitter di sini, di Facebook di sini and di sini, di YouTube di sini, dan di Snack Video di sini.

Sejumlah komentar pengguna medsos menunjukkan mereka percaya bahwa video itu baru saja direkam.

"Turunkan rezim biadab..." komentar satu pengguna Facebook, sedangkan yang lain menulis: "Jangan LG minta turunkan hrg BBM tp Revolusi Turunkan Jokowi."

Tangkapan layar komentar, diambil pada tanggal 11 Oktober 2022

Namun, klaim tersebut salah.

Demo UU Cipta Kerja tahun 2020

Penulusuran gambar terbalik dan pencarian kata kunci menemukan bahwa video serupa diunggah oleh Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di laman Facebook mereka pada tanggal 8 Oktober 2020.

Status unggahan tersebut berbunyi: "Di saat aparat kepolisian membubarkan puluhan ribu masa aksi dengan tembakan gas air mata secara membabi buta yang mengakibatkan ratusan orang terluka, akhirnya masa aksi meluapkan kemarahanya dengan membakar pos polisi Tugu Tani."

Status unggahan itu juga menuliskan tanda tagar #BatalkanOmnibusLaw, #JegalSampaiGagal dan #ReformasiDiKorupsi.

Di video yang diunggah oleh KASBI, video pos polisi yang terbakar bisa dilihat di detik ke-10.

Seperti dilansir dari laporan AFP, aparat keamanan menangkap ratusan orang pada tanggal 8 Oktober 2020 setelah demo hari ketiga menentang UU Cipta Kerja, alias Omnibus Law, di Jakarta dan berbagai kota lain menjadi rusuh.

Berikut perbandingan tangkapan layar di video postingan menyesatkan (kiri) dan video dari KASBI (kanan), dengan bagian yang sama ditandai oleh AFP:

Perbandingan tangkapan layar dari video yang dibagikan pada postingan menyesatkan (kiri) dan video yang diunggah oleh KASBI (kanan)

Terbakarnya pos polisi pada 8 Oktober 2022 juga dilaporkan oleh CNN Indonesia dan Detikcom, yang turut menerbitkan video dan foto serupa dari insiden tersebut.

Wartawan AFP mengecek pos polisi di Tugu Tani pada tanggal 6 Oktober 2022 dan tidak menemukan tanda-tanda kerusakan pada pos polisi maupun Tugu Tani.

Berikut foto-foto pos polisi dan Tugu Tani yang diambil AFP pada tanggal 6 Oktober 2022:

Foto-foto pos polisi dan Tugu Tani yang diambil AFP pada tanggal 6 Oktober 2022

Pos polisi yang dilihat AFP identik dengan gambar pos polisi yang ditampilkan di Google Street View, diambil di bulan Mei 2022.

AFP sebelumnya membongkar klaim salah lainnya tentang demo kenaikan harga BBM di bulan September 2022.